Rabu, 27 Mei 2020
  • Home
  • Properti
  • Subsidi Silang Bantu Percepat Pembangunan Tol Trans Sumatera

Subsidi Silang Bantu Percepat Pembangunan Tol Trans Sumatera

Senin, 27 Jun 2016 10:36
BAGIKAN:
JAKARTA (EKSPOSnews): PT Hutama Karya (Persero) menilai mekanisme subsidi silang yang diterapkan pemerintah kepada investor jalan tol di Pulau Jawa bisa mempercepat pembangunan Tol Trans Sumatera.

Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Sigit Rusanto menegaskan subsidi silang tersebut dapat meringankan beban HK yang mendapat penugasan untuk membangun Trans Sumatera.

“Itu usulan bagus, mudah-mudahan bisa mempercepat. Kami sendiri belum tahu mekanisme pelaksanaannya akan seperti apa. Belum ada dari PPJT (Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol),” ujarnya.

Pmerintah coba melakukan terobosan dengan melakukan subsidi silang dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang membangun tol di Pulau Jawa untuk menyubang konstruksi tol Trans Sumatera. Upaya itu mulai dilakukan terhadap BUJT tol Batang"Semarang. Dalam masa pelelangan ulang tol tersebut, besarnya penawaran badan usaha untuk ikut membangun Trans Sumatera menjadi salah satu indikator dalam penilaian pemenang lelang.

Pemerintah menyatakan PT Jasamarga Semarang Batang selaku BUJT tol Batang"Semarang berhasil memenangkan tender tersebut karena menawarkan konstruksi tol Trans Sumatera sepanjang 25 kilometer untuk ruas Terbanggi Besar"Kayu Agung.

Meski demikian, subsidi silang tersebut diyakini belum akan memberikan dampak pada konstruksi Tol Trans Sumatera pada tahun ini. Pasalnya, pada tahun ini HK tengah mengejar konstruksi untuk dua ruas prioritas yakni Medan"Binjai dan Palembang"Indralaya yang pendanaannya dipenuhi melalui PMN dan pinjaman.

Perseroan juga belum memikirkan opsi lain pendanaan untuk ruas Bakauheni"Terbanggi Besar yang nilai investasinya mencapai Rp16,8 triliun. Manajemen HK memilih menyerahkan keputusan pendanaan seutuhnya kepada pemerintah.

Adapun untuk ruas lainnya seperti Pekanbaru"Dumai, HK akan segera membahas proposal pengajuan pinjaman Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) usai lebaran mendatang. Hal ini juga sebagai antisipasi bila usulan PMN 2017 yang diajukan untuk ruas tersebut akan mengalami pemangkasan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan mekanisme subsidi silang tersebut baru diterapkan dalam pembangunan tol di tanah air. Rencananya, subsidi silang untuk Trans Sumatera ini akan menjadi proyek percontohan bila pemerintah akan membangun jaringan tol yang kurang layak secara finansial di daerah lainnya.

“Modal konsep subsidi ini kita dorong sehingga tetesannya tidak berkumpul di sini. Kenyamanan di Jakarta kita perbaiki, tetapi pemerataan di Sumatera-nya ada. Pola-pola ini akan kita kembangkan,” ujarnya.

Dia mengatakan setelah Batang"Semarang, pemerintah berencana untuk menerapkan konsep subsidi silang pada lelang tol berikutnya seperti Jakarta"Cikampek Elevated dan Krian"Legundi"Bunder. Kedua tol ini dipilih karena dinilai sangat layak baik secara ekonomi maupun finansial, dan tetap dapat memberikan keuntungan bagi badan usaha.(em)

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99