Rabu, 18 Jul 2018
  • Home
  • Properti
  • Inalum Akan Kembangkan Pelabuhan di Kuala Tanjung

Inalum Akan Kembangkan Pelabuhan di Kuala Tanjung

Oleh: marsot
Rabu, 06 Des 2017 02:25
BAGIKAN:
istimewa.
Inalum.
KUALA TANJUNG (EKSPOSnews): PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero siap mengembangkan pelabuhan di Kuala Tanjung untuk mengantisipasi peningkatan kapasitas produksi aluminium dan produk hilir dengan investasi sekitar 60 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp810 miliar.

"Pengembangan pelabuhan diharapkan dapat dimulai pada semester II/2018," kata Direktur Inalum Carry F Mumbunan di sela Media Gathering Inalum di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Selasa 5 Desember 2017.

Menurut Carry, pada tahun 2017 Inalum menargetkan total kapasitas produksi mencapai 300.000 ton aluminium per tahun, melonjak menjadi sekitar 500.000 ton pada tahun 2019 dan mencapai 1 juta ton pada 2021.

"Khusus di Kuala Tanjung, peningkatan kapasitas produksi antara lain akan didorong ketersediaan PLTA berkapasitas 2 X 350 MW yang sedang dalam proses kajian pembangunan," ujarnya.

Saat ini Inalum memiliki dua dermaga yaitu dermaga A dengan luas 200 X 19 meter dan dermaga B yang menjorok ke laut sepanjang 2,5 kilometer.

Kedua dermaga tersebut selama ini menjadi tempat mendatangkan berbagai kebutuhan pabrik Inalum seperti alumina bahan baku pembuatan aluminium yang diimpor dari Australia.

Selanjutnya "calcined petroleum coke" (CPC) yang didatangkan dari Timur Tengah dan "coal tar pitch" (CTP) atau bahan untuk proses elektrolisis dalam tungku reduksi pabrik aluminium yang diimpor dari China dan India.

Sementara itu, General Umum Inalum Iswadi YS mengatakan pengembangan pelabuhan juga sejalan dengan tingginya barang curah yang masuk untuk keperluan operasional pabrik.

Iswadi menjelaskan, dalam satu tahun Inalum mendatangkan bahan bakar solar sebanyak 1,2 juta kilo liter per tahun, mengimpor alumina 450-540 metrik ton per tahun dan sebanyak 1,4 juta ton batubara per tahun.

"Dengan peningkatan kapasitas produksi Inalum, hampir dipastikan juga diikuti peningkatan kapasitas dermaga," tegasnya.

Untuk itu, tambah Iswadi, selain menambah panjang dermaga juga harus menambah dalam pelabuhan agar bisa disinggahi kapal dengan bobot yang lebih besar untuk keperluan pengiriman produk-produk Inalum dan untuk impor bahan baku.

"Saat ini kedalaman laut dermaga Kuala Tanjung berkisar 12 meter, harus dikeruk hingga mencapai 16 meter," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Membeli Freeport, Untung atau Buntung?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Energi Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengharapkan finalisasi penandatanganan pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement/HoA) antara Freeport-Mcmoran Inc (FCX) dan PT

  • 6 hari lalu

    Inalum Caplok Freeport Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Proses divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) telah dicapai melalui penandatanganan Pokok-Pokok Perjanjian (Head of Agreement/HoA) antara Freeport-Mcmoran Inc (FCX) dan PT

  • 6 hari lalu

    Kedubes India Kunjungi Pelabuhan Malahayati

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 Cabang Malahayati menerima kunjungan kerja delegasi Kedutaan Besar (Kedubes) India yang didampingi oleh Badan Pengkajian dan

  • 2 minggu lalu

    Pelindo Diminta Benahi Fasilitas Pelabuhan Sri Bintan Pura

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Reni minta PT Pelindo Tanjungpinang segera membenahi fasilitas Pelabuhan Sri Bintan Pura.Pernyataan itu disampaikan Reni, di Ta

  • 4 minggu lalu

    2 Karyawan Inalum Korban KM Sinar Bangun

    PARAPAT (EKSPOSnews): Dua karyawan PT Indonesia Asahan Aluminum atau Inalum, Heriawan Sumarno, dan Restu Afriangga yang diduga turut menjadi korban KM Sinar Bangun, di perairan Danau Toba, Tigaras, Ka

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99