Senin, 20 Nov 2017
  • Home
  • Properti
  • Jalan Parlilitan-Pearaja-Ambalo Dibiarkan Rusak

Jalan Parlilitan-Pearaja-Ambalo Dibiarkan Rusak

Oleh: T. Simanullang
Kamis, 18 Mei 2017 20:41
BAGIKAN:
T. Simanullang
Jalan Parlilitan-Pearaja-Ambalo dibiarkan rusak.
DOLOKSANGGUL (EKSPOSnews): Jalan desa yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara rusak parah, walaupun alokasi anggaran sudah dikucurkan tiga tahun.

Sejumlah warga dari Desa Pearaja, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan membenarkan bahwa jalan menuju markas Pahlawan Nasional Sisingamangaja XII itu, sudah tiga tahun rusak, namun dibiarkan.

"Sudah tiga tahun ini warga menderita karena jalan rusak. Sebagian jalan sudah diaspal. Tapi titik yang paling parah rusaknya dibiarkan dan tak diaspal," ujar U. Tumanggor, warga setempat.

Dia heran melihat kondisi jalan menuju objek wisata tersebut. Desa Pearaja, kata dia, merupakan salah satu objek wisata sejarah tempat Sisingamangaraja XII tewas dan bermarkas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, dana APBD Pemkab Humbahas tahun 2014 yang dialokasikan untuk mengaspal jalan Parlilitan-Pearaja Rp2 miliar dengan nama proyek pengaspalan Jalan Parlilitan Pearaja Ambalo (Hotmix).

Sedangkan Tahun Anggaran (TA) 2015 DAU/DBH Rp469.500.000 dengan nama Proyek pengaspalan jalan Parlilitan Pearaja. Sedangkan pada APBD Tahun Anggaran (TA) 2016 dana yang dialokasikan Rp3,5 miliar dengan nama proyek peningkatan jalan Parlilitan-Pearaja-Ambalo.

Total dana yang sudah dikucurkan memperbaiki jalan Parlilitan-Pearaja-Ambalo mencapai Rp6,5 miliar dalam tiga tahun berturut-turut.

Persoalannya, kata sejumlah warga mengapa sampai saat ini titik yang paling rawan di Sungai Singangang menuju Pearaja (aspalnya sudah tidak ada) dibiarkan rusak parah?

Sejumlah warga meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) agar mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran pembangunan Jalan Parlilitan-Pearaja-Ambalo selama 3 tahun anggaran 2014-2016 senilai Rp6,5 miliar.

Pengaspalan jalan Hotmix di daerah tersebut dinilai amburadul dan asal jadi. Pantauan wartawan  di lapangan jalan menuju Pearaja rusak parah. Salah satu titiknya berada di Sungai Singangang. Sejak tahun 2014 hingga saat ini belum mendapatkan perbaikan, bahkan semakin rusak parah padahal sudah tiga tahun anggaran APBD Humbahas dialokasikan untuk proyek peningkatan Jalan Parlilitan-Pearaja-Ambalo.

Anehnya, sebagian lokasi yang masih bagus dilapisi aspal, sedangkan jalan yang tinggal batu (terkelupas aspalnya) dibiarkan, sehingga mobil yang masuk ke desa itu sulit melaluinya.

Saat dikonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kabupaten Humbang Hasundutan Jhonson Pasaribu, menyebutkan bahwa anggaran tidak cukup. "Pembangunan diprioritaskan pada jalan yang rusak parah," ujarnya.

Sementara, tiga tahun anggaran sudah keluar dari APBD Pemkab Humbahas yakni 2014-2016, jalan yang paling parah tidak kunjung diperbaiki bahkan sudah pernah menelan korban jiwa. 

"Waktu itu anggaran tidak cukup, makanya kita prioritaskan jalan yang paling rusak. Namun demikian kami akan meneliti di lapangan. Jangan asal diberitakan dulu karena kebenarannya belum pasti,"ujarnya.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fajar Keadilan Sumut Toni Hutagalung menilai jawaban Kadis PU Jhonson Pasaribu,  merupakan upaya buang badan sebab kondisi jalan Parlilitan-Pearaja-Ambalo dibuat asal jadi.

"Di lapangan kan sudah terbukti. Jalan yang relatif bagus diperbaiki. Sedangkan ruas jalan yang rusak parah sudah menahun tetap dibiarkan. Ini membuat kita curiga, kenapa lokasi itu di tinggalkan, sementara jalan yang datar yang masih bagus justeru diaspal, sampai dua kali," tegasnya.

Dirinya mendesak, Kejatisu segera memeriksa Kepala Dinas PU Humbahas karena diduga pembangunan jalan tersebut sarat permainan korupsi, kolusi, dan nepotisme. "Kondisi jalan seperti ini perlu segera direspon Kejati Sumut. Jangan dibiarkan KKN merajalela di Sumut ini termasuk di Humbang Hasundutan sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara," tuturnya.

Editor: marsot

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99