Rabu, 14 Nov 2018
  • Home
  • Properti
  • Menjadikan KEK Arun Fokus dalam Pengembangan Usaha

Menjadikan KEK Arun Fokus dalam Pengembangan Usaha

Oleh: alex
Rabu, 13 Des 2017 05:19
BAGIKAN:
istimewa.
Arun.
LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menginginkan semua pusat administrasi dan perizinan terhadap pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dilakukan di lokasi itu sendiri, sehingga lebih fokus dalam pengembangan usaha.

Wakil Wali Kota Lhokseumawe Yusuf Muhammad di Lhokseumawe,  mengatakan, terpusatnya pengelolaan KEK itu sendiri juga agar tujuan dari pembentukan kawasan khusus ekonomi tersebut dapat tercapai sebagiamana diharapkan dan memberi dampak multi efek player kepada masyarakat.

Ia menyatakan, direncanakan pengelolaan dan para pelaku pelaksana dilakukan di Banda Aceh.

"Bukan hanya pengelolaannya saja yang dilakukan di Ibukota Provinsi Aceh itu, tapi juga terkait dengan berbagai perizinannya," ujar dia, Selasa 12 Desember 2017.

Ia menilai, kurang tepat apabila kawasan KEK ada di Lhokseumawe dan di Kabupaten Aceh Utara, tetapi semua pengelolaannya dilakukan di Banda Aceh.

Padahal, kata dia, dalam aturan PP Nomor 5 Tahun 2017 tentang KEK Arun Lhokseumawe, jelas dinyatakan kawasan KEK Arun Lhokseumawe, terletak di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Lanjutnya, tidak ada alasan kuat pelaksanaan pengelolaan KEK Arun dilakukan di ibukota Provinsi. Apalagi, di wilayah KEK Arun sendiri, baik Kota Lhokseumawe maupun Aceh Utara, memiliki lahan untuk dibangun gedung perkantoran dan juga bisa memakai asset yang telah ada.

Selain itu, jika pusat pengelolaan KEK Arun Lhokseumawe dilakukan di kawasan KEK itu sendiri, akan memberikan dampak luas kepada daerah dan juga masyarakat setempat, baik dari segi pengelolaan perizinan dan juga tumbuhnya pusaran ekonomi di daerah.

Akan tetapi, apabila pusat pengelolaan KEK di pusatkan di Banda Aceh, justru akan menghambat investasi, karena semua harus diurus ke Banda Aceh, sedangkan jarak tempuh Banda Aceh dan Lhokseumawe adalah 272 KM dengan tempo 5-6 jam perjalanan.

"Oleh karena itu, kita sangat menginginkan supaya pusat pengelolaan KEK Arun Lhokseumawe dilakukan di kawasan KEK Arun Lhokseumawe itu sendiri, bukan di Ibukota Provinsi. Supaya lebih optimalnya pengelolaan kawasan itu sendiri, sebagaimana tujuan semula yang diharapkan," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    KEK Arun Apa Kabar?

    LOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Provinsi Aceh, bakal menyerap 40 ribu tenaga kerja selama 10 tahun beroperesinya kawasan tersebut secara maksimal.Wali Kota Lhok

  • tahun lalu

    KEK Arun Dongkrak Ekonomi Aceh

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Provinsi Aceh, akan menjadi pusat ekonomi Aceh sehingga mampu mendongkrak perekonomian di kawasan ujung barat Indonesia.Edib Muslim dari De

  • tahun lalu

    KEK Arun Apa Khabar?

    Pengesahan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe pada 17 Februari 2017 menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat Aceh hingga saat ini.Peraturan pe

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99