Selasa, 22 Jan 2019

Membangun Embung di Batam

Oleh: alex
Selasa, 20 Mar 2018 13:20
BAGIKAN:
istimewa.
Embung (ilustrasi).
BATAM (EKSPOSnews): Pemerintah pusat menyiapkan dana untuk pembangunan empat embung di pulau-pulau penyangga Kota Batam Kepulauan Riau, melalui Dana Alokasi Khusus 2018.

Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Pangan Kota Batam, Mardanis di Batam,  menyatakan pembangunan embung itu untuk membantu pemenuhan kebutuhan air petani setempat.

"Selama ini mereka tadah air hujan, setelah kami survei ternyata mereka masuk calon penerima calon lokasi (CPCL). Setelah masuk CPCL , kami beri bantuan untuk embung," kata Mardanis, Selasa 20 Maret 2018.

Di pulau-pulau itu, petani menanam antara lain jagung dan cabai untuk kebutuhan masyarakat setempat.

Awalnya pemkot mengajukan pembangunan 7 embung, namun akhirnya ajuan itu direvisi dan disetujui 4 embung dan ditambah dua rumah potong unggas.

"Embung cuma empat, yang lain DAK untuk rumah potong ayam," kata Mardanis.

Pemerintah menyiapkan dana Rp948.052.000 untuk pembangunan 4 embung dan 2 rumah potong unggas itu.

Sayang, Mardanis enggan merinci lokasi pembangunan embung. Namun, dalam rencana awal, embung dengan ukuran minimal 500 meter kubik itu dibangun di Pulau Tanjung Kubu, Pulau Bulang Kebam, Pulau Pemping, Pulau Air Raja, Pulau Karas dan Desa Galang Baru.

Ia mengatakan pembangunan embung dilakukan dengan swakelola oleh masyarakat, tidak melibatkan kontraktor khusus.

"Swakelola ini program Presiden Joko Widodo untuk pertanian. Di seluruh Indonesia pembangunan embung tidak ada yang kontrak," kata dia.

Dengan swakelola, kelompok petani sendiri yang membangun embung menggunakan dana yang disiapkan pemerintah.

"Sekarang banyak ekonomi merosot, ini padat karya, supaya mereka bisa dapat pemasukan," kata dia.

Sebelumnya, Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau mendorong pemerintah daerah untuk membangun kawasan pertanian di pulau-pulau demi memastikan ketersediaan pasokan pangan di kota kepulauan itu.

Fluktuasi harga pangan di kota itu memberikan kontribusi yang tinggi pada inflasi daerah, sehingga TPID meminta pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada pengadaan kebutuhan pangan.

Selama ini, kebutuhan pangan Kota Batam sebagian besar masih dipasok dari daerah lain di Indonesia seperti Sumatera Utara dan Pulau Jawa.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Menertibkan Batam dan Pesisir Timur Sumatera

    BATAM (EKSPOSnews): Pemerintah meluncurkan Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera, demi memastikan penegakan hukum di daerah yang rawan penyelundupan."Batam, Kepri

  • satu minggu lalu

    Pemkot Batam Tolak Tambang Pasir

    BATAM (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menolak perizinan tambang pasir, sesuai dengan rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K)

  • 2 minggu lalu

    Membenahi Batam dengan Serius

    BATAM (EKSPOSnews): Warga Kota Batam berharap pemerintah pusat serius membenahi kota setempat, agar ekonomi kembali pulih dan menjadi lokomotif perekonomian nasional."Kami terus berusaha optimistis de

  • satu bulan lalu

    Tenang! BP Batam Tak Akan Bubar

    BATAM (EKSPOSnews): Kadin Batam Kepulauan Riau meminta pengusaha tenang dan menjaga kondusifitas berinvestasi, terkait kebijakan pemerintah pusat menetapkan wali kota setempat menjadi ex-officio Kepal

  • 2 bulan lalu

    Membenahi 7 Lokasi Banjir di Batam

    BATAM (EKSPOSnews): Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membenahi 7 lokasi yang kerap dilanda banjir di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau tahun anggaran 2019."Tahun depan, ada tujuh

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99