Selasa, 24 Okt 2017

Mencegah Abrasi di Kota Pariaman

Oleh: Jallus.
Rabu, 11 Okt 2017 03:52
BAGIKAN:
istimewa.
Mencegah abrasi.
PARIAMAN (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, akan mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat untuk pencegahan dampak abrasi yang terjadi di sepanjang pantai Desa Padang Biriak-Biriak, Kecamatan Pariaman Utara.

"Anggaran untuk mengatasi dampak abrasi pantai dibutuhkan biaya besar, jika mengandalkan APBD Pariaman diperkirakan tidak akan mampu mengatasinya," kata Ketua DPRD setempat Mardison Mahyuddin, di Pariaman, Selasa 10 Oktober 2017.

Apabila kondisi tersebut semakin darurat maka pemerintah daerah bersama pihak terkait akan mengupayakan pengalokasian biaya pada APBD Perubahan.

"Selama anggaran pemerintah daerah mencukupi, maka segera dialokasikan agar masyarakat yang bermukim di pesisir pantai dapat terjamin keselamatannya," ujar dia.

Selain mengupayakan pada APBD Perubahan dan bantuan pemerintah pusat, pihaknya juga melakukan lobi ke provinsi setempat untuk biaya tanggap darurat.

Beberapa alternatif yang dapat dilakukan, diantaranya memasang batu pemecah ombak di beberapa titik. Selain itu masyarakat setempat juga diminta bergotong royong membangun tanggul sementara.

Abrasi pantai yang sudah terjadi sejak enam bulan terakhir tersebut jika tidak segera diatasi maka berdampak buruk bagi lingkungan dan kelangsungan hidup masyarakat di sekitar daerah itu. Apalagi di sekitar lokasi tersebut pemukiman warga cukup padat.

Sementara Kepala Desa setempat, Devi Delwandri mengatakan akibat abrasi pantai tersebut belasan rumah di Desa Padang Biriak-Biriak terancam ambruk.

Akibat fenomena alam tersebut puluhan batang kelapa sawit milik warga setempat ambruk. Selain itu, hak kepemilikan tanah "Pasia Maelo" atau pantai yang menjadi daratan terancam hilang.

"Sebagian tanah di sekitar bibir pantai sudah bersertifikat, jika abrasi terus meluas maka hak kepemilikan secara otomatis hilang," ujar dia.

Apabila abrasi terus terjadi dan mengikis bibir pantai maka air laut langsung menghantam rawa yang berbatasan dengan pemukiman warga.

"Total kurang lebih ada 12 rumah warga di sekitar bibir pantai, sejak enam bulan terakhir abrasi sudah mengikis hingga 80 meter daratan," ujar dia.

Di sekitar bibir pantai tersebut baru terpasang dua batu pemecah ombak, pihaknya memperkirakan setidaknya membutuhkan tujuh di sepanjang lokasi itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Wakil Wali Kota Pariaman Ikut Pilkada

    PARIAMAN (EKSPOSnews): Wakil Wali Kota Pariaman Sumatera Barat, Genius Umar memastikan diri maju pada Pemilihan Kepala Daerah 2018 sebagai calon wali kota melalui Partai Amanat Nasional."Keseriusan te

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99