Minggu, 27 Mei 2018
  • Home
  • Properti
  • Proyek Jalan Pearaja-Ambalo Berbiaya Miliaran Dikerjakan Asal Jadi

Proyek Jalan Pearaja-Ambalo Berbiaya Miliaran Dikerjakan Asal Jadi

Oleh: T. Simanullang
Sabtu, 27 Jan 2018 20:09
BAGIKAN:
istimewa.
Jalan Pearaja-Ambalo yang baru dikerjakan.
DOLOK SANGGUL (EKSPOSnews): Proyek pembangunan jalan hotmix Pearaja-Ambalo senilai Rp8,3 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 Kabupaten Humbang Hasundutan  (Humbahas), Sumatera Utara menjadi bahan perbincangan ditengah masyarakat.

Proyek dimenangkan PT Mitra Prima Graha itu dinilai dikerjakan asal asalan tanpa memperhatikan kualitas jalan karena pengerjaannya diduga tak sesuai bestek dan diaspal saat musim hujan.

Di sejumlah titik, jalan yang baru dikerjakan itu sudah berlubang dan terkelupas karena dikerjakan pada musim hujan.

Beberapa titik malah tampak rusak, karena dikerjakan pada saat hujan, berlumpur, tergenang air dan lapis resap pengikat (prime coat) sangat tipis. Parahnya batu tidak disusun rapi, sehingga jalan cepat rusak.    

Pengerjaannyapun terburu-buru dan terkesan dipaksakan karena sudah lewat waktu. Seharusnya dikerjakan Desember 2017 justru dikerjakan Januari 2018, sehingga berakibat kepada kualitas pekerjaan yang tidak sesuai dengan bestek.

"Memang jalan nampaknya mulus. Kualitas pengaspalan sangat diragukan sebab, prime coat tipis bahkan belang-belang," cibir salah seorang anggota group whatsApp Pearaja Sion Sibulbulon.

Berbagai netizenpun turut berkomentar macam macam. Tidak bisa disangkal karena yang komen adalah putra daerah itu sendiri yang berasal dari Dusun Pearaja dimana proyek berada.

Sekretaris umum Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli  (LSM Gema Peduli) di Humbahas Lamro Agave Meha justru sudah melakukan pengumpulan  bahan dan Keterangan (Pulbaket) guna melangkah ke penegakan hukum di Kejaksaan Tinggi Sumut ( Kejatisu).

"Kita sudah cukup bukti mulai pengerjaan di lapangan dan pasca dikerjakan yang hasilnya penuh pertanyaan, sembari mempersiapkan laporan ke Kejatisu," sebut Lamro Sabtu 27 Januari 2018.

Menurut Lamro, mengaspal di atas lumpur, Prime coat yang sangat tipis bahkan banyak yang tidak diprime coating padahal sangat mendasar sebagai pengikat aspal dengan base. "itulah kualitas bangunan pembangunan Jalan Pearaja-Ambalo yang bernilai fantastis itu," terangya.

"Kami berharap tim pemeriksa segera audit pekerjaan ini," tuturnya.

Rijal Ambarita selaku tim pengawas saat dikonfirmasi wartawan menyebutkan dirinya segera meminta kontraktor memperbaiki pekerjaannya.

"Karena pekerjaan itu masih tahap pemeliharaan, maka kita akan minta kontrakornya supaya memperbaiki pekerjaanya. Selama enam bulan itu masih tangung jawab mereka (kontraktor-red),"jelasnya sembari berjanji akan terus mengapresiasi laporan masyarakat pengguna jalan.  

Sementara Kadis PUPR Kabupaten Humbahas Jhonson saat di hubungi ke nomor 0813 60441xxx, onggah menjawab sekalipun nada dering aktif, dititip pesan singkat juga tidak dibalas.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99