Jumat, 28 Feb 2020
  • Home
  • Politik
  • Resuffle Tak Akan Gaduh Jika yang Diganti dari Non Parpol

Resuffle Tak Akan Gaduh Jika yang Diganti dari Non Parpol

Kamis, 14 Jul 2016 03:52
BAGIKAN:
Partai Politik (ilustrasi).
JAKARTA (EKSPOSnews): Pengamat komunikasi politik PolComm Institute, Heri Budianto, mengatakan kinerja kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) akan tetap solid jika perombakan kabinet atau "reshuffle" dilakukan terhadap menteri dari non-partai politik.

"Jika Partai Golkar dan PAN mendapatkan jatah menteri, maka kursi menteri non-parpol yang seharusnya digeser, sehingga kinerja pemerintahan akan tetap solid," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu 13 Juli 2016.

Hanya saja, katanya, apabila Golkar mengincar jatah menteri maka benturannya akan keras karena Golkar tidak mendukung Jokowi saat Pilpres dan datang belakangan.

Heri mengatakan ada 20 kursi menteri non-parpol dan itu semua posisi strategis, bahkan komposisi kabinet saat ini masih didominasi dari kalangan non-parpol.

Dia menilai, menteri dari parpol hanya berjumlah 14 menteri, padahal dukungan dan fungsi parpol dalam memperkuat pemerintahan sangat besar dan strategis.

"Parpol ini yang keringatan dan punya kursi di DPR. Kalau mengambil porsi menteri non-parpol, tidak ada risiko politiknya," ujarnya.

Menurut dia, saat ini menteri dari parpol hanya diberi posisi tidak strategis, tapi diganggu dan dirusak terus.

Karena itu dia menilai seharusnya jika presiden hendak melakukan "reshuffle" kabinet dengan memasukkan PAN dan Golkar, maka yang seharusnya diambil adalah posisi menteri non-parpol dan posisinya juga strategis.

"Jadi sangat realistis ambil jatah non-parpol. Di samping tidak ada benturan politiknya, komposisi sekarang tidak berimbang, nonparpol 20 menteri, dari parpol hanya 14 menteri," katanya.

Dia mengatakan, menteri-menteri di bidang ekonomi terbukti kurang mampu mengeksekusi arahan Presiden untuk meningkatkan ekonomi nasional.

Heri mencontohkan soal daging, meskipun Presiden Jokowi sudah mengultimatum agar harga daging di angka Rp80.000, menteri terkait tidak mampu memberi solusi.

"Soal daging saja sejak mau puasa sampai sekarang harganya malah terus naik," ujarnya.

Dari sisi kinerja, menurut dia, ekonomi Indonesia remuk dan daya beli masyarakat turun, harga komoditas hancur, ekspor lemah, impor nambah, harga-harga bahan pokok naik terus.

Selain itu, dia juga menyebut 12 paket kebijakan ekonomi yang digalakkan pemerintah tidak jalan lantaran para menteri dari non-parpol tidak bisa menerjemahkan dengan implementasi konkret arahan presiden.

"Penanganan mudik kacau balau, pangan remuk, pajak tidak memenuhi target, sehingga harus ada kebijakan pengampunan pajak," ujarnya.(ant)

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Masalah Internal di PKB, Sekjen Diganti!

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menduga pergantian posisi Sekretaris Jenderal PKB dari Abdul Kadir Karding kepada Hanif Dhakiri disebabkan mas

  • 2 tahun lalu

    Awas...Petugas PLN Gadungan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau mengimbau kepada masyarakat setempat agar mewaspadai dan tidak mudah percaya kepada oknum petugas berkedok PLN, yang datang men

  • 3 tahun lalu

    Wakapolda Jawa Timur Diganti

    SURABAYA (EKSPOSnews): Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Gatot Subroto akan digantikan Brigjen Pol Awan Samudra berdasarkan Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1408/VI/2017 tertanggal 2 Juni 2017 yang d

  • 3 tahun lalu

    Mutasi di Lingkungan TNI, Pangdam Jaya Diganti

    JAKARTA (EKSPOSnews): Jabatan Pangdam Jaya yang saat ini dijabat Mayjen TNI Teddy Lhaksmana akan digantikan oleh Mayjen TNI Jaswandi yang sebelumnya menjabat Pangdam IV/Diponegoro.Penggantian Pangdam

  • 3 tahun lalu

    Pangdam I/BB Diganti

    MEDAN (EKSPOSnews): Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan segera berganti nahoda. Mayjen TNI Lodewyk Pusung, dimutasi dari jabatannya dan akan bertguas sebagai Asisten Operasi Pangli

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99