Kamis, 17 Okt 2019
  • Home
  • Ragam
  • Ada Sisa Bom Peninggalan Jepang di Kaimana

Ada Sisa Bom Peninggalan Jepang di Kaimana

Oleh: marsot
Selasa, 02 Jul 2019 04:54
BAGIKAN:
istimewa.
Bom.
MANOKWARI (EKSPOSnews): Polisi menyita satu coolbox bom diduga peninggalan tentara Jepang di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.

"Semua ada 12 buah, di kemas dalam satu coolbox. Ini diamankan oleh tim dari Polsek Pelabuhan bersama petugas Kesatuan Pengamanan Pelabuhan Laut saat ada kapal sandar," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey di Manokwari, Senin 1 Juli 2019.

Pada operasi tersebut polisi juga mengamankan seorang pria yang membawa coolbox berisi bom ini. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri asal muasal serta motif pelaku.

Krey menjelaskan, dari keterangan pembawa bom, benda berbahaya itu bukan miliknya. Benda sisa perang dunia kedua ini hendak dikirim ke Tual Maluku Tenggara melalui kapal motor Erana yang sandar saat itu.

"Polres Kaimana masih menyelidiki pemilik barang bukti tersebut. Ini barang berbahaya, tidak boleh dimiliki sembarangan apalagi dijual belikan," katanya.

Menurutnya, kasus penemuan bom peninggalan perang dunia II sering terjadi di wilayah Papua Barat. Dari kasus yang selama ini yang ditangani, bom-bom tersebut masih aktif.

"Untuk kasus pengiriman dari Papua Barat keluar, sangat jarang dan hampir tidak ada. Tim dari Polres Kaimana masih mengembangkan kasusnya," katanya.

Selain mengungkap kasus tersebut, lanjut Krey, penyitaan dan penyelidikan dilakukan untuk mencegah penyalahgunan yang dapat membahayakan banyak orang.

"Kami belum tahu motivasinya, masih didalami untuk mengungkap siapa pemiliknya. Polisi patut curiga, pemeriksaan barang bukti juga akan dilakukan untuk memastikan apakah semua masih aktif atau tidak," ujarnya.

Mantan Kapolres Teluk Wondama ini mengimbau, masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri saat menemukan bom sisa perang di lingkunganya. Disarankan untuk segera menyampaikan informasi kepala kantor polisi terdekat jika mendapati bom.

"Tidak semua orang memahami bom sisa perang. Bayangkan kalau bom itu meladak ketika salah penyimpanan. Banyak orang yang bisa jadi korban," katanya. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Perawat yang Dikirim ke Jepang Meningkat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Jumlah perawat dan perawat lansia Indonesia yang dikirim ke Jepang dalam program “G to G” (government to government) atau antarpemerintah mengalami peningkatan dalam lima tah

  • 4 bulan lalu

    Jepang Buka Lowongan Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia

    MANADO (EKSPOSnews): Peluang kerja ke luar negeri terbuka lebar bagi calon-calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sulut yang ingin bekerja di negara Jepang."Hal ini menyusul ditandatanganinya Memor

  • 7 bulan lalu

    Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Jepang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono mengatakan pihaknya siap memenuhi kebutuhan Jepang akan tenaga kerja dari Indonesia.Dari siaran pers Kemnaker,  menyebutkan

  • 8 bulan lalu

    Ratusan Pemuda Aceh Ikuti Seleksi Magang ke Jepang

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh melakukan seleksi sebanyak 154 pemuda Aceh untuk magang ke Jepang selama ti

  • 11 bulan lalu

    Membuka Program Magang ke Jepang

    REJANG LEBONG (EKSPOSnews): Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu membuka program magang kerja untuk warga daerah itu ke Jepang.Kepala Disnaker Rejang Lebong D

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99