Senin, 24 Sep 2018
  • Home
  • Ragam
  • Mengembalikan Sopi Rantang ke Alam Liar

Mengembalikan Sopi Rantang ke Alam Liar

Oleh: alex
Selasa, 10 Jul 2018 19:24
BAGIKAN:
istimewa.
Harimau Sumatera Sopi Rantang.
AGAM (EKSPOSnews): Setelah berhasil di rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR HSD), Sopi Rantang dikembalikan ke alam liar pada 1 Juli 2018.

"Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) selaku pengelola Pusat Rehabilitasi Satwa Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) sangat berbangga mendapat kepercayaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan rehabilitasi Sopi Rantang," ungkap Hashim Djojohadikusumo, Ketua YAD.

Sopi Rantang adalah Harimau Sumatera korban konflik satwa liar-manusia di Kabupaten Agam Sumatera Barat yang pada 14 April 2018 berhasil dievakuasi oleh BKSDA Sumatera Barat setelah disinyalir memangsa ternak warga. Translokasi satwa tersebut ke PR-HSD dilakukan pada 18 April 2018 dan proses rehabilitasi diawali dengan karantina selama 14 hari untuk dimonitor 24 jam penuh dan dilakukan perekaman medis status kesehatan.

"Pada awalnya Sopi Rantang menderita luka lacerasi dan kebotakan di area wajah dan ekor, peningkatan nilai Total Protein dan UREA Nirogen Darah (BUN) dan peningkatan nilai Eritrosit darah dan Hemoglobin (Polisitemia). Ditemukan ektoparasit Ambyloma testudinarium, endoparasit Toxocara, Sp. dan Ancylostoma, Sp. serta hasil negatif Antigen CDV (Canine Distemper Virus). Semua data ini menjadi dasar tindakan rehabilitasi yang dilakukan di PR-HSD mulai 22 April 2018," jelas  Deny Ramadhani, Koordinator Dokter Hewan PR-HSD.

Tim medis PR-HSD memberikan terapi menanggulangi lesi kulit, perbaikan sistem metabolisme, nutrisi, penekanan tingkat stress menggunakan terapi energi Linking Awareness dan terapi kausatif ektoparasit. Pemeriksaan USG dan hematologi darah dilakukan di klinik PR-HSD yang memiliki peralatan medis satwa terlengkap di Sumatera Barat.

"Setelah 70 hari masa rehabilitasi di PR-HSD, dan berdasarkan rekam medis pada 30 Juni 2018 maka kami menyatakan bahwa Rantang telah siap di lepasliarkan. Dia telah mencapai kestabilan perilaku dan kesehatan sebagai Harimau Sumatera," tegas Andita Septiandini, Manajer Operasional PR-HSD.

Selanjutnya, BKSDA Sumatera Barat atas persetujuan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem memutuskan melepasliarkan Sopi Rantang pada 1 Juli 2018 di Suaka Margasatwa Rimbang Baling yang terletak antara perbatasan Sumatera Barat dan Riau.  

"YAD mengucapkan syukur telah dapat melaksanakan rehabilitasi Sopi Rantang di PR-HSD dengan baik sehingga bisa dilepasliarkan kembali ke alam. Semoga hal ini bisa menjadi sumbangsih bagi kelestarian Harimau Sumatera yang sudah semakin berkurang jumlahnya," tutur Catrini Kubontubuh, Direktur Eksekutif YAD.

"Semoga Sopi Rantang dapat bertahan hidup setelah kembali di alam liar, membuat teritori baru dan bereproduksi dengan sehat," harap Hashim Djojohadikusumo.


  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Harimau Butuh Tempat Bersembunyi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ahli ekologi satwa liar WWF Indonesia, Sunarto mengatakan setiap harimau butuh tempat untuk bersembunyi guna menyergap mangsanya."Harimau memiliki karakter memangsa yang khas, ya

  • 4 bulan lalu

    Melacak Harimau di Indragiri Hulu

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Tim gabungan terdiri dari TNI, Polri dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melacak keberadaan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) setelah sebelumnya

  • 4 bulan lalu

    Awas...Harimau Liar

    RENGAT (EKSPOSnews): Masyarakat Lirik Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, diminta selalu waspada harimau liar yang sering berkeliaran di wilayah tersebut khususnya di kawasan hutan karena ada war

  • 4 bulan lalu

    Harimau Sopi Rantang Dilepasliarkan

    PADANG (EKSPOSnews): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, segera melepasliarkan seekor anak harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang diberi nama Sopi Rantang yang direhabi

  • 5 bulan lalu

    Membangun Waduk Lompatan Hariau di Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mendukung rencana pembangunan waduk "Lompatan Harimau" di Provinsi Riau yang dalam proses pembu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99