Sabtu, 21 Apr 2018

Bisnis Properti di Jambi Membaik

Oleh: Jallus
Sabtu, 24 Mar 2018 06:50
BAGIKAN:
istimewa.
Perumahan.
JAMBI (EKSPOSnews): Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jambi memproyeksikan bisnis properti atau perumahan di provinsi itu dapat tumbuh sebesar 20 persen pada 2018.

"Melihat perkembangan pasar dan perekonomian, kami optimis sektor perumahan masih bisa tumbuh berkisar antara 15 hingga 20 persen," kata Ketua DPD REI Provinsi Jambi Ramond Fauzan di Jambi, Jumat 23 Maret 2018.

Proyeksi pertumbuhan bisnis perumahan itu menurut dia, masih realistis karena saat ini hunian rumah telah menjadi kebutuhan yang paling pokok untuk dipenuhi oleh masyarakat.

"Sektor perumahan ini menjadi kebutuhan pokok, sehingga dengan perkembangan perekonomian yang baik maka kami optimis sektor perumahan terus mengalami yang positif," kata dia.

Pertumbuhan pasar perumahan itu kata dia, ditopang pada segmen pasar rumah komersial dan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah melalui berbagai skema subsidi dari pemerintah.

Namun kata dia, segmen pasar subsidi diproyeksikan masih akan mendominasi pertumbuhan bisnis perumahan. Karena untuk segmen tersebut masyarakat telah diberikan banyak kemudahan.

Kemudahan itu yakni calon konsumen diberikan seperti pembayaran down payment (uang muka) yang relatif rendah atau 5 hingga 10 persen.

Sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang belum memiliki rumah hunian agar memulai mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi pada tahun ini.

"Masyarakat bisa memanfaatkan tahun ini untuk mengambil perumahan, karena paket rumah subsidi melalui kebijakan sejuta rumah akan berakhir 2018, kami tidak tahu ke depan apakah kebijakan ini masih berlanjut atau tidak," katanya.

Perumahan subsidi saat ini, berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Saat ini perumahan subsidi kata Ramond telah mengalami peningkatan kualitas dan mutu.

"Rumah subsidi sekarang sudah ada peningkatan mutu, misalnya sudah cat penuh, keramik, plafon dan siap dihuni. Jadi beda dengan rumah subsidi tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Saat ini segmen pasar rumah bersubsidi pemerintah dipatok dengan harga maksimal Rp130 juta atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp123 juta.

Kenaikan harga rumah hunian bersubsidi tersebut karena penyesuaian harga tanah dan material bangunan yang terus merangkak naik sehingga harus diimbangi dengan kenaikan harga rumah subsidi pemerintah itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Kejati Jambi Tahan Mantan Bupati Sarolangun

    JAMBI (EKSPOSnews): Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi secara resmi menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan pembangunan perumahan PNS di Kabupaten Sarolangun, salah satun

  • 5 hari lalu

    Film Dokumenter Wisata Jambi

    JAMBI (EKSPOSnews): Ketua Persatuan Film Indonensia (Farpi) Provinsi Jambi, Mukhtadi Putra Nusa, menggatakan akan memanfaatkan lokasi-lokasi wisata di Jambi sebagai objek film dokumenter dalam upaya m

  • 2 bulan lalu

    KPK Perpanjang Penahanan Anggota DPRD Jambi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Supriono, tersangka suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Dae

  • 2 bulan lalu

    Zumi Zola Setujui Uang Ketok DPRD Jambi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli disebut menyetujui "uang ketok" yang diberikan untuk para anggota DPRD Jambi agar menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapa

  • 2 bulan lalu

    Mengamankan Pasangan Mesum di Jambi

    JAMBI (EKSPOSnews): Anggota unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Jambi, mengamankan sebelas pasangan bukan suami istri yang diduga berbuat mesum di kamar di salah satu hotel Kota Jambi.

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99