Kamis, 16 Agu 2018

Mengembangkan Songket Silungkang

Oleh: Alex
Minggu, 27 Agu 2017 05:00
BAGIKAN:
istimewa
Songket Silungkang.
SAWAHLUNTO (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat mencoba memperkenalkan dan mengembangkan songket Silungkang ke seantero nusantara melalui Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017 yang dilaksanakan di kota itu pada akhir Oktober mendatang.

Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf di Sawahlunto  mengatakan dirinya telah mengusulkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi agar pelaksanaan Jambore Pemuda Indonesia 2017 digelar di Sumatera Barat, yang sebelumnya direncanakan di Gorontalo.

"Setelah saya menghadiri Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) beberapa bulan lalu, saya meghadap Pak Imam Nahrawi dan mengungkapkan keinginan agar JPI digelar di Sumatera Barat," ujarnya, Sabtu 26 Augustus 2017.

"Kala itu saya bilang ke Menpora saya ingin membuat inovasi dengan mengembangkan songket Silungkang ke nusantara melalui peserta JPI," tambahnya.

Saat jambore tersebut, ujarnya dirinya telah mengusulkan agar salah satu utusan setiap provinsi yang berminat pada tata busana. Mereka akan dilatih membuat songket di Kota Arang tersebut selama 22 hari.

"Dalam 22 hari, saya yakin mereka telah mampu membuat songket," lanjutnya.

Selain mendapatkan keterampilan menenun songket, sebutnya para peserta tersebut juga bakal dibekali dengan alat tenun bukan mesin.

"Pada Rakernas Jambore Pemuda Indonesia pada Februari lalu di Jogja, 34 provinsi sudah setuju. Sementara alat sendiri akan ditanggung oleh panitia, dan daerah hanya dibebani ongkos pengiriman," sebutnya.

Setelah para peserta tersebut mampu membuat dan mengembangkan songket di daerahnya, Pemkot Sawahlunto bersedia membelinya. "Sawahlunto yang akan membeli songket yang dihasilkan para peserta tersebut," ujarnya.

Dengan telah berkembangnya perajin songket di seluruh nusantara, sebutnya diharapkan ada investor yang bersedia membangun pabrik yang memproduksi bahan baku songket.

Karena, tambahnya bahan baku songket saat ini masih diimpor seperti dari China dan India.

"Dengan bahan baku sudah diproduksi di Indonesia, harga bahan baku akan lebih murah dari sekarang. Tentunya harga songket dan turunannya juga murah," katanya.

Ia menambahkan sebagai bentuk dukungan pengembangan songket di Sawahlunto, melalui bantuan dari pemerintah pusat serta penganggaran dari pemkot setempat selama dua tahun, 2016 dan 2017, dibangun pusat songket yang diberi nama Pasar Songket Silungkang.

"Nanti UMKM songket bisa berjualan di situ, termasuk dari luar daerah," ujarnya.

Pengembangan pasar songket ke depannya, sebutnya tidak terbatas pada transaksi konvensional, melainkan akan diarahkan secara dalam jaringan (Daring).

"Kami akan menyiapkan tim IT-nya untuk membuat semacam pasar songket online yang menjual produk-produk UMKM yang berada di pasar songket tersebut. Ini langkah kami untuk mengembangkan songket," jelasnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Mengembangkan Songket Melayu

    MEDAN (EKSPOSnews): Gubernur Sumatera Utara T Erry Nuradi meminta Bank Indonesia (BI) mengembangkan Songket Melayu dan lainnya setelah berhasil dengan pengembangan Ulos."Pengembangan ekonomi kreatif s

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99