Sabtu, 28 Mar 2020
  • Home
  • Ragam
  • Mengkiritik Penggunaan Bulu Burung Cendrawasih dalam Kampanye

Mengkiritik Penggunaan Bulu Burung Cendrawasih dalam Kampanye

Oleh: alex
Kamis, 31 Jan 2019 05:53
BAGIKAN:
istimewa.
Cendrawasih.
JAYAPURA (EKSPOSnews): Aktivis lingkungan di Papua Yasminta Ridhian Wasaraka mengkritik penggunaan bulu burung Cenderawasih yang dibuat menjadi ikat kepala atau atribut lainnya untuk berkampanye dalam pemilu 2019.

"Selalu begitu, setiap ada Pemilu semua ingin dihormati, ingin dianggap merakyat dengan simbol ketokohan. Ikat kepala atau mahkota yang terbuat dari bulu burung Cenderawasih lantas dipakai sebagai pemanis, dan bukan satu tapi banyak sekali," katanya di Kota Jayapura, Papua, Rabu 30 Januari 2019.

Kritikan ini sengaja dilontarkan oleh pengurus Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG) Jayapura itu terkait maraknya baliho, spanduk, hingga stiker para politisi yang akan bertarung dalam pemilu legislatif 2019.

Ia menyebut bahwa seharusnya sudah ada paradigma baru dalam berkampanye yang juga memiliki poin positif dalam lingkungan, sehingga tak perlu menyematkan atribut yang diambil dari satwa yang sesungguhnya dilindungi.

"Cenderawasih sudah jelas dilindungi dan saya heran kalau para calon wakil kita ini menggunakan dengan mudahnya hanya untuk menunjukkan jika ia memiliki kedekatan dengan masyarakat atau merasa diri tokoh Papua padahal menggunakan atribut dari satwa dilindungi," katanya yang akrab disapa Dian.

Dian yang juga Sekretaris Eksekutif Rumah Belajar Papua atau akrab disebut RBP ini mengajak agar para calon wakil rakyat lebih elegan dalam berkampanye, sehingga bisa mendapatkan simpati dari para pemilih.

"Silahkan kita nilai calon wakil yang seperti ini," ujar Dian yang dalam waktu dekat ini akan meluncurkan buku tentang Suku Korowai.

Senada itu disampaikan Ketua FPPNG Fredy Wanda bahwa ada cara lain yang bisa digunakan untuk diterima masyarakat tanpa harus menunjukkan sikap yang tak mendukung isu konservasi.

"Saya pikir dunia mengakui jika Cenderawasih dilindungi dan Pak Gubernur Papua juga sudah menyatakan itu lewat surat edaran bahkan Menteri KLHK juga menyetujui petisi tentang pelarangan mahkota Cenderawasih dan segala sesuatu yang berkaitan dengan satwa endemik yang dilindungi," katanya.

Untuk itu, mantan polisi hutan itu meminta kepada publik agar memberi penilaian terhadap calon wakil rakyat yang tidak bijak dengan kebanggaan Papua itu.

"Ada noken yang sudah membumi, kenapa bukan itu saja yang dipakai. Saya pikir kita perlu bijak dalam bersikap dengan memberi dukungan pada pelestarian satwa dilindungi apalagi mahkota inikan budaya Papua dan sebaiknya jangan dikaitkan dengan politik," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Bendera NU Jangan Digunak untuk Kampanye Politik

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegaskan bendera NU tidak boleh digunakan untuk berkampanye dalam politik praktis."NU, benderanya tidak boleh u

  • 12 bulan lalu

    Mabes TNI Selidiki Pemakaian Mobil dalam Kampanye Salah Satu Paslon Presiden

    JAKARTA (EKSPOSnews): Markas Besar TNI memberikan tanggapan soal beredarnya video mobil dinas yang diduga milik perwira aktif TNI yang sedang menurunkan bungkusan saat acara pasangan nomor urut 02 Pra

  • 2 tahun lalu

    Indonesia-Malaysia Sepakat Lawan Kampanye Negatif Sawit

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk meningkatkan kerja sama melawan kampanye negatif terhadap produk minyak sawit yang terjadi di wilayah Uni Eropa.Kesepakatan itu di

  • 2 tahun lalu

    Indonesia dan Malaysia Harus Kompak Lawan Kampanye Hitam Sawit

    BOGOR (EKSOSnews): Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, Indonesia harus bergabung dengan negaranya untuk menentang tekanan dari Eropa terhadap industri minyak sawit.Dalam kunjungan ke

  • 2 tahun lalu

    Telkomsel Kampanye Internet

    BENGKULU (EKSPOSnews): InternetBAIK tahun ini akan diselenggarakan di 15 kota. Program CSR Telkomsel yang khusus diarahkan pada seruan penggunaan Internet secara BAIK (Bertanggung Jawab, Aman, Inspira

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99