Kamis, 19 Jul 2018

Bisnis Properti di Jambi Membaik

Oleh: Jallus
Sabtu, 24 Mar 2018 06:50
BAGIKAN:
istimewa.
Perumahan.
JAMBI (EKSPOSnews): Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jambi memproyeksikan bisnis properti atau perumahan di provinsi itu dapat tumbuh sebesar 20 persen pada 2018.

"Melihat perkembangan pasar dan perekonomian, kami optimis sektor perumahan masih bisa tumbuh berkisar antara 15 hingga 20 persen," kata Ketua DPD REI Provinsi Jambi Ramond Fauzan di Jambi, Jumat 23 Maret 2018.

Proyeksi pertumbuhan bisnis perumahan itu menurut dia, masih realistis karena saat ini hunian rumah telah menjadi kebutuhan yang paling pokok untuk dipenuhi oleh masyarakat.

"Sektor perumahan ini menjadi kebutuhan pokok, sehingga dengan perkembangan perekonomian yang baik maka kami optimis sektor perumahan terus mengalami yang positif," kata dia.

Pertumbuhan pasar perumahan itu kata dia, ditopang pada segmen pasar rumah komersial dan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah melalui berbagai skema subsidi dari pemerintah.

Namun kata dia, segmen pasar subsidi diproyeksikan masih akan mendominasi pertumbuhan bisnis perumahan. Karena untuk segmen tersebut masyarakat telah diberikan banyak kemudahan.

Kemudahan itu yakni calon konsumen diberikan seperti pembayaran down payment (uang muka) yang relatif rendah atau 5 hingga 10 persen.

Sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang belum memiliki rumah hunian agar memulai mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi pada tahun ini.

"Masyarakat bisa memanfaatkan tahun ini untuk mengambil perumahan, karena paket rumah subsidi melalui kebijakan sejuta rumah akan berakhir 2018, kami tidak tahu ke depan apakah kebijakan ini masih berlanjut atau tidak," katanya.

Perumahan subsidi saat ini, berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Saat ini perumahan subsidi kata Ramond telah mengalami peningkatan kualitas dan mutu.

"Rumah subsidi sekarang sudah ada peningkatan mutu, misalnya sudah cat penuh, keramik, plafon dan siap dihuni. Jadi beda dengan rumah subsidi tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Saat ini segmen pasar rumah bersubsidi pemerintah dipatok dengan harga maksimal Rp130 juta atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp123 juta.

Kenaikan harga rumah hunian bersubsidi tersebut karena penyesuaian harga tanah dan material bangunan yang terus merangkak naik sehingga harus diimbangi dengan kenaikan harga rumah subsidi pemerintah itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Membangun Ruang Terbuka Hijau di Jambi

    JAMBI (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun, Provinsi Jambi berencana membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di setiap kecamatan sebagai upaya menciptakan wisata lingkungan bagi masyarak

  • 2 minggu lalu

    Anggota DPRD Jambi dari PAN Divonis 6 Tahun Penjara

    JAMBI (EKSPOSnews): Anggota DPRD Jambi 2014-2019 dari Fraksi PAN Supriyono (51) divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi dengan hukuman enam tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider tiga bula

  • satu bulan lalu

    Sembako Super Murah di Jambi

    JAMBI (EKSPOSnews): PT Taspen (Persero) Cabang Jambi berpartisipasi dalam kegiatan pasar murah Peduli Lebaran 2018 yang digelar di kawasan Taman Jomblo Kota Jambi, dengan menjual kebutuhan pokok berha

  • 2 bulan lalu

    Mengamankan Burung Kolibri di Jambi

    JAMBI (KICAU): Petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi mengamankan 340 ekor burung kolibri yang termasuk ungas dilindungi oleh undang undang.Kepala Sub-Bagian Tata Usaha (Kasu

  • 2 bulan lalu

    Potensi Kopi Jambi Menjanjikan

    JAMBI (EKSPOSnews): Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Ariansyah memaparkan potensi kopi Jambi di hadapan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT) d

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99