Rabu, 21 Nov 2018
  • Home
  • Ragam
  • Kalau Amerika Mundur dari Penjanjian Nuklir Rusia

Kalau Amerika Mundur dari Penjanjian Nuklir Rusia

Oleh: marsot
Senin, 22 Okt 2018 04:17
BAGIKAN:
afp
Pasukan Amerika Serikat.
MOSKOW (EKSPOSnews): Penarikan diri Washington dari Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty akan menjadi pukulan keras bagi sistem global mengenai kestabilan strategis, kata seorang anggota Rusia.

"Dalan hal keluarnya AS, pukulan keras akan dialami oleh seluruh sistem kestabilan strategis di dunia," kata Alexey Pushkov, Kepala Komisi Sementara di Dewan Federasi Rusia mengenai Kebijakan Informasi dan Komunikasi, di akut Twitternya.

Amerika Serikat sekali lagi memulai penarikan diri dari kesepakatan itu, tambah Pushkov, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau di Jakarta, Minggu 21 Oktober 2018. Ia menyebut keluarnya AS dari ABM (Anti-Ballistic Missile) Treaty pada 2001 sebagai pukulan pertama.

Pada Desember 2001, Pemerintah AS di bawah presiden George W. Bush mengumumkan penarikan diri dari ABM Treaty, yang ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Uni Sovyet pada 1972, untuk membersihkan jalan bagi penerapan rencananya bagi pembangunan sistem Pertahanan Rudal Nasional.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Sabtu (20/10) bahwa Washington akan keluar dari INF Treaty sebab Rusia melanggar ketentuan kesepakatan tersebut.

INF Treaty ditandatangani pada 1987 oleh pemimpin bekas Uni Sovyet Mikhail S. Gorbachev dan mantan presiden AS Ronald Reagan untuk melarangan pembuatan, penggelaran dan uji-coba rudal jelajah atau balistik yang diluncurkan dari darat dengan jarak jelajah antara 300 dan 3.400 mil (483 dan 5.472 kilometer).

Amerika Serikat mula-mula telah menuduh Rusia melanggar persyaratan dalam INF Treaty pada Juli 2014. Moskow membantah tuduhan itu, dan menyebutnya bagian dari aksi anti-Rusia yang dilancarkan oleh Washington sehubungan dengan krisis Ukraina. Sejak itu, Moskow dan Washington sudah berulang-kali saling menuduh bahwa masing-masing telah melanggar kesepakatan tersebut.

Sumber: antara/xinhua.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Amerika Serikat Akan Keluar dari Perjanjian Nuklir dengan Rusia

    NEVADA (EKSPOSnews): Presiden Donald Trump mengatakan pada Sabtu, Amerika Serikat akan keluar dari perjanjian nuklir masa Perang Dingin, langkah yang tampaknya akan membuat Rusia kesal.Perjanjian itu,

  • satu bulan lalu

    Amerika Serikat Tolak Permintaan Iran Pulihkan Aset

    DEN HAAG (EKSPOSnews): Amerika Serikat pada Senin meminta hakim Mahkamah Internasional agar menolak permintaan Iran soal pemulihan aset 1,75 miliar dolar AS (sekitar Rp26,6 triliun) yang disita oleh p

  • 2 bulan lalu

    RI Tolak Bantuan Tentara Amerika Serikat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Indonesia menolak bantuan dari Amerika Serikat dalam bentuk pasukan tentara dan kapal rumah sakit untuk masa tanggap darurat karena saat ini Pemerintah memiliki cukup

  • 2 bulan lalu

    All New Ertiga ke Amerika Selatan

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) memulai proses ekspor produk mobil keluarga All New Ertiga ke Amerika Selatan, dengan membidik Meksiko sebagai pasar utama.Langkah itu sejalan den

  • 2 bulan lalu

    Ketegangan Antara Pasukan Rusia dan Amerika di Suriah Memuncak

    MOSKOW (EKSPOSnews): Tentara Rusia pada Minggu menyatakan dua jet tempur F-15 Amerika Serikat menjatuhkan bom fosfor di Provinsi Deir al-Zor Suriah pada Sabtu, kata kantor berita TASS dan RIA, yang di

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99