Jumat, 27 Apr 2018
  • Home
  • Ragam
  • 7 WNI Diduga Terlibat Terorisme di Marawi

7 WNI Diduga Terlibat Terorisme di Marawi

Oleh: Marsot
Rabu, 31 Mei 2017 17:42
BAGIKAN:
reuters
Tentara Filipina perang melawan terorisme.
JAKARTA (EKSPOSnews): Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merilis laporan Kepolisian Filipina bahwa tujuh warga negara (WNI) diduga terlibat jaringan terorisme di Kota Marawi, Mindanao, Filipina.

"Kepolisian Filipina melaporkan ada tujuh WNI yang patut diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Kota Marawi, Filipina," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 31 Mei 2017.

Ia mengatakan otoritas Filipina melalui Kepolisian Nasional Filipina (PNP) merilis tujuh WNI yang diduga terlibat jaringan terorisme di Kota Marawi, Filipina. Nama-nama ini kemudian diserahkan kepada Atase Kepolisian di Manila yang kemudian diserahkan ke Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

Berikut merupakan tujuh nama yang menjadi buronan: 1. Al Ikhwan Yushel Palembayan, 01 November 1991 No. Passport : A7985472 Berangkat ke Filipina tanggal 28 Maret 2017 2. Yayat Hidayat Tarli Kuningan, 25 April 1986 No Passpor : B 4422742 Berangkat ke Filipina pada 15 April 2017 bersama Anggara Suprayogi 3. Anggara Suprayogi Tangerang, 26 Desember 1984 No Passpor : B 4885536 NIK 3571092612840004 Jl. Lokapala III/21 rt 04 rw 08 kel. Cibodas kec. Cibodas Tangerang.

Berangkat ke Filipina pada tanggal 15 April 2017 bersama Yayat Hidayat Tarli 4. Yoki Pratama Windyarto Banjarnegara, 17 September 1995 No Passpor B 5743781 Berangkat ke Filipina tanggal 4 Maret 2017 5. Moch. Jaelani Firdaus Bekasi, 17 Mei 1991 NIK. 3673021705910008 Komp. Taman Angsoka permai RT/RW :003/003, Kel Kasimen, Serang, Banten Berangkat ke Filipina tanggal 7 Maret 2017 6. Muhamad Gufron Serang, 20 Oktober 1993 No Passpor: A 9265977 Berangkat ke Filipina tanggal 7 Maret 2017 7. Muhammad Ilham Syahputra Medan, 29 Juli 1995 No Passpor: A 9291582 Berangkat ke Filipina pada 29 November 2016.

"Saudara Muhammad Ilham Syahputra diduga telah tewas dalam pertempuran di Marawi. Tapi sampai sekarang belum ditemukan jasadnya," kata Martinus.

Menurut dia, ketujuh WNI tersebut masuk ke Negara Filipina secara legal.

Kendati demikian, keberadaan para WNI tersebut masih di Marawi atau tidak hingga saat ini masih belum diketahui. "Keberadaan mereka masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut," katanya.

Sumber: antara/reuters.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Slank Dinobatkan Jadi Duta Perlindungan WNI

    JAKARTA (EKSPOSnews): Grup band legendaris Slank telah dinobatkan menjadi Duta Perlindungan Warga Negara Indonesia 2017 oleh Kementerian Luar Negeri."Meskipun Slank ini mengusung genre musik rock, ker

  • 5 bulan lalu

    Hakim Federal Perintahkan Imigrasi AS Tunda Pemulangan WNI

    BOSTON (EKSPOSnews): Hakim federal memerintahkan pejabat imigrasi Amerika Serikat menunda pemulangan 51 orang Indonesia, yang tinggal secara tidak sah di New Hampshire.Penundaan itu dilakukan hingga k

  • 6 bulan lalu

    5 WNI Hangus Terbakar di Kedah

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Lima Warga Negara Indonesia (WNI) hangus terbakar dalam musibah kebakaran yang menghanguskan empat buah rumah di Kampung Sungai Gelugor, Taman Petani Jaya, Sungai Petani, Ke

  • 6 bulan lalu

    Jenazah 2 WNI Korban Longsor di Penang Dievakuasi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Jenazah dua Warga Negara Indonesia korban tanah longsor pada Sabtu (21/10) di TAR College Tanjung Bungah, Penang, Malaysia berhasil dievakuasi.Direktur Perlindungan WNI Kementeri

  • 8 bulan lalu

    Malaysia Tahan 24 Orang WNI

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (Maritim Malaysia) Daerah Maritim 18 Tawau telah menahan 24 warga negara Indonesia (WWNI) yang mencoba keluar dari Indonesia melalui j

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99