Minggu, 21 Jan 2018

11 Pangeran Arab Saudi Ditahan

Oleh: alex
Minggu, 07 Jan 2018 10:13
BAGIKAN:
reuters.
Arab Saudi.
RIYADH (EKSPOSnews): Pihak berwenang Arab Saudi telah menahan 11 pangeran setelah mereka berkumpul di sebuah istana kerajaan di Riyadh untuk memprotes langkah-langkah penghematan, yang termasuk penangguhan pembayaran tagihan fasilitas mereka, lapor media Saudi.

Layanan komunikasi pemerintah, Pusat Komunikasi Internasional, mengatakan pihaknya sedang mengecek laporan tersebut.

Arab Saudi, yang merupakan penghasil minyak terbesar dunia, telah menerapkan reformasi yang mencakup pemotongan berbagai subsidi, penerapan pajak nilai tambahan (VAT) serta pemangkasan tunjangan bagi para anggota keluarga kerajaan.

Reformasi dijalankan sebagai upaya untuk menangani penurunan harga minyak mentah hingga kerajaan itu mengalami defisit anggaran, yang diperkirakan mencapai 196 miliar riyal (sekitar Rp697,8 triliun) pada 2018.

Laman pemberintaan sabq.org mengatakan para pangeran itu berkumpul di sebuah istana kerajaan bersejarah, Qasr a-Hokm. Mereka menuntut agar kerajaan membatalkan keputusan yang menetapkan bahwa negara berhenti membayari tagihan air dan listrik para anggota keluarga kerajaan.

Mereka juga menuntut kompensasi atas putusan hukuman mati terhadap seorang sepupu mereka, lapor Sabq.org tanpa menyebutkan nama orang yang dimaksud.

"Mereka diberi tahu bahwa tuntutan-tuntutan mereka itu salah, tapi mereka menolak meninggalkan Qasr al-Hokm," kata Sabq, yang mengutip seorang sumber yang tidak disebutkan namanya.

"Perintah kerajaan dikeluarkan kepada para penjaga kerajaan ... untuk turun tangan dan mereka (para pangeran, red) ditangkap dan dimasukkan ke penjara al-Hayer untuk dipersiapkan menghadapi persidangan pengadilan." Sabq mengatakan bahwa para petugas yang menangkap para pangeran itu merupakan bagian dari sebuah unit beranggotakan lebih dari 5.000 personel yang terhubung dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Sang putra mahkota adalah sosok yang sedang memimpin gerakan reformasi. Gerakan itu antara lain telah mengepung lebih dari 200 pejabat tinggi, termasuk sejumla anggota keluarga kerajaan, yang dicurigai melakukan korupsi.

Media daring tersebut tidak memberikan rincian soal identitas para pangeran yang ditahan namun mengatakan bahwa pemimpin kelompok pangeran pemrotes itu berinisial S.A.S.

"Semua orang sama kedudukannya di depan hukum dan siapa pun yang tidak menjalankan peraturan dan perintah akan diadili, tidak peduli siapa pun dia," tambah laman media itu, Sabtu 6 Januari 2018.

Sumber: antara/xinhua.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Sipir LP Banda Aceh Ditahan

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh Kombes Pol T Saladin menyebutkan seorang oknum sipir Lembaga Permasyarakatan Banda Aceh ditahan karena diduga terlibat kerus

  • 2 minggu lalu

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Meranti Ditahan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Selatpanjang menahan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Meranti, Hariadi, terkait dengan statusnya sebagai tersangka korupsi pembangunan Dermaga S

  • 3 minggu lalu

    5 Tersangka Alkes Binjai Ditahan

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Binjai menahan lima tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan pada RSUD Djoelham Kota Binjai, Sumatera Utara senilai Rp14 miliar bersumber dari dana

  • 3 bulan lalu

    Ketua Pengadilan Tinggi Sulut dan Anggota DPR Ditahan KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ketua Pengadilan Tinggi Sulawsi Utara Sudiwardono dan anggota Komisi XI/Fraksi Partai Golkar DPR Aditya Anugrah Mohad di dua rumah taha

  • 4 bulan lalu

    Wali Kota Batu Ditahan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Batu Tahun 2017."KPK menahan keti

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99