Senin, 20 Nov 2017
  • Home
  • Properti
  • Embung Aek Natonang Samosir Sudah Rusak, Padahal Baru Dibangun

Embung Aek Natonang Samosir Sudah Rusak, Padahal Baru Dibangun

Oleh: Jallus
Kamis, 30 Mar 2017 07:05
BAGIKAN:
istimewa
Perbaikan saluran irigasi (ilustrasi).
SAMOSIR (EKSPOSnews): Elemen masyarakat di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menyoroti pelaksanaan proyek peningkatan embung (cekungan penampung) Aek Natonang berbiaya Rp9,5 miliar dari dana APBN tahun anggaran 2016.

Ketua LSM Gerhana yang juga mantan anggota DPRD Samosir Marco Sihotang  mengungkapkan kecewa dengan telah rusaknya bangunan yang berada di wilayah Kecamatan Simanindo itu setelah melihat kondisi di lokasi.

Marco mengaku ikut melakukan peninjauan proyek itu bersama dengan DPRD Kabupaten Samosir didampingi staf Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS) Medan, pada 28 Maret 2017.

Dia berharap BWSS II Medan tidak begitu saja menerima hasil pekerjaan proyek, tetapi perlu dilakukan perbaikan supaya nantinya manfaat bangunan bisa dirasakan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Samosir Jonner Simbolon menjelaskan, peninjauan ke lokasi menindaklanjuti informasi dan ramainya perbincangan terkait proyek tersebut.

"Kita ingin dengan anggaran yang tidak sedikit itu, bisa dirasakan masyarakat petani manfaatnya," kata politisi Partai Nasional Demokrat itu, Rabu 29 Maret 2017.

PPTK Proyek Embung Aek Natonang dari BWSS II Medan Soleh Nasution mengatakan, proyek yang dikerjakan PT Daksina itu masih tahap pemeliharaan, dan pihak rekanan akan memperbaiki kembali titik-titik yang rusak sebelum habis masa pemeliharaannya.

"Bulan Mei masa pemeliharaanya sudah habis, kita berharap rekanan sudah menuntaskan bangunan yang rusak, seperti pembagunan jalan," kata Soleh.

Dia mengatakan, sesuai aturan yang berlaku, lima persen dari pagu sebagai jaminan pemeliharaan, menjadi kewajiban rekanan untuk memperbaiki sejumlah pekerjaan yang rusak.

Menurut Soleh, penyebab kerusakan jalan itu akibat dilalui alat berat, bukan penyelewengan, karena saat serah terima pekerjaan kondisi jalan masih baik.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Puluhan Rumah di Tapanuli Selatan Rusak Dihantam Gempa

    MEDAN (EKSPOSnews): Sebanyak 60 rumah di Kota Padang Sidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 5,5 skala Richter pada Jumat pagi.Da

  • 6 bulan lalu

    Persekusi Rusak Hukum Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menilai apabila aksi persekusi dan razia di masyarakat tidak segera dihentikan maka akan merusak citra Indonesia sebagai negara hukum dan te

  • 6 bulan lalu

    Hutan Rusak, Harimau Masuk Perkampungan

    MEDAN (EKSPOSnews): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara menyatakan kasus seekor harimau sumatera (panthera tigris sumatrae)" yang masuk ke perkampungan warga di Desa Terang Bulan,

  • 6 bulan lalu

    Keramba Jala Apung Rusak Danau Maninjau

    LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan budi daya ikan di keramba jaring apung merupakan penyumbang pencemaran terbanyak di Danau Maninjau sehingga

  • 6 bulan lalu

    Gempa Poso Rusak 87 Rumah dan 3 Gereja

    PALU (EKSPOSnews): Sebanyak 87 rumah penduduk di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, rusak ringan dan berat akibat gempa bumi berkekuatan 6,6 pada skala Richter yang mengguncang daerah itu pada 29 Senin

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99