Sabtu, 20 Apr 2019
  • Home
  • Ragam
  • Mengembalikan Sopi Rantang ke Alam Liar

Mengembalikan Sopi Rantang ke Alam Liar

Oleh: alex
Selasa, 10 Jul 2018 19:24
BAGIKAN:
istimewa.
Harimau Sumatera Sopi Rantang.
AGAM (EKSPOSnews): Setelah berhasil di rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR HSD), Sopi Rantang dikembalikan ke alam liar pada 1 Juli 2018.

"Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) selaku pengelola Pusat Rehabilitasi Satwa Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) sangat berbangga mendapat kepercayaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan rehabilitasi Sopi Rantang," ungkap Hashim Djojohadikusumo, Ketua YAD.

Sopi Rantang adalah Harimau Sumatera korban konflik satwa liar-manusia di Kabupaten Agam Sumatera Barat yang pada 14 April 2018 berhasil dievakuasi oleh BKSDA Sumatera Barat setelah disinyalir memangsa ternak warga. Translokasi satwa tersebut ke PR-HSD dilakukan pada 18 April 2018 dan proses rehabilitasi diawali dengan karantina selama 14 hari untuk dimonitor 24 jam penuh dan dilakukan perekaman medis status kesehatan.

"Pada awalnya Sopi Rantang menderita luka lacerasi dan kebotakan di area wajah dan ekor, peningkatan nilai Total Protein dan UREA Nirogen Darah (BUN) dan peningkatan nilai Eritrosit darah dan Hemoglobin (Polisitemia). Ditemukan ektoparasit Ambyloma testudinarium, endoparasit Toxocara, Sp. dan Ancylostoma, Sp. serta hasil negatif Antigen CDV (Canine Distemper Virus). Semua data ini menjadi dasar tindakan rehabilitasi yang dilakukan di PR-HSD mulai 22 April 2018," jelas  Deny Ramadhani, Koordinator Dokter Hewan PR-HSD.

Tim medis PR-HSD memberikan terapi menanggulangi lesi kulit, perbaikan sistem metabolisme, nutrisi, penekanan tingkat stress menggunakan terapi energi Linking Awareness dan terapi kausatif ektoparasit. Pemeriksaan USG dan hematologi darah dilakukan di klinik PR-HSD yang memiliki peralatan medis satwa terlengkap di Sumatera Barat.

"Setelah 70 hari masa rehabilitasi di PR-HSD, dan berdasarkan rekam medis pada 30 Juni 2018 maka kami menyatakan bahwa Rantang telah siap di lepasliarkan. Dia telah mencapai kestabilan perilaku dan kesehatan sebagai Harimau Sumatera," tegas Andita Septiandini, Manajer Operasional PR-HSD.

Selanjutnya, BKSDA Sumatera Barat atas persetujuan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem memutuskan melepasliarkan Sopi Rantang pada 1 Juli 2018 di Suaka Margasatwa Rimbang Baling yang terletak antara perbatasan Sumatera Barat dan Riau.  

"YAD mengucapkan syukur telah dapat melaksanakan rehabilitasi Sopi Rantang di PR-HSD dengan baik sehingga bisa dilepasliarkan kembali ke alam. Semoga hal ini bisa menjadi sumbangsih bagi kelestarian Harimau Sumatera yang sudah semakin berkurang jumlahnya," tutur Catrini Kubontubuh, Direktur Eksekutif YAD.

"Semoga Sopi Rantang dapat bertahan hidup setelah kembali di alam liar, membuat teritori baru dan bereproduksi dengan sehat," harap Hashim Djojohadikusumo.


  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Sulit Mencari Jejak Harimau yang Masuk Kampung di Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau kesulitan untuk mengidentifikasi keberadaan harimau Sumatera liar yang masuk perkampungan penduduk di Desa Labuan

  • 2 minggu lalu

    Harimau Sumatera Muncul di Areal Konsesi Anugerah Pratama Inspirasi

    BENGKULU (EKSPOSnews): Seekor harimau Sumatera (Phantera tigris Sumatrae) muncul di areal konsesi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) milik PT Anugerah Pratama Inspirasi (API) di wilayah

  • 3 minggu lalu

    Membersihkan Jerat Harimau di Hutan Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau akan menggelar operasi gabungan untuk membersihkan jerat kawat baja di hutan Restorasi Ekosistem Riau RER), pascainsiden t

  • 2 bulan lalu

    Seorang Warga Riau DIserang Harimau Sumatera

    TEMBILAHAN (EKSPOSnews): Seorang warga di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, kembali menjadi korban keganasan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) hingga mengalami luka parah pada Sabtu

  • 5 bulan lalu

    Memperkenalkan Anak Harimau Sumatera di Jerman

    JAKARTA (EKSPOSnews): Empat anak harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) asli Indonesia yang lahir di Kebun Binatang Tierpark, Berlin, Jerman, 4 Agustus 2018, resmi diperkenalkan kepada publik pad

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99