Minggu, 28 Mei 2017
  • Home
  • Properti
  • Embung Aek Natonang Samosir Sudah Rusak, Padahal Baru Dibangun

Embung Aek Natonang Samosir Sudah Rusak, Padahal Baru Dibangun

Oleh: Jallus
Kamis, 30 Mar 2017 07:05
BAGIKAN:
istimewa
Perbaikan saluran irigasi (ilustrasi).
SAMOSIR (EKSPOSnews): Elemen masyarakat di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menyoroti pelaksanaan proyek peningkatan embung (cekungan penampung) Aek Natonang berbiaya Rp9,5 miliar dari dana APBN tahun anggaran 2016.

Ketua LSM Gerhana yang juga mantan anggota DPRD Samosir Marco Sihotang  mengungkapkan kecewa dengan telah rusaknya bangunan yang berada di wilayah Kecamatan Simanindo itu setelah melihat kondisi di lokasi.

Marco mengaku ikut melakukan peninjauan proyek itu bersama dengan DPRD Kabupaten Samosir didampingi staf Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS) Medan, pada 28 Maret 2017.

Dia berharap BWSS II Medan tidak begitu saja menerima hasil pekerjaan proyek, tetapi perlu dilakukan perbaikan supaya nantinya manfaat bangunan bisa dirasakan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Samosir Jonner Simbolon menjelaskan, peninjauan ke lokasi menindaklanjuti informasi dan ramainya perbincangan terkait proyek tersebut.

"Kita ingin dengan anggaran yang tidak sedikit itu, bisa dirasakan masyarakat petani manfaatnya," kata politisi Partai Nasional Demokrat itu, Rabu 29 Maret 2017.

PPTK Proyek Embung Aek Natonang dari BWSS II Medan Soleh Nasution mengatakan, proyek yang dikerjakan PT Daksina itu masih tahap pemeliharaan, dan pihak rekanan akan memperbaiki kembali titik-titik yang rusak sebelum habis masa pemeliharaannya.

"Bulan Mei masa pemeliharaanya sudah habis, kita berharap rekanan sudah menuntaskan bangunan yang rusak, seperti pembagunan jalan," kata Soleh.

Dia mengatakan, sesuai aturan yang berlaku, lima persen dari pagu sebagai jaminan pemeliharaan, menjadi kewajiban rekanan untuk memperbaiki sejumlah pekerjaan yang rusak.

Menurut Soleh, penyebab kerusakan jalan itu akibat dilalui alat berat, bukan penyelewengan, karena saat serah terima pekerjaan kondisi jalan masih baik.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Jalan Parlilitan-Pearaja-Ambalo Dibiarkan Rusak

    DOLOKSANGGUL (EKSPOSnews): Jalan desa yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara rusak parah, walaupun alokasi anggaran sudah dikucurkan tiga tahun.Se

  • 3 minggu lalu

    Jargon Anti Kebhinekaan Rusak NKRI

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta lalu banyak terdengar istilah anti nasionalis atau anti kebhinekaan yang justru dinilai sebagai jargon yan

  • 2 bulan lalu

    Oknum Polisi Terlibat Pengrusakan Mapolsek Tegineneng

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Lampung masih mencari oknum polisi yang diduga terlibat perusakan Mapolsek Tegineneng, Kabupaten Pesawaran."Saya minta kepada anggota Polri yang terlibat

  • 3 bulan lalu

    Makanan Mengandung Pengawet Ternyata Merusak Ginjal

    KUPANG (EKSPOSnews): Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur Stevanus Desoka menyatakan makanan yang bersifat oksigen dapat mempengaruhi kondisi kesehatan ginjal seseora

  • 4 bulan lalu

    Gambut di Riau Rusak Parah

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyebutkan 50 persen lahan gambut yang ada di daerah itu telah rusak yang disebabkan oleh banyak faktor. "Salah satu faktor utama ya

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak