Rabu, 15 Agu 2018
  • Home
  • Ragam
  • Amerika Berlakukan Sanksi Bagi Iran

Amerika Berlakukan Sanksi Bagi Iran

Oleh: marsot
Selasa, 07 Agu 2018 09:47
BAGIKAN:
AP.
Bank di Iran.
WASHINGTON (EKSPOSnews): Amerika Serikat akan memberlakukan lagi sanksi atas Iran yang telah dibekukan berdasarkan kesepakatan nuklir bersejarah 2015, kata Pemerintah Presiden Donald Trump pada Senin (6/8), dalam upaya "meningkatkan tekanan atas Teheran".

Pada Senin pagi, seorang pejabat yang tak disebutkan jatidirinya mengatakan kepada media melalui telekonferensi bahwa tahap pertama sanksi, yang direncanakan berlaku pada pukul 12.01 waktu setempat Selasa (11.01 WIB). Sanksi itu ditujukan pada pembelian mata uang AS oleh Iran, perdagangan emas dan logam mulia lain, serta penggunaan grafit, alumunium, baja, batu bara dan perangkat lunak yang digunakan dalam proses industri.

Sanksi tersebut juga akan mempengaruhi transaksi yang berkaitan dengan rial Iran, pengeluaran utang luar negeri, dan sektor otomotif negeri itu, kata Xinhua.

Babak berikutnya, akan akan diberlakukan pada 5 November, akan ditujukan pada sektor pelabuhan Iran, energi, pelayaran dan pembuatan kapal, transaksinya yang berkaitan dengan minyak, dan kesepakatan bisnis oleh lembaga keuangan asing dengan Bank Sentral Iran.

Pemerintah Trump juga akan mendaftarkan kembali ratusan orang, kesautan, kapal, dan pesawat yang sebelumnya dimasukkan di dalam daftar sanksi.

Apa yang disebut sanksi "snapback" itu meliputi apa yang dicabut berdasarkan kesepakatan nuklir 2015 antara negara besar dunia dan Teheran mengenai pengekangan program nuklir Iran.

Presiden AS Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir itu pada Mei, sehingga memicu kecaman global dan mengakibatkan perpecahan di Eropa. Sebagian sekutu utamanya di Eropa telah berusaha mencegah kesepakatan 2015 tersebut berantakan.

Kendati ada protes dari sekutu Eropanya, Trump tetap menandatangani instruksi eksekutif pada Senin untuk menerapkan sanksi itu, dan mengatakan kebijakan AS terhadap Iran "dilandasi atas penilaian yang sangat jelas" mengenai pemerintah di negeri tersebut dan pengaruh regionalnya.

Ia kembali mengecam kesepakatan nuklir Iran, dan mengatakan itu "mengerikan dan sepihak" dan "telah gagal melindungi keamanan nasional AS".

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Pemimpin Tertinggi Iran Tolak Pembicaraan dengan Trump

    ANKARA (EKSPOSnews):Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei pada Senin menolak tawaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengadakan pembicaraan tanpa syarat guna memperbaiki hubungan

  • 5 hari lalu

    Amerika Serikat Vs Turki Makin Mendidih

    WASHINGTON (EKSPOSnews): Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat menaikkan tarif impor logam dari Turki sehingga membuat hubungan kedua negara itu semakin panas.Kebijakan itu membuat pasar fi

  • 7 hari lalu

    Melepas Lobster di Taman Wisata Perairan Pulau Pieh

    JAMBI (EKSPOSnews): Proses pelepasliaran puluhan ribu ekor benih lobster di kawasan konservasi Taman Wisata Perairan (TWP) Pulau Pieh, telah berjalan lancar dan berhasil dan diharapkan benih lobster d

  • satu minggu lalu

    Hakim Periksa Aliran Dana Pembelian Sabu Roro Fitria

    JAKARTA (EKSPOSnews): Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memeriksa aliran dana yang diduga terkait dengan transaksi pembelian sabu oleh artis Roro Fitria dari Wawan Hertawan.Dalam persida

  • satu minggu lalu

    Unjuk Rasa di Iran Meluas

    DUBAI (EKSPOSnews): Unjuk rasa terjadi di sejumlah kota di Iran sepanjang lima hari terakhir pada Sabtu, menjelang pemberlakukan kembali sanksi ekonomi dari Amerika Serikat, demikian kabar dari kantor

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99