Rabu, 19 Des 2018

11 Pangeran Arab Saudi Ditahan

Oleh: alex
Minggu, 07 Jan 2018 10:13
BAGIKAN:
reuters.
Arab Saudi.
RIYADH (EKSPOSnews): Pihak berwenang Arab Saudi telah menahan 11 pangeran setelah mereka berkumpul di sebuah istana kerajaan di Riyadh untuk memprotes langkah-langkah penghematan, yang termasuk penangguhan pembayaran tagihan fasilitas mereka, lapor media Saudi.

Layanan komunikasi pemerintah, Pusat Komunikasi Internasional, mengatakan pihaknya sedang mengecek laporan tersebut.

Arab Saudi, yang merupakan penghasil minyak terbesar dunia, telah menerapkan reformasi yang mencakup pemotongan berbagai subsidi, penerapan pajak nilai tambahan (VAT) serta pemangkasan tunjangan bagi para anggota keluarga kerajaan.

Reformasi dijalankan sebagai upaya untuk menangani penurunan harga minyak mentah hingga kerajaan itu mengalami defisit anggaran, yang diperkirakan mencapai 196 miliar riyal (sekitar Rp697,8 triliun) pada 2018.

Laman pemberintaan sabq.org mengatakan para pangeran itu berkumpul di sebuah istana kerajaan bersejarah, Qasr a-Hokm. Mereka menuntut agar kerajaan membatalkan keputusan yang menetapkan bahwa negara berhenti membayari tagihan air dan listrik para anggota keluarga kerajaan.

Mereka juga menuntut kompensasi atas putusan hukuman mati terhadap seorang sepupu mereka, lapor Sabq.org tanpa menyebutkan nama orang yang dimaksud.

"Mereka diberi tahu bahwa tuntutan-tuntutan mereka itu salah, tapi mereka menolak meninggalkan Qasr al-Hokm," kata Sabq, yang mengutip seorang sumber yang tidak disebutkan namanya.

"Perintah kerajaan dikeluarkan kepada para penjaga kerajaan ... untuk turun tangan dan mereka (para pangeran, red) ditangkap dan dimasukkan ke penjara al-Hayer untuk dipersiapkan menghadapi persidangan pengadilan." Sabq mengatakan bahwa para petugas yang menangkap para pangeran itu merupakan bagian dari sebuah unit beranggotakan lebih dari 5.000 personel yang terhubung dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Sang putra mahkota adalah sosok yang sedang memimpin gerakan reformasi. Gerakan itu antara lain telah mengepung lebih dari 200 pejabat tinggi, termasuk sejumla anggota keluarga kerajaan, yang dicurigai melakukan korupsi.

Media daring tersebut tidak memberikan rincian soal identitas para pangeran yang ditahan namun mengatakan bahwa pemimpin kelompok pangeran pemrotes itu berinisial S.A.S.

"Semua orang sama kedudukannya di depan hukum dan siapa pun yang tidak menjalankan peraturan dan perintah akan diadili, tidak peduli siapa pun dia," tambah laman media itu, Sabtu 6 Januari 2018.

Sumber: antara/xinhua.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Bonaran Situmeang Ditahan

    MEDAN (EKSPOSnews): Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara menahan mantan Bupati Tapanuli Tengah RBS dalam kasus dugaan penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil 2013.Kasu

  • 3 bulan lalu

    Karen Agustiawan Ditahan di Rutan Pondok Bambu

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung menegaskan kerugian keuangan negara akibat dugaan korupsi investasi PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009 mencapai Rp568 miliar.

  • 6 bulan lalu

    Mantan Bupati Tapteng Ditahan

    MEDAN (EKSPOSnews): Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara menahan mantan Bupati Tapanuli Tengah berinisial ST atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan proyek senilai Rp450 j

  • 10 bulan lalu

    Kapal Pesiar Equanimity Ditahan di Selat Bali

    DENPASAR (EKSPOSnews): Kapolda Bali Irjen (Pol) Petrus R. Golose menegaskan bahwa pihaknya membantu Bareskrim Mabes Polri dan Biro Investigasi Federal (FBI) dalam proses pengamanan kapal pesiar "Equan

  • 11 bulan lalu

    Mengapa Emirsyah Satar Belum Ditahan?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi terkait belum ditahannya dua tersangka tindak pidana korupsi suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Ro

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99