Kamis, 21 Sep 2017
  • Home
  • Ragam
  • KPK Ajukan Senjata Api Bagi Penyidik

KPK Ajukan Senjata Api Bagi Penyidik

Oleh: Alex
Kamis, 18 Mei 2017 05:23
BAGIKAN:
istimewa
KPK.
JAKARTA (EKSPOSnews): KPK mengajukan perlengkapan senjata api bagi para penyidiknya sebagai langkah perlindungan diri pascapenyerangan terhadap aparatnya Novel Baswedan.

"Untuk melindungi dan mengantisipasi dan memitigasi risiko terhadap penyerangan itu kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanannya, beberapa jaksa yang menangani perkara-perkara yang kita nilai risikonya tinggi ada pengawalan juga termasuk ke penyelidik dan penyidik dan kita juga sudah mengajukan izin penggunaan senjata api," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Pada 11 April 2017 lalu, seusai sholat subuh di masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya. Air keras itu mengenai mata Novel sehingga ia pun dibawa ke Singapore National Eye Centre (SNEC) pada 12 April 2017.

"Kita punya hampir 100 untuk penyelidik, penyidik yang menangani kasus yang kita nilai ada risikonya selain pengawalan dari aparat kepolisian kita akan persenjatai," ungkap ALexander.

Namun menurut Alex, tidak semuanya mau membawa senjata api.

"Ya ada beberapa, tidak semua. Tidak mau ambil risiko juga, kalau tidak bisa mengendalikan emosi kan juga sulit. Kita tawarkan juga tidak semua mau kok. Saya juga tidak mau," tambah Alexander.

Hingga saat ini KPK, menurut Alexander juga masih menunggu polisi mengungkapkan pelaku penyerangan Novel meski belum menetapkan seorang tersangkapun.

"Alat buktinya tidak cukup kan begitu, tidak cukup menduga atau mentersangkakan orang. Terbukti kan polisi beberapa kali memanggil tersangka atau yang diduga sebagai pelaku dan dikeluarkan lagi berarti kan bukti tidak cukup. Jadi kita harus berpikir positif saja. Polisi bekerja keras untuk kasus ini karena kasus ini mendapatkan perhatian luas dari masyarakat akan berisikonya tinggi bagi pihak kepolisian kalau tidak terungkap makanya kita dukung kepolisian," jelas Alexander.

Saat ini Novel sedang bersiap untuk melakukan operasi pemasangan membran sel atau "baby skin" pada kedua mata pada akhir pekan ini. Membran itu akan diambil dari plasenta bayi.

Tujuan operasi adalah merangsang pertumbulan sel-sel pada mata yang rusak akibat penyiraman air keras. Efeknya, pandangan Novel akan sangat kabur dalam beberapa minggu.

Operasi dilakukan karena di mata Novel masih ditemukan inflamasi atau peradangan di bagian tengah kornea mata sebelah kanan, meski juga telah terjadi pertumbuhan lapisan, namun lambat.

Sedangkan untuk mata kiri pertumbuhan pembuluh darah mata juga terhitung lambat. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 21 jam lalu

    PDI Pejuangan Buang Masinton Pasaribu dari Pansus KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Fraksi PDI Perjuangan DPR RI merombak perwakilannya di unsur Pimpinan Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Tugas dan Kewenangan KPK, yaitu Masinton Pasaribu digantikan Eddy Kusu

  • 2 hari lalu

    Dokter Sebut Setya Novanto Bisa Diperiksa KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dokter, yang menangani tersangka Setya Novanto di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, memperkirakan Ketua DPR tersebut bisa diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK

  • 3 hari lalu

    KPK Geledah Ruang Kerja Eddy Rumpoko

    MALANG (EKSPOSnews): Sebanyak lima personel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja dan rumah dinas Wali Kota Batu Eddy Rumpoko di Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu, Jawa Timur.Pad

  • 3 hari lalu

    KPK Periksa Ajudan Setya Novanto

    JAKARTA (EKSPOSnews0: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Corneles Towoliu, ajudan Setya Novanto dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis

  • 5 hari lalu

    Wali Kota Batu Eddy Rumpkok Ditangkap KPK Lagi Mandi

    SIDOARJO (EKSPOSnews): Wali Kota Batu Eddy Rumpoko diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat Lion Air, setelah terkena operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK).Usai t

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak