Selasa, 26 Mei 2020
  • Home
  • Properti
  • Membebaskan Pangkalpinang dari Rumah Tidak Layak

Membebaskan Pangkalpinang dari Rumah Tidak Layak

Oleh: Jallus
Kamis, 14 Feb 2019 04:30
BAGIKAN:
istimewa.
Rumah layak huni.
PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota(Pemkot) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan pada 2020 terbebas dari keberadaan rumah tidak layak huni dalam rangka mewujudkan program Kota beribu senyuman.

"Pengurus RT dan RW kami minta lebih proaktif melihat kondisi rumah warganya agar jika ditemukan bisa segera ditindaklanjuti untuk menuntaskan target tersebut," kata Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Muhammad Sopian di Pangkalpinang, Rabu 13 Februari 2019.

Saat melakukan pendataan di lapangan, petugas RT dan RW diminta segera memberikan laporan kepada lurah supaya didaftar, selanjutnya akan ditindaklanjuti tim Pemkot Pangkalpinang untuk melakukan survei lapangan apakah layak dan tidak layak untuk dibangun.

"Setelah itu akan ditentukan, apakah rumah tersebut cukup diperbaiki atau dibangun baru dengan menggunakan sumber dana dari anggaran program Rp1 miliar satu kelurahan yang memang difokuskan kepada rumah tidak layak huni," katanya.

Sopian juga mengingatkan para lurah agar mengelola dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat sesuai dengan aturan yang ada. "Jangan coba-coba bermain dengan dana tersebut, seperti yang sering terjadi dalam pemanfaatan dana desa yang sering disalahgunakan sehingga banyak kepala dan perangkat desanya yang terjerat hukum," ujarnya.

Ia berharap dana alokasi khusus akan memberikan kesejahteraan bagi perangkat kelurahan dan masyarakatnya. "Jangan buat susah kita sendiri, nanti tujuan baik ingin menyejahterahkan masyarakat, tetapi karena tidak bisa melaksanakan sesuai aturan, masyarakatnya sejahtera, tetapi lurahnya malah masuk penjara," katanya.

Ia juga berharap lurah, RT, RW, tokoh masyarakat dan LPM kompak dalam pelaksanaan kegiatan dana alokasi khusus itu sehingga tidak hanya lurah yang bertanggung jawab, tetapi semua komponen di kelurahan bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan dan DAK.

Ia mengingatkan untuk selalu hati-hati dalam pemanfaatan dan pengelolaan dana bantuan agar tidak menimbulkan masalah.

"Saya yakin dan percaya seandainya ini kita kelola dengan baik tentunya akan membawa kebaikan," ujarnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Langkat Renovasi Rumah Tak Layak Huni

    STABAT (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam kurun waktu dua tahun terakhir sudah merenovasi 335 rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni dengan menggunakan sumber d

  • tahun lalu

    Merehab Rumah Tak Layak Huni di Gunung Kidul

    GUNUNG KIDUL (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2019 akan merehab 628 unit rumah tidak layak huni yang dananya dari bantuan pemerintah pusat.Kepala Bidan

  • 2 tahun lalu

    Wings Air Buka Rute Pangkalpinang-Pontianak

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Maskapai Wings Air, yang berada di bawah Grup Lion Air, segera membuka rute baru Pangkalpinang-Pontianak dengan jadwal terbang perdana pada 10 Agustus 2018."Rute ini menempatka

  • 3 tahun lalu

    Pasar Murah di Pangkalpinang

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Perdagangan menggelar pasar murah untuk mene

  • 3 tahun lalu

    Sumut Akan Rehab Ribuan Rumah Tidak Layak Huni

    MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hingga 2018 menargetkan untuk bisa merehabilitasi 6.600 unit rumah tidak layak huni di berbagai kabupaten/kota setempat."Dari target dalam Pemban

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99