Minggu, 19 Mei 2019

Pasar Properti di Jakarta Menuggu Pemulihan

Oleh: marsot
Kamis, 22 Nov 2018 18:16
BAGIKAN:
istimewa.
Apartemen di Jakarta.
JAKARTA (EKSPOSnews): Konsultan properti, Colliers International, menyatakan pasar properti yang terdapat di wilayah Jakarta saat ini menunggu adanya momentum untuk pemulihan terutama setelah penyelenggaraan pada Pemilu 2019.

"Pasar properti Jakarta sekarang menunggu momentum untuk pemulihan, setidaknya setelah beberapa bulan setelah pemilu," kata Head of Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis 22 November 2018.

Menurut dia, meski mengalami stagnasi, tetapi pasar properti di Jakarta dinilai tetap tidak bisa ditandingi oleh pasar yang ada di negara berkembang lainnya.

Ferry mengingatkan bahwa sejumlah perusahaan teknologi finansial pada saat ini sudah memulai untuk memperluas dengan mencari ruang kerja baru yang lebih besar.

Sebelumnya, Colliers International menyatakan bahwa kondisi perkantoran di wilayah Jakarta dinilai masih stagnan antara lain karena banyaknya pasokan perkantoran baru di Ibu Kota.

"Secara umum belum ada perubahan signifikan, artinya kondisi sekarang masih mrerfleksikan kondisi pada kuartal sebelumnya. Kami perkirakan sampai akhir tahun 2018, tingkat hunian perkantoran di CBD (sentrabisnis) di Jakarta kemungkinan akan terus turun," kata Ferry Salanto, dalam paparan properti di Jakarta, Rabu (3/10).

Menurut dia, salah satu penyebab dari fenomena tersebut adalah proyeksi suplai atau pasokan perkantoran yang sangat besar pada tahun 2018 ini, yang diperkirakan mencapai sekitar 600 ribu meter persegi.

Padahal, Ferry mengingatkan bahwa volume aktivitas sewa menyewa di ruang perkantoran Jakarta masih lebih kecil dibandingkan volume pasokan perkantoran yang masuk sehingga dinilai belum ada titik keseimbangan.

Ia juga mengungkapkan, karena banyaknya pasokan perkantoran yang masuk maka kemungkinan jumlah tingkat hunian perkantoran di wilayah Jakarta akan turun sampai sekitar 80 persen, dari posisinya pada saat ini sekitar 82,8 persen.

Ferry juga memaparkan, pada tahun ini juga dipenuhi dengan berbagai sentimen faktor nonteknsi antara lain kondisi tahun politik yang juga mempengaruhi perilaku investor properti.

Berbeda dengan di CBD atau sentrabisnis Jakarta, di kawasan non-CBD tingkat okupansi dinilai masih tinggi, tetapi baru akan terasa pada tahun depan karena pasokan akan bertambah di non-CBD terutama pada 2019.

"Tahun depan dengan pasokan yang cukup tinggi, okupansi juga diperkirakan akan turun menjadi 80 persen pada 2019," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Pembangunan LRT Hampir Rampung

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pembangunan moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jakarta sudah hampir mencapai 100 persen dalam segala aspek sehingga dinyatakan telah siap untuk beroperasi dalam waktu dek

  • 3 minggu lalu

    Mendistribusikan Kartu Lansia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Bank DKI bersama Dinas Sosial DKI Jakarta mendistribusikan Kartu Lansia Jakarta (KLJ) untuk tahun 2019 kepada 40.419 warga lanjut usia (lansia) penerima.Pendistribusian KLJ, sala

  • satu bulan lalu

    MRT Jakarta Berlakukan Finalti

    JAKARTA (EKSPOSnews): Operator angkutan masal Moda Raya Terpadu, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, memberlakukan sistem penalti dengan denda yang mengacu pada tarif perjalanan pada pengguna yang ti

  • satu bulan lalu

    Bagaimana Membangun Jaringan Telekomunikasi di MRT Jakarta?

    BANYUWANGI (EKSPOSnews): PT XL Axiata Tbk. akan mendorong pengadaan layanan jaringan telekomunikasi di jalur Moda Raya Terpadu (MRT) fase 1 Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia yang belum tersedia sec

  • 2 bulan lalu

    Pengembang Rem Pembangunan Hotel di Jakarta

    JAKARTA (EKSPOSnews): Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa pengembang di  DKI Jakarta  tidak lagi agresif dalam membangun hotel baru di kawasan Ibu Kota."Ada kecenderun

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99