Jumat, 28 Jul 2017
  • Home
  • Ragam
  • Awas...Harimau Sumatera Berkeliaran di Indragiri Hilir

Awas...Harimau Sumatera Berkeliaran di Indragiri Hilir

Oleh: Beng San
Rabu, 24 Mei 2017 17:22
BAGIKAN:
istimewa
Harimau Sumatera.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Harimau Sumatera liar yang masuk permukiman warga di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, diperkirakan berusia remaja yang sengaja memisahkan diri dari kelompoknya.

"Bisa jadi harimau ini berpisah dari keluarganya. Karena biasanya harimau remaja memang mencoba untuk berpisah, tapi biasanya nanti menyatu lagi dengan keluarganya. Apa lagi jika jenisnya jantan, biasa mencoba untuk mencari makan sendiri, begitupun kebiasaanya juga akan kembali bersama kelompoknya," kata Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Hutomo, ketika dihubungi wartawan dari Pekanbaru, Rabu 24 Mei 2017.

Hutomo menjelaskan, harimau ini berkeliaran di daerah Kanal 25 Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kab Inhil. Informasinya satwa belang itu sudah sepekan terakhir berkeliaran disana.

"Kalau dilihat dari foto harimau yang kita dapat dari pihak kepolisian, diperkirakan harimau itu remaja. Ya usianya sekitar empat tahunan," katanya.

Menurut dia, ada beberapa kemungkinan yang membuat harimau itu terpisah dari kelompoknya. Namun, untuk kembali lagi ke kelompoknya kondisi jelajahnya sudah tersekat-sekat.

"Mau kembali tapi wilayah jelajahnya sudah ada warga yang melintas, atau lokasinya sudah jadi perkebunan. Semua kemungkinan itu bisa terjadi," katanya.

Ia mengatakan kehadiran harimau di kampung tersebut, sebenarnya bukan untuk mengusik warga. Tapi wilayah itu juga bagian dari wilayah jelajah harimau. Ini karena desa tersebut juga tidak terlalu jauh dari kawasan hutan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan.

"Kita memang belum bisa memastikan dari mana harimau ini datangnya. Namun perkiraan kita, bisa jadi harimau itu dari SM Karubutan, karena wilayah desa itu juga wilayah jelajah harimau," katanya.

"Kalau kita lihat, kondisi alam di SM Kerumutan masih bisa harimau mencari makannya di sana. Hanya saja memang, kawasan desa tersebut bagian dari wilayah jelazahnya. Sebelum menuju ke desa, ada juga kawasan hutan tanaman industri yang harus dilaluinya," kata Hutomo ketika ditanya kemungkinan harimau keluar karena kesulitan mencari makanan.

BBKSDA, kepolisian dan WWF kini membentuk tim untuk mengidentifikasi masalah itu untuk memastikan langkah apa yang diambil demi menghindari konflik harimau dan manusia.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Panglima TNI Lepaskan Harimau Sumatera

    TAMBLING (EKSPOSnews): Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo melepasliarkan harimau sumatera bernama Mulli, di Tambling, Pesisir Barat, Lampung.Panglima TNI didampingi pengusaha nasional sekaligus pend

  • 5 bulan lalu

    Cagar Alam Maninjau Tempat Habitat Harimau Sumatera

    LUBUK BASUNG (EKSPOSnews): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat mengatakan hutan Cagar Alam Maninjau merupakan habitat binatang buas seperti harimau Sumatera dan beruan

  • 5 bulan lalu

    Kulit Harimau Sumatera Diperdagangkan di Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Tim Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPLHK) beserta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) dan Riau membekuk lima p

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak