Sabtu, 23 Jun 2018

Proyek Irigasi di Aceh Selatan Ambruk

Oleh: marsot
Selasa, 29 Mei 2018 07:19
BAGIKAN:
istimewa.
Irigasi.
TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Proyek peningkatan jaringan irigasi di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, sepanjang 1 Km lebih yang baru selesai dikerjakan tahun anggaran 2018 telah amruk.

Pantauan wartawan di Gampong (desa) Silolo, Kecamatan Pasie Raja, dinding saluran irigasi yang baru selesai beberapa bulan lalu bersumber dana APBK senilai Rp1,6 miliar itu sudah kelihatan amruk.Menurut petani, proyek itu keburu rusak diperkirakan karena proses pekerjaan yang dilaksanakan oleh oknum kontraktor tersebut asal jadi.

"Ya benar, belum sempat digunakan sudah rusak. Beberapa bagian bangunan irigasi itu ambruk ke sawah dan pengikatnya patah. Diduga proses pekerjaan proyek ini tak berkualitas karena sejumlah material yang digunakan tak sesuai RAB karena spesifikasinya banyak yang dikurangi," ungkapnya, Senin 28 Mei 2018.

Disebutkan, dari panjang jaringan irigasi tersebut sepanjang puluhan meter dinding irigasi sebelah sawah sudah tumbang atau ambruk ke sawah.

Balok pengikat semen bagian atas dari dinding irigasi sebelah badan jalan ke dinding irigasi sebelah sawah juga sudah banyak yang lepas sehingga dinding irigasi sebelah sawah tidak kokoh lagi.

Cepat robohnya dinding irigasi tersebut juga diduga karena pihak kontraktor pelaksana tidak menggali secara dalam pondasinya.

Diduga dinding irigasi langsung dicor diatas tanah tanpa diikat terlebih dulu dengan beton pondasi agar konstruksinya lebih kokoh.

Warga setempat khususnya para petani menyesalkan proses pekerjaan proyek konstruksi jaringan irigasi untuk mengaliri air ke lahan persawahan tersebut dibangun asal jadi.

Padahal, fasilitas infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan oleh petani untuk menyuplai air ke sawah.

"Kami berharap proyek jaringan irigasi tersebut dibangun lebih kokoh lagi bukan seperti itu belum dipakai sudah ambruk," ujar mereka.

Dikatakan, jaringan irigasi itu merupakan jalur satu-satunya menyuplai air ke lahan sawah.

"Seharusnya dibangun benar-benar berkualitas, sehingga bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu lama," imbuh petani setempat.Mereka berharap, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Bidang Pengairan yang mengelola pekerjaan proyek infrastruktur tersebut harus bertanggungjawab dengan cara segera memanggil pihak kontraktor untuk memperbaikinya.

Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Aceh Selatan, Surya Rahmadi menyatakan bahwa proyek peningkatan jaringan irigasi di Gampong Silolo yang telah rusak tersebut masih dalam proses pekerjaan dan belum dilakukan proses serah terima dari kontraktor pelaksana kepada Pemkab Aceh Selatan.

"Proyek itu masih dalam proses pekerjaan belum serah terima. Jika ada kerusakan masih menjadi tanggungjawab pihak kontraktor untuk memperbaikinya kembali," katanya singkat.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Menangkap Pelaku Ilegal Loging di Aceh Selatan

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Tim gabungan yang terdiri dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Subulussalam, Polres Aceh Singkil dan LSM Lingkungan melakukan operasi tangkap tangan pelaku ilegal l

  • 3 bulan lalu

    Saluran Irigasi di Aceh Selatan Tak Berfungsi

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Saluran irigasi sepanjang 1,7 Km yang baru selesai dibangun akhir 2017 dengan anggaran Rp1,7 miliar di Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, belum bisa difungsikan, ka

  • 4 bulan lalu

    Dokter Puskesmas di Aceh Selatan Mundur

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Sejumlah dokter umum Puskesmas di Kabupaten Aceh Selatan mengundurkan diri, karena mendapat honor Rp1 juta/bulan yang dinilai tidak sebanding dengan beban kerja yang dijalani.I

  • 4 bulan lalu

    Aceh Selatan Bedah Rumah Warga Miskin

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan merehap 163 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Tapaktuan sebagai bagian dari program kota tanpa kumuh (Kotaku) yan

  • 4 bulan lalu

    Longsor di Aceh Selatan

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Ruas jalan nasional di Kabupaten Aceh Selatan tertimbun longsor di kawasan Gunung Keramil, perbatasan Kecamatan Samadua dengan Tapaktuan, akibat hujan lebat yang mengguyur wila

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99