Kamis, 15 Nov 2018
  • Home
  • Properti
  • Membangun Pelabuhan OKI Pulp di Sumatera Selatan

Membangun Pelabuhan OKI Pulp di Sumatera Selatan

Oleh: Jallus
Senin, 14 Mei 2018 16:58
BAGIKAN:
istimewa.
Pelabuhan (ilustrasi).
PALEMBANG (EKSPOSnews): Pembangunan pelabuhan barang khusus untuk bongkar muat produk tisu OKI Pulp di Tanjung Tapa, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, menelan dana 200 juta dolar AS atau sekitar Rp2,8 triliun.

External Relation Sinar Mas PT OKI Pulp Gadang Hartawan mengatakan investasi cukup besar ini untuk memuluskan rencana hilirisasi produk dan sekaligus memudahkan ekspor ke luar negeri.

"Pembangunan pelabuhan ini tak lain untuk memudahkan kami dalam ekspor, selama ini loading (bongkar muat) terpaksa dilakukan di tengah laut karena jalur transportasi sungai di Sungai Baung sangat tidak memungkinkan. Ini tentunya sangat berisiko dan tergantung cuaca," katanya, Senin 14 Mei 2018.

Ia mengatakan sebelum membangun Pelabuhan Tanjung Tapa ini akan dilakukan terlebih dahulu pembangunan jalan sejauh 57 km dari kompleks pabrik di kawasan Sungai Baung menuju ke arah pesisir.

Namun dari total 57 km itu, hanya 12 km yang dilakukan pembangunan dari awal karena di jalur tersebut sebenarnya sudah dipakai sebagai jalan produksi perusahaan hutan tanam industri PT BAP.

"Saat ini sedang dikerjakan tapi belum bisa maksimal karena kontur tanah merupakan rawa, jadi membutuhkan waktu untuk bisa berkualitas seperti jalan tol. Untuk tahap awal ini, hanya dilapisi tanah merah dulu," kata dia.

Ia mengatakan setelah menuntaskan pembangunan jalan itu akan dilanjutkan dengan pembangunan pelabuhan yang direncanakan pada Juni 2018 dengan target hingga 18-24 bulan ke depan.

"Untuk pelabuhan pada prinsipnya tinggal pekerjaan kontruksi saja karena untuk perizinannya sendiri sudah diselesaikan," kata dia.

Pembangunan pelabuhan di kawasan Tanjung Tapa ini sempat terganjal perizinan meski sudah masuk dalam rencana pabrik OKI Pulp yang dibangun sejak 2012.

Awalnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak memberikan izin karena akan memangkas hutan mangrove yang ada di bibir pesisir.

Namun, Gadang menjelaskan, setelah dilakukan pengkajian oleh tim dari pemerintah dan akademisi, dan diubahnya rencana kontruksi pelabuhan akhirnya surat izin dikeluarkan pemerintah. Tim terpadu akhirnya merekomendasi karena kawasan tersebut juga hutan sekunder.

"Pelabuhannya akan berjarak 2 km setelah bibir persisir. Selain itu, sama sekali tidak ada reklamasi karena menggunakan tiang-tiang dengan tinggi empat meter, dan celah tujuh meter sehingga kapal nelayan pun masih bisa lewat di bawahnya," kata dia.

OKI Pulp disebut pabrik pulp (bubur kertas) terbesar di Asia dengan nilai investasi sekitar Rp40 triliun. Pabrik ini berada di tengah-tengah hutan produksi HTI yang menjadi satu-satunya di dunia.

Pabrik ini ditargetkan mengekspor dua juta ton pulp dan 500 ribu ton tisu per tahun dengan nilai mencapai 1,5 miliar dolar AS (Rp20 triliun) pada tahun pertama.

Keberadaan pelabuhan milik sendiri ini akan mempermudah ekspor sehingga dapat mendongkrak ekspor Sumsel sebesar 32 persen, sedangkan PDRB sebesar 11 persen.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Pelabuhan Malahayati Memadai untuk Ekspor-Impor

    BANDA ACEH (EKSPOSnews):Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar sejak dua tahun terakhir sudah memiliki falisitas yang memadai untuk melakukan ekspor dan impor, kata General Manajer PT

  • 2 bulan lalu

    Pelindo 1 Kenalkan Pelabuhan pada Siswa SMA

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 hadir di tengah-tengah siswa SMA Negeri 7 Medan untuk memperkenalkan dunia kepelabuhanan dan maritim kepada generasi muda. Kegiata

  • 4 bulan lalu

    Bangka Belitung Bangun Pelabuhan Lepas Pantai

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan izin kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pelindo untuk membangun pelabuhan lepas pantai guna meningkat

  • 4 bulan lalu

    Pelabuhan Ulee Lheue Prioritaskan Angkutan Sembako

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Otoritas Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh memprioritaskan truk pengangkut sembilan bahan pokok (sembako) demi mecegah bergejolaknya harga kebutuhan pokok di Sabang, Aceh."Te

  • 4 bulan lalu

    Kedubes India Kunjungi Pelabuhan Malahayati

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 Cabang Malahayati menerima kunjungan kerja delegasi Kedutaan Besar (Kedubes) India yang didampingi oleh Badan Pengkajian dan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99