Sabtu, 23 Jun 2018

Gajah Liar Masuk Kampung

Oleh: marsot
Sabtu, 21 Apr 2018 16:54
BAGIKAN:
istimewa.
Gajah.
BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Warga mengeluhkan kehadiran belasan gajah sumatera liar masuk ke permukiman di Pekon (Kampung) Gunungdoh, Kecamatan Bandarnegeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, dan Jumat (20/4) malam merusak rumah warga setempat.

Warga ketika dihubungi dari Bandarlampung, mengeluhkan gangguan gajah liar sedikitnya 12 ekor itu. Mereka mendesak pihak berwenang untuk menanganinya, mengingat hingga berita ini dibuat belum ditangani oleh pihak berwenang kendati sudah dilaporkan ke sejumlah pihak berkompeten.

Gajah-gajah liar itu telah merangsek masuk permukiman hingga ke rumah-rumah warga setempat, kata Riswan, warga setempat. Rumah warga itu pun menjadi sasaran dirusak kawanan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ini.

"Sedikitnya 12 gajah liar itu setidaknya sudah sebulan berpindah-pindah masuk ke permukiman warga di sekitar sini. Sekarang masuk ke permukiman di Blok 6 Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Negeri Semong," kata Riswan, Jumat 20 April 2018 seraya menyebutkan kawanan gajah liar itu sebelumnya dilaporkan masuk ke permukiman warga di Blok 3.

Dia menyatakan hingga saat ini memang belum ada korban di kalangan warga setempat. Namun gangguan gajah liar itu menimbulkan trauma dan berdampak bagi warga umumnya tidak bisa beraktivitas normal, karena khawatir menjadi sasaran serangan gajah liar itu.

"Sampai saat ini belum ada tindakan dari aparat yang berwenang," katanya.

Belum diperoleh konfirmasi dari pihak berwenang di Pemerintah Kabupaten Tanggamus maupun pihak Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) terkait gangguan gajah liar itu maupun penanganannya.

Sejumlah warga dan para aktivis lingkungan di Lampung berharap para pihak dapat segera mengatasi ancaman konflik gajah dengan manusia tersebut, sehingga dapat dicari solusinya tidak timbul korban warga maupun kerugian harta benda lebih besar maupun ancaman terhadap satwa liar jenis langka dan dilindungi di dunia tersebut karena kemarahan warga yang terusik.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Orang Minang Membangun Kampung Halaman

    JAKARTA (EKSPOSnews): Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengajak Dispora Minang yang ada di rantau maupun di seluruh Indonesia ikut membangun kampung halaman yang kini tengah berlangsung dengan p

  • 4 minggu lalu

    Gajah Liar Rusak Rumah Warga di Ranto Peureulak

    IDI (EKSPOSnews): Sedikitnya 25 ekor kawanan gajah liar (Elephas maximus sumatranus) masuk ke pemukiman penduduk dan merusak rumah warga di Desa Semanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh

  • 2 bulan lalu

    Membentuk Kampung KB di Deli Serdang

    MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, membentuk satu Kampung Keluarga Berencana (KB) di setiap kecamatan di daerah itu untuk lebih menyukseskan peogram kependudukan.Pe

  • 7 bulan lalu

    Sandera yang Sudah Dibebaskan Agar Pulang Kampung

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta para sandera yang telah dibebaskan dari perkampungan Kimbeli dan Banti, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua agar tidak kembali ke Pa

  • 7 bulan lalu

    500 Warga Akan Dievakuasi dari Kampung Banti

    TIMIKA (EKSPOSnews): Sekitar 500 warga asli Papua yang berada di kampung Banti, distrik Tembagapura, Mimika, Papua akan dievakuasi ke Timika.Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar di Timika mengataka

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99