Rabu, 24 Jul 2019

Arti Jambur Buat Warga Karo

Oleh: marsot
Minggu, 07 Apr 2019 09:07
BAGIKAN:
bnpb.
Gunung Sinabung.
MEDAN (EKSPOSnews): Jambur, bagi masyarakat Karo, merupakan gedung serba guna yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menggelar berbagai pertemuan dan pertunjukan.

Bangunan khas masyarakat suku Karo ini mudah ditemukan di desa-desa di Kabupaten Karo, termasuk di Kota Medan.

Jambur biasanya dipakai sebagai tempat hajat pesta adat Karo dan pertemuan lain yang melibatkan warga Karo dalam suka dan duka.

Pembangunan jambur biasanya didanai secara gotong royong atau patungan masyarakat desa. Ada juga Jambur dibangun oleh orang kaya dengan kepemilikan tunggal untuk disewakan pada saat acara suka dan duka

Sejalan dengan perkembangan zaman, Jambur itu bisa digunakan untuk banyak kegiatan lain masyarakat termasuk untuk aktivitas pemerintah terkait kepentingan masyarakat.

Salah satu contoh aktivitas pemerintah di jambur adalah menjadikan jambur itu sebagai tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilu.Pertemuan dengan tokoh masyarakat serta pertemuan antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Di Siosar, tempat korban erupsi Gunung Sinabung, jambur dipakai sebagai TPS sejak Pemilihan Gubernur 2018.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karo Gemar Tarigan membenarkan jambur di Siosar sebagai TPS di Pemilu 2019. Jambur menjadi tempat masyarakat memberikan suara dalam Merayakan Demokrasi Indonesia.

Jambur dimanfaatkan sebagai TPS untuk mempermudah warga Siosar menggunakan hak suaranya.

"Tidak mungkin ada warga yang tidak tahu di mana lokasi jambur," katanya.

Penempatan TPS di jambur juga untuk penghematan anggaran sekaligus menjaga keamanan dari banyak faktor seperti hujan.

Pendeta Gereja Bekera, Simacem, Rocky Marchiano Tarigan, menyambut baik pemamanfaat jambur sebagai TPS.

"Sepanjang kegiatan positif untuk kepentingan warga, tidak ada masalah," ujarnya.

Warga lain, Minah br Sitepu, menyatakan TPS di jambur justru memudahkan warga datang ke lokasi pencoblosan kertas suara.

Ia menceritakan, saat pemilihan gubernur tahun lalu, warga sejak pagi, sebelum berladang, sudah memadati TPS di Jambur.

Karena di Siosar ada tiga desa maka ada tiga jambur yang menjadi TPS.

Tiga jambur di Siosar dibangun pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejalan dengan pembangunan rumah dan fasilitas umum dan sosial lainnya di kawasan itu. Saat berkunjung ke jambur di Bekerah, Siosar, pekan lalu, kondisi jambur terlihat kurang terawat seperti plafon bolong.

Pemerintah pada 2016 menempatkan pengungsi asal Desa Bekerah dan Desa Simacem (Kecamatan Naman Teran) dan Desa Sukameriah Kecamatan Payung itu ke Siosar.

Kawasan Siosar merupakan wilayah yang berada di antara Kecamatan Merek dan Tiga Panah. Sejak Januari 2019 sudah ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri bahwa ketiga desa tersebut masuk di Kecamatan Tiga Panah.

Pengesahan wilayah Siosar di Kecamatan Tiga Panah sudah dilakukan Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri.

Data KPU setempat menunjukkan secara total di Kecamatan Tiga Panah ada 93 TPS untuk warga di 26 desa/kelurahan.

Di Kecamatan Tiga Panah, termasuk Siosar, ada pemilih sebanyak 24.493 jiwa terdiri atas pria 11.712 orang dan perempuan sebanyak 12.781 orang.

Jumlah pemilih sebanyak 24.493 jiwa, bertambah dari pemilu sebelumnya sebanyak 24.324 orang.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99