Rabu, 27 Mei 2020

Jalan Tol Tak Cocok di Sumbar

Jumat, 24 Jun 2016 21:32
BAGIKAN:
PADANG (EKSPOSnews): Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai pembangunan jalan tol di Sumatera Barat tidak cocok karena akan membuat ekonomi rakyat tidak berkembang.

"Saya menilai di Sumbar lebih pas dibangun jalan empat lajur sehingga pada sisi kiri dan kanan masyarakat dapat membuka usaha," kata Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto di Padang, Jumat 24 Juni 2016.

Menurutnya, akan lebih tepat dibangun jalan empat lajur yang menyerupai jalan tol dari Duku Padang, ke Sicincin dengan biaya hanya sekitar Rp600 miliar.

"Kalau dibangun jalan tol tidak ada akses dan tempat bagi masyarakat membuka usaha, dan ini lebih tepat dibuat di kawasan industri," katanya.

Ia mengatakan kalau dibangun jalan tol dikhawatirkan ekonomi rakyat tidak begitu berkembang karena tidak bisa membuka usaha seperti rumah makan dan kedai.

Ia juga menilai kalau jalan tol tetap dibuat, Sumbar akan kehilangan keunggulan berupa tempat wisata yang indah dan dapat dinikmati pengendara.

"Selain itu pengendara juga tidak akan bisa menikmati kuliner yang selama ini dikenal enak dan menjadi daya tarik Sumbar," kata dia.

Jalan tol itu tertutup sama sekali tidak cocok untuk kawasan yang banyak daerah tujuan wisata seperti di Sumbar, ujarnya.

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR RI daerah pemilihan Sumbar Refrizal berpendapat pembangunan jalan tol jalur Padang-Bukittinggi akan memberikan manfaat yang besar bagi pertumbuhan ekonomi di daerah itu.

"Ini merupakan bagian dari tol Sumatera pada 2016 direncanakan akan mulai dilaksanakan pengerjaannya," kata dia.

Ia membayangkan jika tol Padang-Bukittinggi sudah selesai maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru karena daerah tersebut merupakan tujuan wisata yang sudah cukup dikenal.

"Kalau selama ini wisatawan banyak ke puncak di Jawa Barat, pemandangan alam di jalur Padang-Bukittinggi jauh lebih menarik, tentu bisa jadi daerah tujuan baru,"kata dia.

Selain itu arus lalu lintas barang dan jasa akan menjadi lebih lancar karena akses jalan yang juga akan dihubungkan menuju Pekanbaru.

Refrizal menilai jalan yang ada selama ini sudah cukup padat apalagi malam hari banyak truk bermuatan besar sehingga kondisi jalan menjadi ramai.

"Apalagi saat Lebaran Padang-Bukittinggi bisa 10 jam waktu tempuh karena padatnya kendaraan," kata dia.(ant)

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Polisi Cokok Pria Pembawa Sabu 2 Kilogram

    PADANG (EKSPOSnews): Polda Sumatera Barat menangkan seorang pria berinisial H (41) yang diduga membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat dua kilogram melalui bus antar provinsi di Kabupaten 50 Kota, Sum

  • 10 bulan lalu

    Memanjakan Orang Sumbar dengan Kopi Gayo

    PADANG (EKSPOSnews): Kopi gayo khas Aceh menjadi minuman yang banyak diminati oleh pengunjung pada pameran Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) Nasional yang ke-47 di tama

  • 10 bulan lalu

    Kejati Sumbar Kejar 7 Terpindana Kasus Korupsi

    PADANG (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Sumbar) memburu tujuh terpidana kasus korupsi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)."Saat ini ada tujuh DPO terpidana kasus korupsi yang b

  • 11 bulan lalu

    Rel Kereta Api di Sumbar Mati Suri

    PADANG (EKSPOSnews): Sepanjang 210 kilometer dari 300 kilometer panjang lintasan rel kereta api di Sumatera Barat masih "mati suri" karena sejumlah kendala."Saat ini baru 90 kilometer lintasan yang ef

  • 11 bulan lalu

    Tambak Udang Panamae di Sumbar Tak Memiliki Izin

    PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat  ada 17 usaha tambak udang vaname yang tidak me

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99