Jumat, 21 Sep 2018
  • Home
  • Ragam
  • Di Aceh Dilarang Duduk Semeja dengan Perempuan yang Bukan Muhrimnya

Di Aceh Dilarang Duduk Semeja dengan Perempuan yang Bukan Muhrimnya

Oleh: marsot
Kamis, 13 Sep 2018 09:22
BAGIKAN:
istimewa.
Aceh.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin mendukung kebijakan Bupati Bireuen Saifannur menerbitkan imbauan larangan bagi perempuan duduk semeja di warung kopi atau kafetaria dengan laki-laki yang bukan muhrimnya."Kami mendukung larangan ini. Kebijakan ini sangat bagus, mengingat Aceh merupakan daerah syariat Islam. Larangan ini untuk menegakkan syariat Islam," kata Tgk Muharuddin di Banda Aceh, Kamis 13 September 2018.

Menurut Tgk Muharuddin, tentunya kebijakan tersebut diterbitkan setelah Bupati Bireuen melihat kehidupan sehari-hari di wilayahnya. Kebijakan diterbitkan untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran syariat Islam di warung kopi maupun kafetaria.

Oleh karena itu, Tgk Muharuddin mengajak seluruh masyarakat Bireuen mematuhi imbauan tersebut. Sebab, imbauan tersebut lebih kepada kebaikan dan penegakan syariat Islam di Aceh.

"Semuanya dikembalikan kepada masyarakat. Kami atas nama DPR Aceh, kami mendukung imbauan Bupati Bireuen tersebut. Kami berharap imbauan ini tidak dibesar-besarkan. Semua pihak harus menghormati bahwa Aceh merupakan daerah syariat Islam," kata Tgk Muharuddin.

Terkait desakan pemberlakuan larangan bagi perempuan duduk satu meja dengan nonmuhrim di seluruh Aceh, Tgk Muharuddin mengatakan hal itu dikembalikan kepada para kepala daerah kabupaten/kota. Apakah mereka mau mengikuti kebijakan Bupati Bireuen atau tidak.

DPR Aceh, kata dia, melalui komisi terkait akan duduk dengan Dinas Syariat Islam dan Majelis Permusyawaratan Ulama mengkaji imbauan ini. Jika menurut para ulama dan dinas terkait perlu diterapkan, maka seruannya akan diberlakukan menyeluruh di Aceh.

"Yang perlu diketahui adalah seruan ini bukan melarang wanita di warung kopi atau kafetaria. Tapi, melarang perempuan mengopi duduk semeja dengan lelaki bukan nonmuhrim. Kalau mengopi dengan wanita atau keluarga, ya tidak masalah," ujar politisi Partai Aceh tersebut.

Sementara itu, Bupati Bireuen Saifannur mengatakan, larangan perempuan mengopi semeja dengan nonmuhrim di warung kopi atau kafetaria hanya sebatas imbauan. Tidak ada sanksi terkait yang melanggar seruan tersebut.

"Kami sebagai kepala daerah bertanggung jawab kepada masyarakat dan kepada Allah SWT. Untuk itu, kami mengimbau wanita tidak duduk semeja di warung kopi atau kafetaria dengan yang bukan muhrim. Apakah salah kami mengajak orang menjalankan Islam secara kaffah," kata Saifannur.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 19 jam lalu

    Transaksi Keuangan Mencurigakan di Aceh Melonjak

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menyatakan, hasil laporan transaksi keuangan mencurigakan, Provinsi Aceh termasuk peringkat ke-15 di Indonesia."PPATK mencatat

  • 4 hari lalu

    Garudafood Bangun Kampung Wirausaha Perempuan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Program "Kampung Wirausaha Chocolatos" dibangun oleh Garudafood Sehati untuk menumbuhkan karakter kewirausahaan bagi komunitas perempuan di tiga daerah, yakni Kabupaten Bogor, Ko

  • 4 hari lalu

    PLN Tanam Mangrove di Aceh

    JANTHO (EKSPOSnews): PT PLN (Persero) P3B Sumatera UPT Banda Aceh menanam sebanyak 1.000 pohon mangrove di Pantai Monsinget, Gampong (desa) Kajhu, Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.Manejer PT PLN (Per

  • 7 hari lalu

    Penyuap Gubernur Aceh Segera Diadili

    JAKARTA (EKSPOSnews): Bupati Bener Meriah non-aktif Ahmadi sebagai tersangka penyuap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf akan segera disidang dalam perkara dugaan penerimaan suap terkait pengalokasian dan pen

  • 7 hari lalu

    Perempuan Indonesia Jadi Inspirator

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara pembukaan Sidang Umum Dewan Perempuan Internasional (ICW) dan Temu Nasional 1.000 Organisasi Perempuan Indonesia memperkenalk

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99