Senin, 22 Okt 2018

Membangun Embung di Batam

Oleh: alex
Selasa, 20 Mar 2018 13:20
BAGIKAN:
istimewa.
Embung (ilustrasi).
BATAM (EKSPOSnews): Pemerintah pusat menyiapkan dana untuk pembangunan empat embung di pulau-pulau penyangga Kota Batam Kepulauan Riau, melalui Dana Alokasi Khusus 2018.

Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Pangan Kota Batam, Mardanis di Batam,  menyatakan pembangunan embung itu untuk membantu pemenuhan kebutuhan air petani setempat.

"Selama ini mereka tadah air hujan, setelah kami survei ternyata mereka masuk calon penerima calon lokasi (CPCL). Setelah masuk CPCL , kami beri bantuan untuk embung," kata Mardanis, Selasa 20 Maret 2018.

Di pulau-pulau itu, petani menanam antara lain jagung dan cabai untuk kebutuhan masyarakat setempat.

Awalnya pemkot mengajukan pembangunan 7 embung, namun akhirnya ajuan itu direvisi dan disetujui 4 embung dan ditambah dua rumah potong unggas.

"Embung cuma empat, yang lain DAK untuk rumah potong ayam," kata Mardanis.

Pemerintah menyiapkan dana Rp948.052.000 untuk pembangunan 4 embung dan 2 rumah potong unggas itu.

Sayang, Mardanis enggan merinci lokasi pembangunan embung. Namun, dalam rencana awal, embung dengan ukuran minimal 500 meter kubik itu dibangun di Pulau Tanjung Kubu, Pulau Bulang Kebam, Pulau Pemping, Pulau Air Raja, Pulau Karas dan Desa Galang Baru.

Ia mengatakan pembangunan embung dilakukan dengan swakelola oleh masyarakat, tidak melibatkan kontraktor khusus.

"Swakelola ini program Presiden Joko Widodo untuk pertanian. Di seluruh Indonesia pembangunan embung tidak ada yang kontrak," kata dia.

Dengan swakelola, kelompok petani sendiri yang membangun embung menggunakan dana yang disiapkan pemerintah.

"Sekarang banyak ekonomi merosot, ini padat karya, supaya mereka bisa dapat pemasukan," kata dia.

Sebelumnya, Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau mendorong pemerintah daerah untuk membangun kawasan pertanian di pulau-pulau demi memastikan ketersediaan pasokan pangan di kota kepulauan itu.

Fluktuasi harga pangan di kota itu memberikan kontribusi yang tinggi pada inflasi daerah, sehingga TPID meminta pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada pengadaan kebutuhan pangan.

Selama ini, kebutuhan pangan Kota Batam sebagian besar masih dipasok dari daerah lain di Indonesia seperti Sumatera Utara dan Pulau Jawa.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Pertamina Bantu UMKM di Batam

    BATAM (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Hang Nadim, memberikan bantuan modal usaha kepada usaha kecil dan mikro serta

  • 3 bulan lalu

    Pertamina Bantu Korban Kebakaran di Batam

    BATAM (EKSPOSnews): Pertamina Marketing Operation Region (MOR) 1 menyerahkan bantuan Pertamina Peduli dalam bentuk sembako dan kebutuhan dasar bagi pengungsi korban kebakaran rumah di Kota Batam, Kepu

  • 3 bulan lalu

    Rampok Berpistol Satroni Bank BTPN Tembung

    MEDAN (EKSPOSnews): Perampokan bersenjata terjadi di Bank BTPN Purna Bakti Tembung, Jalan Medan-Batangkuis, Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dan pela

  • 4 bulan lalu

    Durian Pesisir Selatan Masuk Batam

    PAINAN (EKSPOSnews): Buah Durian asal Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mampu menembus pasar Kota Batam dan Jakarta karena kualitasnya yang baik dan rasa yang lezat."Pada musim durian kali ini

  • 4 bulan lalu

    Ratusan ASN Batam Masih Bolos Kerja

    BATAM (EKSPOSnews): Sebanyak 152 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau bolos pada hari pertama bekerja setelah cuti bersama Lebaran 2018.Kepala Bagian Hu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99