Jumat, 23 Jun 2017

Filipina Pusat Baru Petempur IS

Oleh: Jallus
Selasa, 30 Mei 2017 18:19
BAGIKAN:
rt.com
ISIS di Suriah.
MARAWI (EKSPOSnews): Puluhan gerilyawan asing bertempur bersama dengan pendukung kelompok bersenjata IS untuk melawan pasukan pemerintah di wilayah selatan Filipina sepanjang pekan lalu.

Gejala itu diduga adalah bukti bahwa daerah bergolak di Filipina tersebut dengan cepat menjadi pusat tujuan kelompok teroris di Asia.

Sumber intelejen Filipina mengatakan bahwa ada 400-500 petempur di kota Marawi, Pulau Mindanao, pada Selasa 30 Mei 2017.

Di antara mereka, 40 orang datang dari luar negeri, termasuk dari negara Timur Tengah.

Sumber sama mengungkapkan, mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, satu dari Pakistan, satu dari Arab Saudi, satu dari Chechnya, seorang dari Yaman, India, Maroko, dan Turki.

"IS menuju kehancuran di Irak dan Suriah, mereka merespon dengan menyebar ke Asia dan wilayah Timur Tengah lain," kata Rohan Gunaratna, pakar keamanan di S. Rajaratnam School of International Studies.

"Salah satu area yang menjadi tujuan mereka adalah Asia Tenggara dengan Filipina sebagai pusatnya," kata dia.

Banyak pejabat di Mindanao yang sudah memperingatkan bahwa kemiskinan, tidak tegaknya hukum, dan konflik perbatasan di area Muslim tersebut akan menjadi lahan subur bagi radikalisme Asia Tenggara, terutama pada saat gerilyawan ISIS terusir dari Irak dan Suriah.

Pertempuran di Marawi City adalah yang pertama di Asia Tenggara di mana ISIS berkonfrontasi langsung dengan pasukan keamanan dalam waktu lama.

Pada tahun lalu, sejumlah petempur ISIS dari Asia Tenggara di Suriah merilis video yang mendesak agar para pengikutnya bergabung dengan perjuangan di wilayah selatan Filipina, alih-alih terbang ke Suriah.

Pakar terorisme lain, Sidney Jones, mengungkap beberapa pesan Telegram yang digunakan oleh pendukung IS.

Satu pengguna mengaku tengah berada di Marawi, di mana dia menyaksikan tentara "lari seperti babi" dan "darah kotor mereka bercampur dengan mayat sesama." "Hijrahlah ke Filipina. Pintu telah terbuka," kata pengguna lain.

Pertempuran di Marawi City dimulai dengan serangan tentara untuk menangkap Isnilon Hapilon, pemimpin Abu Sayyay, sebuah kelompok yang terkenal karena banyak melakukan penculikan dan pengayauan orang kulit putih.

Abu Sayyaf dan kelompok bersenjata Maute, dua-duanya sudah berbaiat kepada IS, bertempur bersama di Marawi. Mereka membakar sebuah rumah sakit dan sebuah katedral, serta menculik seorang pendeta Katolik.

Menurut sebuah laporan intelejen yang didapatkan Reuters, pemerintah di Jakarta memperkirakan bahwa ada 38 warga Indonesia yang terbang ke Filipina untuk bergabung dengan afiliasi ISIS di sana. Sekitar 22 di antara mereka turut bertempur di Marawi City.

Namun demikian, sumber Reuters lain mengatakan bahwa angka sebenarnya bisa melampaui 40 orang.

Sumber dari Densus 88, unit anti-terorisme Indonesia, menyatakan bahwa mereka meningkatkan pengawasan di kawasan utara Kalimantan dan Sulawesi untuk mencegah teroris pergi ke Filipina lewat laut.

Sumber: antara/reuters.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Perampokan Bersenjata di Filipina, 34 Tewas

    MANILA (EKSPOSnews): Sedikitnya 34 orang tewas ketika pelaku bersenjata masuk ke sebuah kasino di Manila, melancarkan sejumlah tembakan dan membakar meja permainan, menurut laporan media Filipina dala

  • 3 minggu lalu

    Serangan Bersenjata di Hotel Manila

    MANILA (EKSPOSnews): Pria-pria bersenjata menyerang Resorts World Manila di Pasay City pada Jumat dini hari hingga melukai para tamu hotel dan kasino, yang berlarian setelah penembakan muncul.Sejumlah

  • 3 minggu lalu

    7 WNI Diduga Terlibat Terorisme di Marawi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merilis laporan Kepolisian Filipina bahwa tujuh warga negara (WNI) diduga terlibat jaringan terorisme di Kota Marawi, Mindanao, Filipina."Ke

  • 9 bulan lalu

    Miyabi Marah kepada Petugas Imigrasi Filipina

    MANILA (EKSPOSnews): Maria Ozawa alias Miyabi, mantan bintang panas ternama asal Jepang, marah kepada petugas Imigrasi Filipina yang menyebarkan foto paspornya secara online. Kasus ini bermula

  • 10 bulan lalu

    Indonesia Bisa Tiru Ketegasan Filipina Memberantas Narkoba

    MEDAN (EKSPOSnews): Gerakan Nasional Antinarkotika mengharapkan Indonesia dapat mencontoh semangat dan ketegasan dalam pemberantasan peredaran narkoba yang dilakukan oleh pemerintah Filipina.

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak