Sabtu, 30 Mei 2020
  • Home
  • Ragam
  • Dosen dan PNS yang Terlibat HTI Akan Diberhentikan

Dosen dan PNS yang Terlibat HTI Akan Diberhentikan

Oleh: Marsot
Minggu, 30 Jul 2017 04:51
BAGIKAN:
istimewa
HTI.
MALANG (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir memberikan dua pilihan kepada dosen dan pegawai negeri sipil di lingkungan perguruan tinggi yang terlibat dalam organisasi Hitbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Dosen dan PNS di lingkungan perguruan tinggi harus taat pada PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai yang menyatakan harus setia kepada Pancasila dan UUD 1945," kata M Nasir di sela pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional, di Malang, Jumat 28 Juli 2017.

Sesuai Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas dan keputusan Kemenkumham membubarkan HTI, lanjutnya, pegawai dan dosen yang terlibat dalam organisasi yang bersifat menyimpang dari empat pilar kebangsaan ini harus keluar dari organisasi tersebut atau apabila ingin bertahan, maka status pegawai negeri sipil (PNS-nya) dicabut.

PNS, katanya, bagian dari negara. Oleh karena itu, mereka harus mengikuti negara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Kebhinekaan dan NKRI. Rektor dan pembantu rektor harus mengawasi aktivitas di kampus mengingat dosen dan pegawai merupakan bagian dari WNI yang harus selalu dibina.

Ia mengatakan kebijakan yang diberlakukan untuk perguruan tinggi swasta akan melibatkan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis). Pemerintah juga akan menerapkan sistem yang hampir sama, hanya saja modelnya berbeda dan disesuaikan dengan regulasi di wilayah setempat.

Menurut M Nasir, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pimpinan perguruan tinggi beberapa hari lalu yang menghasilkan penyerahan pengawasan keterlibatan HTI pada kampus. "Untuk perguruan tinggi negeri (PTN), saya serahkan pengawasan pada rektor. Sedangkan perguruan tinggi swasta (PTS), saya serahkan pada Kopertis tiap-tiap wilayah. Ada 14 Kopertis di seluruh wilayah Indonesia," katanya.

Hanya saja, kata M Nasir, apa yang sudah disampaikan jangan sampai harus diulang berkali-kali. "Saya akan menanyakan perkembangan terkait data jumlah yang terlibat pada rektor dan Kopertis pada 10 Agustus mendatang, saat peringatan Hari Teknologi," ujarnya.

Jika ada dosen (PNS) di PT yang terlibat HTI, kata Nasir, akan dijatuhi sanksi tegas sesuai PP nomor 53 tahun 2010. "Tentu awalnya kami lakukan pendekatan persuasif, teguran, lalu peringatan 3 kali. Kalau masih tetap membandel, mereka disuruh memilih, tetap setia pada organisasi yang dilarang atau kembali ke-"pangkuan" pemerintah. Dan, saya yakin mereka masih tetap setia pada NKRI," ucapnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Ketua DPD Golkar Wonosobo Diberhentikan

    SEMARANG (EKSPOSnews): Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo Triana Widodo secara resmi diberhentikan dari jabatannya karena mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2

  • tahun lalu

    Zumi Zola Diberhentikan dari Gubernur Jambi

    JAMBI (EKSPOSnews): Zumi Zola Zulkifli resmi diberhentikan dari jabatan sebagai Gubernur Jambi menyusul ditandatanganinya surat pemberhentian Zumi Zola oleh Presiden RI, Joko Widodo."Keppres pemberhen

  • 2 tahun lalu

    Direktur Teknik Lion Air Diberhentikan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Lion Air menyatakan akan melaksanakan arahan dan keputusan Kementerian Perhubungan untuk merumahkan serta memberhentikan Muhammad Asif yang menjabat sebagai Direktur Teknik Lion

  • 2 tahun lalu

    Hakim Diberhentikan dengan Hormat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung melalui forum Majelis Kehormatan Hakim (MKH) memberhentikan hakim yustisia di Pengadilan Tinggi Gorontalo berinisial JWL."MKH memutuskan member

  • 2 tahun lalu

    Ketua Perindo Tual Diberhentikan karena Pelecehan Seks

    TUAL (EKSPOSnews): MI, Ketua Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Tual resmi diberhentikan dari jabatannya, setelah Polres Maluku Tenggara menetapkan dirinya sebagai tersangka pelaku tindak pidan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99