Rabu, 20 Jun 2018
  • Home
  • Properti
  • Pembangkitan Jawa-Bali Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas Aceh

Pembangkitan Jawa-Bali Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas Aceh

Oleh: Jallus
Jumat, 05 Jan 2018 04:38
BAGIKAN:
pln.co.id
PLTG.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menargetkan pembangunan Mobile Power Plant (MPP) Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Aceh Fase I 50 megawatt di Gampong Ladong, Kabupaten Aceh Besar akan tuntas 2018.

"Kami akan bekerja optimal agar MPP PLTG Aceh ini dapat tuntas secepatnya dan akan dapat beroperasi pada awal 2019. Kita akan upayakan pengoperasinnya dapat dilakukan tahun 2018," kata Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara di Aceh Besar, Kamis 4 Januari 2017.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela pembangunan Fase I 50 MW yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di kawasan Gampong Ladong, Kabupaten Aceh Besar.

Ia menjelaskan pembangunan tersebut merupakan tindaklanjut dari penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik pada tanggal 27september 2017 antara PT PLN (Persero) dengan PT PJB.

Menurut dia MPP Aceh merupakan proyek pertama bagi PJB di regional Sumatera. MPP Aceh akan dibangun di atas lahan seluas 4,7 hektar yang akan mampu meningkatkan tegangan yang sebelumnya sebesar 128 menjadi 149 kv pada sistem kelistrikan Sumatera.

Selain itu, MPP Aceh juga meningkatkan kualitas pasokan listrik dan keandalan serta antisipasi pertumbuhan beban pada sistem Aceh di mana semakin meningkatnya kegiatan ekonomi industri masyarakat sekitar dan iklim investasi di kota Aceh.

"Untuk wilayah Aceh kita akan dibangun dua MPP dengan total kapasitas 150 Mw. Tahap awal PJB akan membangun MPP Aceh Fase l berkapasitas 50 MW dan kemudian akan dilanjutkan Fase ll berkapasitas 100 MW," katanya.

Ia mengatakan pembangunan MPP Aceh tersebut merupakan proyek yang dibangun sebagai pelaksanaan program kelistrikan 35.000 MW.

"MPP yang dibangunn di Aceh juga sebagai upaya meningkatkan rasio elektrifikasi daerah terpencil dengan konsep mesin yang mudah dipindah-pindahkan (moble), pengoperasian yang ramah lingkungan dan pembangunan dalam waktu yang singkat," katanya.

PJB mendapat penugasan dari PT PLN (Persero) untuk menyelesaikan proyek di lima lokasi Indonesia yaitu Sumatera, Sulawesi, Maluku, Jawa Bagian Timur, Bali dan Papua dengan kapasitas total sebesar 500 MW.

Kepala Divisi operasi Regional Sumatera, Supriyadi mengatakan dengan pembangunan MPP tersebut akan mempau memenuhi kebutuhan listrik di provinsi ujung paling barat Indonesia itu di masa mendatang.

"Kondisi sistem ketenagalistrikan di Aceh masih perlu mendapat perhatian, dimana dalam kondisi tertentu masih dirasakan adanya pemadaman. Ini bukan karena daya pembangkit listrik yang terpasang di Aceh kurang namun lebih disebabkan oleh terjadinya gangguan atas beberapa unit pembangkit," katanya.

Menurut dia kapasitas pembangkit di Aceh sudah lebih dari cukup, akan tetapi karena sistem ketenagalistrikan di Aceh terkoneksi dengan sistem ketenagalistrikan Sumatera Bagian Utara, sehingga apabila terjadi gangguan di daerah lain, maka sebagian pasokan listrik dari Aceh Juga dipergunakan untuk memasok daerah lain.

Pembangunan Mobile Power Plant Banda Aceh selain untuk memperkuat sistem ketenagalistrikan di Aceh, juga untuk memperkuat sistem ketenagalistrikan Sumatera bagian utara.

Ia menambahkan dalam menopang beban di Aceh dan sekitarnya, PJB juga telah mengoperasikan PLTMG Arun dengan kapasitas 184 Mw, di mana untuk operasionalnya, dari total 104 pegawai 85 diantaranya merupakan putera daerah asli Aceh.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99