Senin, 22 Okt 2018

Penipuan Properti di Bandung

Oleh: marsot
Rabu, 19 Sep 2018 04:10
BAGIKAN:
istimewa.
Properti.
BANDUNG (EKSPOSnews): Polrestabes Bandung selidiki kasus penipuan pembangunan perumahan di Bandung yang mengakibatkan sebanyak 135 orang diduga menjadi korban penipuan berkedok properti yang dilakukan kelompok usaha PT Syna Group dengan kerugian mencapai Rp11,4 miliar.

"Kami melaporkan kasus ini ke Polrestabes Bandung terkait penipuan pembangunan perumahan di Bandung," ujar kuasa hukum korban, Yun Ermanto, di Mapolrestabes Bandung, Selasa 18 September 2018.

Yun mengatakan, Syna Group merupakan kelompok usaha yang terdiri dari tiga perusahaan, yaitu PT Anairis Putri Cahaya, PT. Jaka Tingkir Abadi, dan PT Bandung International Property.

Kelompok usaha pimpinan Iwan Cica Erlangga ini, menjual unit perumahan di empat lokasi yang ada di Bandung raya yakni Syna Sindanglaya, Syna Cikadut, Syna Cigendel, dan Syna Cikancung. Mereka menawarkan pembangunan perumahan tipe 36 dengan harga murah yakni Rp105 juta per unit apabila dibayar secara tunai dan Rp270 juta jika dicicil.

Sejak ditawarkan pada 2016, tak ada satupun perumahan di empat lokasi tersebut selesai pembangunannya. Bahkan, kantor-kantor perusahaan Syna Grup yang ada di Kota Bandung telah tutup.

Mencium adanya gelagat penipuan serta tidak kooperatifnya pihak Syna Grup dalam menjelaskan duduk perkara perihal belum selesainya rumah, para korban pun melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Bandung.

"Pada tahun 2016, konsumen Syna Sindanglaya melaporkan kasus mandegnya pembangunan kepada kepolisian," kata dia.

Pada 2017 anak perusahaan Syna Grup, PT Anairis Putri Cahaya, kembali membangun perumahan di Cikadut dan kembali memakan korban. Merasa geram, konsumen kemudian mencari keberadaan Iwan dan berhasil terlacak di Tasikmalaya. Di Tasik, Iwan diduga kembali membuka proyek perumahan Syna.

"Konsumen didampingi aparat setempat, menangkap Iwan di Tasikmalaya saat ia akan kembali membangun proyek perumahan yang diduga bodong di sana," katanya.

Merasa ada pelaku lain selain Iwan, pada Maret 2018 konsumen Cikadut pun berbondong-bondong melaporkan Wildan Amarul Husna selaku Direktur Utama PT. Anairis Putri Cahaya dan Ajeng Kartini selaku Direktur Keuangan PT Anairis Putri Cahaya. Pelaporan tahun 2016 pun diangkat kembali.

"Wildan berhasil diamankan polisi di Bandung, sementara Kartini ini dalam catatan polisi itu DPO," kata dia.

Ia berharap polisi bisa segera menangkap Ajeng Kartini untuk membuka seluruh aliran dana dari konsumen.

"Persoalan kunci di si Ajeng Kartini. Dari Kartini ditangkap kita bisa mengetahui aliran dana dari konsumen," kata dia.

Sementara itu, salah satu korban Syna Group, Teguh Arifin (29) mengatakan, awalnya ia tidak merasa ada kejanggalan terhadap bisnis properti yang akan dikembangkan perusahaan tersebut.

Harga yang ditawarkan murah, ia mencoba mencari informasi mengenai lahan yang akan dibangun, dan menanyakan kelengkapan dokumen-dokumen.

"Makanya saya dengan survei ada, pengerjaan ada, alat-alat berat ada, itu meyakinkan saya. Awalnya tidak ada kecurigaan," kata dia.

Ia pun kemudian memberikan uang sebesar Rp315 juta untuk tiga unit rumah. Lama terdengar kabar rumah belum selesai, ia kemudian kembali melakukan survei dan menemukan lahan di Cikadut telah disegel Pemkab Bandung.

Teguh lantas menanyakan ke pihak pemerintah kabupaten dan mendapat info bahwa pembangunan perumahan di Cikadut ilegal.

"Tapi dalam perjalanan tanah (di Cikadut) tersebut dalam bentuk sengketa, karena belum ada transaksi antara pemilik rumah awal sama Syna Group, dan tidak ada IMB (izin mendirikan bangunan)," kata dia.

Ia berharap kasus yang menimpanya bersama ratusan warga lainnya segera selesai dan uang yang telah disetorkan bisa kembali lagi.

"Semoga polisi mengusut tuntas, ini miliaran rupiah," katanya.

Saat mencoba mengonfirmasi dugaan penipuan tersebut nomor kontak PT Anairis Putri Cahaya sudah tidak tersambung, sementara alamat kantor PT Syna Group di Jalan AH Nasution nomor 57 telah berubah menjadi dealer motor.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Pesta Seks di Bandung Digagalkan

    BANDUNG (EKSPOSnews): Petugas gabungan dari Satpol PP, polisi, dan TNI berhasil menggagalkan rencana pesta seks yang hendak dilakukan oleh sekelompok pemuda di salah satu kamar hotel di Kota Bandung."

  • 2 bulan lalu

    Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Dipercepat

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) sebagai salah satu anggota Konsorsium Kontraktor Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (HSRCC) mempercepat konstruksi setelah China Devel

  • 2 bulan lalu

    Garuda Resmikan Rute Palembang-Lampung-Bandung

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia resmi meluncurkan rute penerbangan terbaru Palembang-Lampung-Bandung (pergi-pulang) yang akan dioperasikan menggunakan pesawa

  • 6 bulan lalu

    KPK Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah RTH Bandung

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK menetapkan tiga orang tersangka korupsi Pengadaan Tanah untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di pemerintah kota Bandung pada tahun 2012-2013."Terkait hal tersebut, KPK meningkatka

  • 6 bulan lalu

    PDI Perjuangan Pecat Bupati Bandung Barat

    BANDUNG (EKSPOSnews): Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan memecat Bupati Bandung Barat Abubakar sebagai kader partai tersebut karena terlibat dalam tindak pidana korupsi."Partai juga memberhen

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99