Rabu, 19 Des 2018
  • Home
  • Properti
  • Pembebasan Lahan Tol Banda Aceh Ditargetkan 2 Tahun

Pembebasan Lahan Tol Banda Aceh Ditargetkan 2 Tahun

Oleh: Jallus
Jumat, 16 Nov 2018 04:30
BAGIKAN:
istimewa.
Tol Trans Sumatera.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah menargetkan, pembebasan lahan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh sepanjang 73 kilometer akan dilakukan dalam dua tahun.

"Insya Allah, pembebasan tol ini akan kita selesaikan dalam waktu dua setengah tahun. Kira-kira pertengahan 2020," beber Nova usai menyerahkan ganti rugi 20 bidang tanah ruas tol ini di Banda Aceh, Kamis 15 November 2018.

Ia mengatakan, seyogyanya pembebasan di ruas jalan tol ini sudah selesai pada pertengahan tahun 2018, tapi masih tejadi permasalahan di lapangan termasuk memenangkan gugatan di pengadilan.  Dewasa ini keberadaan jalan tol di provinsi paling Utara itu sangat dibutuhkan masyarakat, akibat jalur transportasi yang ada selama ini dirasakan tidak lagi cukup memadai bagi mendukung gerak pembangunan di daerah.

"Alhamdulillah, masalah itu dapat kita atasi dengan memperkuat dialog dan musyawarah. Akhirnya tercapai kata sepakat, dan hari ini kita melakukan seremonial penyerahan ganti rugi atas pengadaan tanah di dua kecamatan, yakni Blang Bintang dan Montasik," katanya.

"Saya berharap bagi yang telah menerima hari ini 20 bidang dapat memberitahu, dan mengimbau kepada saudara-saudara kita yang lain untuk mendukung pembangunan tol ini. Karena muara nanti pergerakan ekonomi lebih meningkat," tutur Nova.

Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo sebelumnya mengatakan, ruas tol Sigli-Banda Aceh terbagi enam seksi, yakni Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13 kilometer (km), dan seksi Blang Bintang-Kutobaro sepanjang delapan km. Lalu Seksi Kutobaro-Simpang Baitussalam sepanjang lima km, Seksi Padang Tiji-Seulimeum 26 km, Seksi Seulimeum-Jantho sepanjang 6 km, dan seksi Jantho-Indrapuri sepanjang 16 km.

Seperti diketahui,  Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ruas Sigli-Banda Aceh, Jumat, 20 Juli 2018.

"Dengan ditekennya PPJT ini, maka proses pembangunan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh kami targetkan selesai tahun 2022 dengan asumsi pembebasan lahan seluruhnya paling lambat pada Maret 2020," kata Bintang.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I (BPJN I) Banda Aceh menyatakan, pembebasan tanah untuk pembangunan jalan bebas hambatan Sigli-Banda Aceh ditargetkan tuntas pada 2019.  Ia menyebut, pada tahap awal panjang jalan tol Sigli-Banda Aceh yang akan dibangun mencapai 74 kilometer, dari jarak kedua wilayah itu sepanjang 120 kilometer.

Jalan tol Sigli-Banda Aceh merupakan bagian dari jalan bebas hambatan trans Sumatra. "Pembebasan tanahnya ditargetkan tuntas tahun depan, sedangkan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunannya sudah bisa dilakukan pada 2018," kata Kepala BPJN I Banda Aceh, Fathurrahman. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • kemarin

    Mass Rapid Transit Akan Dibangun di Banda Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan awal tahun depan pihaknya akan membangun sistem transportasi massal berupa jalan Mass Rapid Transit (MRT) di pusat ibu

  • 3 minggu lalu

    Adhi Karya Dapat Kontrak Pengerjaan Tol Sigli-Banda Aceh

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Keuangan PT Adhi Karya Entus Asnawi mengungkapkan perseroan tersebut akan mendapatkan kontrak baru senilai Rp12,7 triliun, yang terdiri dari Tol Sigli-Banda Aceh, Tol Da

  • 2 bulan lalu

    Kejari Banda Aceh Tahan Koruptor Pembangunan Kemenag Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh menahan seorang tersangka korupsi perencanaan pembangunan Kantor Wilayah Kementerian Aceh Provinsi Aceh.Kepala Kejari Banda Aceh Erwin Des

  • 4 bulan lalu

    Kejari Banda Aceh Eksekusi Koruptor Pengadaan Mobil Damkar

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh mengeksekusi seorang terpidana korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran senilai Rp17,5 miliar.Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Ba

  • 8 bulan lalu

    Banda Aceh Butuh Dana untuk Membangun Instalasi Air Bersih

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyatakan pemerintah kota membutuhkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk menyelesaikan persoalan air bersih di ibu kota Provinsi Aceh it

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99