Rabu, 18 Jul 2018
  • Home
  • Ragam
  • Kisah Dibalik Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Kisah Dibalik Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Oleh: marsot
Rabu, 20 Jun 2018 20:15
BAGIKAN:
istimewa.
Ikan Mas seberat 14 kilogram dari Tao Silalahi.
MEDAN (EKSPOSnews): Percaya atau tidak. Setiap peristiwa selalu dikaitkan dengan mistis atau semacam pertanda bakal muncul musibah yang mengerikan. Konon, Minggu 17 Juni 2018 seorang pemancing di Tao Silalahi, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara mendapat ikan mas seberat 14 kilogram.

Ikan mas tersebut adalah ikan mas terbesar yang didapat pemancing dari Danau Toba 20 tahun terakhir. Entah kenapa, sejumlah anggota masyarakat yang sudah lama bermukim di sekitar perairan Tao Silalahi mengaku ikan tersebut sebagai pertanda bakal ada peristiwa besar yang bakal terjadi di Danau Toba.

Masyarakat yang memercayai kearifan lokal yang sudah lama menjadi perhatian masyarakat sekitar menganjurkan pemancing yang mendapatkan ikan mas besar itu dari Danau Toba segera melepasnya lagi ke perairan Tao Silalahi. Namun, ikan mas besar yang diperoleh sipemancing itu tetap dibawa ke rumahnya, dimasak dan dimakan.

Pada Selasa 18 Juni 2018 pukul 16.30 WIB, angin puting beliung di Perairan Silalahi, Paropo  muncul seperti tak berhenti. Ombak besar setinggi 3-4 meter muncul seketika dengan ketebalan 2 meter. "Belum pernah ombak setinggi itu terjadi di Danau Toba apalagi di perairan Silalahi yang terkenal luas dan menghembuskan angin kencang dan menggulung ombak ke tengah Danau Toba."

Pada pukul 16.35 WIB seluruh perairan Danau Toba diterjang angin kencang dan badai, sehingga ombak besar tak henti-henti bergelombang datang dari arah perairan Silalahi menuju lintasan Simanindo-Tigatas dan menghantam darat dan tepi danau.

L. Sitohang, warga Samosir, mengaku setiap Juni dan Juli kawasan Danau Toba selalu rawan hujan, cuaca buruk, dan ombak besar. "Biasanya musim pancaroba. Perubahan cuaca tidak bisa diduga. Angin kencang dan ombak bisa datang tiba-tiba dari Tao (perairan) Silalahi, Paropo, Kabupaten Dairi.

Kapal-kapal tradisional dan kecil, lanjutnya, tak berani berlayar apalagi dimalam hari. "Semua warga Samosir dan di sekitar Danau Toba sudah paham perubahan cuaca tersebut," tuturnya.

Soal ada pemancing yang menemukan ikan mas besar dari Tao (perairan) Silalahi sehari sebelum kejadian, dia mengatakan, legenda Danau Toba terkait dengan manusia berupa ikan. Legenda terjadinya perairan Danau Toba sudah mulai dilupakan orang. Demikian juga pantangan berupa cakap kotor, dan minum-minum keras yang bisa membuat penghuni Danau Toba marah dan berakibat pada munculnya peristiwa yang memakan korban banyak.

Sejumlah kisah-kisah mistis yang harusnya ditabukan di perairan Danau Toba sudah dilupakan banyak orang. Seperti membuang sampah ke tengah danau akan mendapatkan celaka, sudah tak dihiraukan lagi. "setelah ada kejadian baru orang terhenyak: Oooo...rupanya yang kemarin itu pertanda buruk."

Jadi, zona lintasan KM Sinar Bangun dari Simanindo-Tigaras merupakan lintasan ombak besar dari Tao Silalahi yang sehari sebelum kejadian ditandai dengan seorang pemancing yang mendapatkan ikan mas seberat 14 kilogram. Ini, pertanda bakal ada peristiwa besar di Danau Toba, tenggelamnya KM Sinar Bangun yang menewaskan banyak penumpang. Percaya atau tidak, namanya juga misteri.


  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Danau Toba Akan Punya Galangan Kapal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Danau Toba akan segera memiliki galangan kapal.Dalam siaran pers di Jakarta, Luhut meninjau Dermaga Pors

  • 5 hari lalu

    Kejati Sumut Kembalikan Berkas Kasus Kapal Tenggelam

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengembalikan berkas perkara empat tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Tiga Ras, Kabupaten Simalungun kepada penyid

  • 7 hari lalu

    Idealnya Keramba Jala Apung di Danau Toba Hanya 543 Unit

    JAKARTA (EKSPOSnews): Peneliti-peneliti Pusat Penelitian (Puslit) Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut idealnya hanya boleh ada 543 unit keramba jaring apung (KJA) di Danau Tob

  • satu minggu lalu

    Memetakan Kawasan Perairan Danau Toba

    MEDAN (EKSPOSnews): Wacana dilakukannya pemetaan kawasan perairan Danau Toba di wilayah Provinsi Sumatera Utara, untuk kebaikan dunia pelayaran agar tidak terjadi lagi musibah kapal tenggelam.Seperti

  • 2 minggu lalu

    Mengundang Saksi Ahli untuk Kasus Kapal Tenggelam di Danau Toba

    MEDAN (EKSPOSnews): Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara telah mengundang saksi ahli dari perguruan tinggi negeri, mengenai kapal tenggelam KM Sinar Bangun, di perairan Danau Toba, Ti

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99