Minggu, 23 Feb 2020

Perumahan Fiktif di Bandarlampung

Oleh: alex
Kamis, 30 Nov 2017 19:36
BAGIKAN:
istimewa.
Perumahan.
BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Lembaga Bantuan Hukum Bandarlampung mendampingi ratusan warga yang melaporkan dugaan menjadi korban penipuan perumahan fiktif PT Patala Global Perdana (PGP) ke Polresta Bandarlampung.

"Ratusan warga yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan perumahan oleh PT PGP itu telah mendatangi Polresta Bandarlampung untuk mengadu dan melapor terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh perusahaan pengembang perumahan itu," kata Staf LBH Bandarlampung Kodri Ubaidillah selaku Penanggungjawab Perkara, mendampingi Direktur LBH Bandarlampung Alian Setiadi, di Bandarlampung, Kamis 30 November 2017.

Warga yang merasa tertipu merupakan konsumen atau pembeli perumahan yang dibangun oleh PT PGP.

"Kami telah mendampingi tujuh korban konsumen investasi perumahan oleh PT PGP untuk membuat laporan polisi di Polresta Bandarlampung," kata Kodri.

Pengaduan warga itu, antara lain diterima LBH Bandarlampung dari konsumen perumahan yang ditengarai bermasalah, dibangun oleh pengembang PT PGP dan menaungi empat kawasan perumahan, yakni Perumahan Bumi Kesuma Residence di Sukadanaham Bandarlampung, Perumahan Bumi Rajabasa Residence di Kecamatan Rajabasa, Perumahan Bumi Kedamaian Residence di Kecamatan Kedamaian, dan Perumahan Candi Mas Natar Residence di Natar, Lampung Selatan.

Ratusan warga yang sudah memesan perumahan yang dipasarkan oleh perusahaan tersebut telah memberikan kuasa khusus kepada LBH Bandarlampung.

Sebagian besar perumahan yang dibangun oleh PT PGP itu adalah perumahan bersubsidi, seperti Perumahan Bumi Rajabasa Residence, Bumi Kesuma Residence, dan Candi Mas Residence seluruhnya merupakan perumahan bersubsidi.

Para konsumen perumahan itu mengeluhkan bahwa mereka sudah menyetorkan uang sebesar Rp25 juta hingga Rp375 juta kepada PT PGP. Penyetoran uang dilakukan setelah memesan rumah yang diinginkan kepada PT PGP sebesar Rp3 juta, dan selanjutnya dilakukan pembayaran uang muka (DP) perumahan dimaksud.

Realitasnya kebanyakan warga sudah melunasi DP sejak 2016 sampai 2017 awal, namun sampai sekarang belum ada kejelasan rumah yang mereka beli. Pengembang dimaksud telah mengeluarkan surat pemberitahuan pembangunan perumahan pada 31 Mei 2017 dan menjelaskan bahwa pembangunan perumahan akan dilanjutkan paling lambat pada bulan Juli 2017, apabila sampai pada waktu yang sudah ditentukan belum berjalan maka pihak perusahaan akan bertanggung jawab penuh terhadap konsumen perumahan tersebut.

LBH Bandarlampung menerima pengaduan masyarakat yang menjadi korban atas pembelian rumah yang bermasalah itu, dengan melampirkan identitas diri, berkas-berkas pengajuan perumahan dan bukti-bukti pembayaran, sehingga terkumpul oleh posko mencapai 114 orang dengan kerugian mencapai sekitar Rp4,1 miliar.

"Masyarakat yang mengadu itu datang langsung ke kantor LBH Bandarlampung, melalui telepon dan email," kata Kodri.

Direktur LBH Bandarlampung Alian Setiadi dengan tegas menyatakan bahwa mendapatkan perumahan yang layak merupakan hak bagi setiap warga negara. Terlebih dalam permasalahan ini, perumahan yang dibangun oleh PT PGP sebagian besar merupakan perumahan bersubsidi.

Ia menyatakan, dilihat dari peruntukannya, perumahan bersubsidi merupakan perumahan yang diberikan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

LBH Bandarlampung, menyikapi telah ditangkap dan ditahan terduga pelaku penipuan tersebut oleh jajaran Poresta Bandarlampung menyampaikan apresiasi atas kinerja pihak kepolisian yang sudah mengamankan terduga pelaku penipuan pengadaan perumahan yang sudah meresahkan masyarakat.

"Kami meminta kepada penegak hukum dalam hal ini Poresta Bandarlampung untuk bersikap objektif dan mengungkap keterlibatan oknum yang merugikan masyarakat dalam kasus itu," katanya.

LBH Bandarlampung juga mengimbau kepada korban perumahan di daerah ini, untuk melaporkan kasusnya dengan membawa bukti-bukti pembayaran perumahan ke Polresta Bandarlampung.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 11 bulan lalu

    Polda Lampung Selidiki Temuan Sabu-Sabu di Lapas Bandarlampung

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung sedang menyelidiki ratusan paket sabu-sabu yang masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung beberapa hari

  • 2 tahun lalu

    Dosen Cabul di Bandarlampung

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung mendorong proses hukum atas peristiwa dugaan tindakan asusila menimpa DC (22) mahasiswi FKIP Universitas Lampung dilakukan oleh ok

  • 2 tahun lalu

    Tingkat Hunian Hotel di Bandarlampung Turun

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bandar lampung selama Agustus 2017 tercatat 48,62 persen, turun 3,90 poin dibandingkan Juli 2017."TPK akomodasi lainnya d

  • 2 tahun lalu

    BPOM Bandarlampung Temukan Obat Ilegal

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Bandarlampung dalam tahun ini menemukan 173 item obat tanpa izin edar dan obat di sarana tanpa kewenangan."Dari hasil pengawasan sedia

  • 2 tahun lalu

    Tunjangan ASN Pemkot Bandarlampung Segera Cair

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Bandarlampung segera membayarkan tunjangan kinerja bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk bulan Mei dan Juni 2017."Kami akan bayarkan tunjangan kinerja bula

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99