Rabu, 20 Nov 2019
  • Home
  • Politik
  • Tak Ada Alasan Prabowo Tolak Putusan Hukum

Tak Ada Alasan Prabowo Tolak Putusan Hukum

Oleh: alex
Senin, 27 Mei 2019 09:05
BAGIKAN:
istimewa.
Prabowo Subianto.
KUPANG (EKSPOSnews): Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang mengatakan tidak ada alasan bagi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menolak putusan hukum.

"Menurut saya, tidak ada alasan bagi BPN untuk menolak keputusan hukum. Jika mereka menolak, justru akan memperkuat dugaan publik jika paslon 02 hanya mengejar kekuasaan tanpa mengindahkan mekanisme prosedural secara konstitusional," kata Ahmad Atang di Kupang, Senin 27 Mei 2019.

Dia mengemukakan pandangan itu, berkaitan dengan gugatan BPN ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan kesiapan BPN Prabowo-Sandi untuk menerima hasilnya jika MK menolak gugatan.

Mantan Pembantu Rektor I UMK itu menambahkan, keputusan hukum bukan soal menerima atau menolak akan tetapi dipatuhi atau tidak.

Menurut Ahmad Atang, tidak ada pilihan yang lebih bermartabat bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selain menerima apapun hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Karena itu, dia menyarankan kepada Prabowo-Sandi untuk menerima apapun keputusan MK sebagai sikap seorang negarawan dalam sebuah kontestasi politik demokrasi.

Pandangan berbeda disampaikan akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona, MA yang mengatakan, jangan berharap Prabowo Subianto mengakui kekalahan, karena terlalu banyak melibatkan para elit yang merasa dirugikan oleh kekuasaan Jokowi-Jusuf Kalla saat ini.

"Kalau berharap bahwa Prabowo akan mengakui kekalahan itu sulit. Secara simbolik bisa saja iya. Tapi secara riil akan adanya rekonsiliasi hingga ke akar rumput itu saya kira sangat sulit," kata Raja Muda Bataona.

Selain itu, paslon 02 ini sulit menerima kekalahan karena mempertaruhkan terlalu banyak hal, yang menjadi dasar perjuangan para pihak yang ada di belakang pasangan calon Prabowo-Sandiaga.

Menurut dia, jika dibaca secara psikologi politik, ketegangan pasca-Pemilu Presiden 2019 ini memang sengaja dirawat dan dikehendaki untuk terjadi sedemikian rupa.

"Karena itu, akan sangat sulit bagi Prabowo Subianto untuk menerima kekalahan karena sebagai titik episentrum yang menyatukan banyak pihak yang menyatakan dirinya 'oposisi' dengan kekuasaan saat ini," katanya. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Prabowo Merapat ke Jokowi. Mau Jadi Menteri?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tiba di Istana Merdeka, Jakarta disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana

  • 4 bulan lalu

    Prabowo Diminta Jadi Oposan

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews0: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai rakyat saat ini lebih menghendaki Prabowo Subianto mengambil posisi memimpin oposisi di parlemen sebagai kontrol terhadap pe

  • 5 bulan lalu

    Koalisi Partai Pendukung Prabowo-Sandi Bubar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Calon presiden Prabowo Subianto menyatakan koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung pasangan Prabowo-Sandi di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, telah selesai dan menyerahkan ke

  • 5 bulan lalu

    MK Tolak Seluruh Permohonan Prabowo-Sandi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang pembacaan putusan perkara sengketa Pilpres 2019 menyatakan menolak seluruh permohonan baik dari pihak pemohon, termohon, dan terkait."Amar p

  • 5 bulan lalu

    Permohonan BPN Prabowo-Sandi Ditolak MA

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mahkamah Agung (MA) melalui putusannya menyatakan 'tidak dapat menerima' permohonan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang diwakili Ketua B

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99