Jumat, 22 Sep 2017
  • Home
  • Ragam
  • 7 WNI Diduga Terlibat Terorisme di Marawi

7 WNI Diduga Terlibat Terorisme di Marawi

Oleh: Marsot
Rabu, 31 Mei 2017 17:42
BAGIKAN:
reuters
Tentara Filipina perang melawan terorisme.
JAKARTA (EKSPOSnews): Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merilis laporan Kepolisian Filipina bahwa tujuh warga negara (WNI) diduga terlibat jaringan terorisme di Kota Marawi, Mindanao, Filipina.

"Kepolisian Filipina melaporkan ada tujuh WNI yang patut diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Kota Marawi, Filipina," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 31 Mei 2017.

Ia mengatakan otoritas Filipina melalui Kepolisian Nasional Filipina (PNP) merilis tujuh WNI yang diduga terlibat jaringan terorisme di Kota Marawi, Filipina. Nama-nama ini kemudian diserahkan kepada Atase Kepolisian di Manila yang kemudian diserahkan ke Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

Berikut merupakan tujuh nama yang menjadi buronan: 1. Al Ikhwan Yushel Palembayan, 01 November 1991 No. Passport : A7985472 Berangkat ke Filipina tanggal 28 Maret 2017 2. Yayat Hidayat Tarli Kuningan, 25 April 1986 No Passpor : B 4422742 Berangkat ke Filipina pada 15 April 2017 bersama Anggara Suprayogi 3. Anggara Suprayogi Tangerang, 26 Desember 1984 No Passpor : B 4885536 NIK 3571092612840004 Jl. Lokapala III/21 rt 04 rw 08 kel. Cibodas kec. Cibodas Tangerang.

Berangkat ke Filipina pada tanggal 15 April 2017 bersama Yayat Hidayat Tarli 4. Yoki Pratama Windyarto Banjarnegara, 17 September 1995 No Passpor B 5743781 Berangkat ke Filipina tanggal 4 Maret 2017 5. Moch. Jaelani Firdaus Bekasi, 17 Mei 1991 NIK. 3673021705910008 Komp. Taman Angsoka permai RT/RW :003/003, Kel Kasimen, Serang, Banten Berangkat ke Filipina tanggal 7 Maret 2017 6. Muhamad Gufron Serang, 20 Oktober 1993 No Passpor: A 9265977 Berangkat ke Filipina tanggal 7 Maret 2017 7. Muhammad Ilham Syahputra Medan, 29 Juli 1995 No Passpor: A 9291582 Berangkat ke Filipina pada 29 November 2016.

"Saudara Muhammad Ilham Syahputra diduga telah tewas dalam pertempuran di Marawi. Tapi sampai sekarang belum ditemukan jasadnya," kata Martinus.

Menurut dia, ketujuh WNI tersebut masuk ke Negara Filipina secara legal.

Kendati demikian, keberadaan para WNI tersebut masih di Marawi atau tidak hingga saat ini masih belum diketahui. "Keberadaan mereka masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut," katanya.

Sumber: antara/reuters.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Malaysia Tahan 24 Orang WNI

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (Maritim Malaysia) Daerah Maritim 18 Tawau telah menahan 24 warga negara Indonesia (WWNI) yang mencoba keluar dari Indonesia melalui j

  • 2 bulan lalu

    Polisi Buru WNI Pemberi Fasilitas kepada Penjahat Siber Tiongkok

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Polri memburu warga negara Indonesia (WNI) penyedia tempat kontrakan untuk sindikat kejahatan siber asal Tiongkok yang digerebek di Pondok Ind

  • 12 bulan lalu

    3 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Dibebaskan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan tiga dari sembilan WNI yang disandera oleh kelompok separatis Filipina, Abu Sayyaf, telah dibebaskan di Pulau Jolo, perairan Su

  • tahun lalu

    AirAsia Bantu Pemulangan Warga Negara Indonesia dari Filipina

    JAKARTA (EKSPOSnews): AirAsia bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membantu pemulangan 168 Warga Negara Indonesia (WNI) korban penipuan agen perjalanan haji yang sebelumnya telah dita

  • tahun lalu

    10 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Diantar ke Rumah Gubernur Sulu

    SULU (EKSPOSnews): 10 ABK Warga Negara Indonesia (WNI) telah dibebaskan kelompok Abu Sayyaf pada Minggu siang hari ini. Seorang yang tidak diketahui secara misterius meninggalkan mereka di depan rumah

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak