Rabu, 24 Mei 2017
  • Home
  • Ragam
  • KPK Ajukan Senjata Api Bagi Penyidik

KPK Ajukan Senjata Api Bagi Penyidik

Oleh: Alex
Kamis, 18 Mei 2017 05:23
BAGIKAN:
istimewa
KPK.
JAKARTA (EKSPOSnews): KPK mengajukan perlengkapan senjata api bagi para penyidiknya sebagai langkah perlindungan diri pascapenyerangan terhadap aparatnya Novel Baswedan.

"Untuk melindungi dan mengantisipasi dan memitigasi risiko terhadap penyerangan itu kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanannya, beberapa jaksa yang menangani perkara-perkara yang kita nilai risikonya tinggi ada pengawalan juga termasuk ke penyelidik dan penyidik dan kita juga sudah mengajukan izin penggunaan senjata api," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Pada 11 April 2017 lalu, seusai sholat subuh di masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya. Air keras itu mengenai mata Novel sehingga ia pun dibawa ke Singapore National Eye Centre (SNEC) pada 12 April 2017.

"Kita punya hampir 100 untuk penyelidik, penyidik yang menangani kasus yang kita nilai ada risikonya selain pengawalan dari aparat kepolisian kita akan persenjatai," ungkap ALexander.

Namun menurut Alex, tidak semuanya mau membawa senjata api.

"Ya ada beberapa, tidak semua. Tidak mau ambil risiko juga, kalau tidak bisa mengendalikan emosi kan juga sulit. Kita tawarkan juga tidak semua mau kok. Saya juga tidak mau," tambah Alexander.

Hingga saat ini KPK, menurut Alexander juga masih menunggu polisi mengungkapkan pelaku penyerangan Novel meski belum menetapkan seorang tersangkapun.

"Alat buktinya tidak cukup kan begitu, tidak cukup menduga atau mentersangkakan orang. Terbukti kan polisi beberapa kali memanggil tersangka atau yang diduga sebagai pelaku dan dikeluarkan lagi berarti kan bukti tidak cukup. Jadi kita harus berpikir positif saja. Polisi bekerja keras untuk kasus ini karena kasus ini mendapatkan perhatian luas dari masyarakat akan berisikonya tinggi bagi pihak kepolisian kalau tidak terungkap makanya kita dukung kepolisian," jelas Alexander.

Saat ini Novel sedang bersiap untuk melakukan operasi pemasangan membran sel atau "baby skin" pada kedua mata pada akhir pekan ini. Membran itu akan diambil dari plasenta bayi.

Tujuan operasi adalah merangsang pertumbulan sel-sel pada mata yang rusak akibat penyiraman air keras. Efeknya, pandangan Novel akan sangat kabur dalam beberapa minggu.

Operasi dilakukan karena di mata Novel masih ditemukan inflamasi atau peradangan di bagian tengah kornea mata sebelah kanan, meski juga telah terjadi pertumbuhan lapisan, namun lambat.

Sedangkan untuk mata kiri pertumbuhan pembuluh darah mata juga terhitung lambat. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • kemarin

    KPK Periksa Sandiaga Uno

    JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno diperiksa sebagai mantan komisaris PT Duta Graha Indah dalam dua kasus yang disidik KPK."Kasus-kasus ini dulu berawal dari OTT (o

  • 2 hari lalu

    KPK Akan Periksa Elza Syarief

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Pengacara Elza Syarief sebagai saksi dalam penyidikan memberikan keterangan tidak benar pada persidangan perkara tindak pidana k

  • 5 hari lalu

    KPK Periksa Miryam

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani dalam penyidikan tindak pidana korupsi memberikan keterangan tidak

  • 2 minggu lalu

    Hotma Sitompoel Kembalikan Uang kepada KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Advokat senior Hotma Sitompoel mengaku mengembalikan 400 ribu dolar AS ke KPK yang awalnya diterima sebagai honor pendampingan hukum pejabat Kementerian Dalam Negeri."400 ribu do

  • 4 minggu lalu

    Garda Tipikor Kecam Hak Angket Terhadap KPK

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Garda Tipikor Fakultas Hukum Universitas Hasanuuddin Makassar mengecam penetapan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) melalui hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KP

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak