Jumat, 23 Agu 2019

Politik Tanpa Mahar Ala NasDem

Oleh: alex
Rabu, 22 Mei 2019 05:01
BAGIKAN:
istimewa.
Partai NasDem.
JAKARTA (EKSPOSnews): Politik tanpa mahar yang digembar-gemborkan oleh Partai NasDem berhasil menempatkan partai besutan Surya Paloh itu berada di posisi kelima dalam Pileg 2019.

"Ada beberapa hal yang membuat partai NasDem mengalami peningkatan. Pertama kebijakan politik tanpa mahar dari proses pilkada sampai penetapan caleg," kata Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, di Jakarta, Selasa 21 Mei 2019.

Kedua, lanjut dia, pendekatan teritorial, dimana NasDem secara sadar melakukan pendekatan ilmiah dan membuat kajian dapil yang detail.

"Ketiga, kita memajukan orang-orang yang memang diinginkan oleh masyarakat sebagai wakilnya di DPR," katanya.

Capaian ini, kata Willy, merupakan hasil kerja keras seluruh struktur dan caleg di bawah arahan ketua umum yang sejak awal meminta struktur partai dari DPP sampai DPD membuat target yang harus dicapai.

Dengan target yang ditetapkan sejak jauh hari, seluruh komponen partai melakukan kerja-kerja yang luar biasa, ujarnya.

"Kita partai NasDem tentunya mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang memberikan kepercayaan kepada partai NasDem. Ke depan tugas partai NasDem adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat," jelas Willy Aditya.

Hasil penetapan rekapitulasi penghitungan suara nasional Pileg DPR RI 2019, di Jakarta, Selasa dini hari menunjukkan sembilan dari 16 partai politik peserta Pemilu 2019 memenuhi ambang batas parlemen sebesar empat persen.

Sembilan partai itu diurutkan berdasarkan perolehan suara terbesar yakni:

1. PDIP: 27.053.961 (19,33 persen)
2. Gerindra: 17.594.839 (12,57 persen)
3. Golkar: 17.229.789 (12,31 persen)
4. PKB: 13.570.097 (9,69 persen)
5. Nasdem: 12.661.792 (9,05 persen)
6. PKS: 11.493.663 (8,21 persen)
7. Demokrat: 10.876.507 (7,77 persen)
8. PAN: 9.572.623 (6,84 persen)
9. PPP: 6.323.147 (4,52 persen)

Sementara itu tujuh partai lain tidak memenuhi ambang batas parlemen yakni:

1. Perindo: 3.738.320 (2,67 persen)
2. Berkarya: 2.929.495 (2,09 persen)
3. PSI: 2.650.361 (1,89 persen)
4. Hanura: 2.161.507 (1,54 persen)
5. PBB: 1.099.848 (0,79 persen)
6. PKPI: 312.775 (0,22 persen)
7. Garuda: 702.536 (0,05 persen)

Berdasarkan perolehan suara tersebut ketujuh partai itu tidak dapat mengirimkan wakilnya untuk duduk di DPR RI. Satu partai yang sebelumnya mempunyai wakil di DPR namun kini tidak adalah Partai Hanura. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Rekonsiliasi Bukan Politik Dagang Sapi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan memastikan proses rekonsiliasi yang akan dilakukan pasca-Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, bukan merupakan politik "dagang sapi", yang hanya

  • 4 bulan lalu

    Bendera NU Jangan Digunak untuk Kampanye Politik

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegaskan bendera NU tidak boleh digunakan untuk berkampanye dalam politik praktis."NU, benderanya tidak boleh u

  • 5 bulan lalu

    Hoaks Merusak Tatanan Politik

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Pakar Ilmu Komunikasi dari Universitas Airlangga Surabaya Henry Subiakto mengatakan hoaks sudah menjadi bagian permainan politik, bahkan hoaks telah dipercaya bisa menjadi alat

  • 5 bulan lalu

    Berpolitik untuk Amankan Bisnis Kroni

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pakar ekonomi Faisal Basri mengatakan dua pertiga dari kekayaan orang-orang terkaya di Indonesia diperoleh dari bisnis kroni yang dilakukan melalui kedekatan dengan kekuasaan pol

  • 6 bulan lalu

    Polisi Jangan Terpengaruh Tekanan Politik

    SURABAYA (EKSPOSnews): Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 Mahfud MD meminta polisi untuk tetap profesional dalam menangani kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan Wakil Sekretaris

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99