Selasa, 24 Sep 2019
  • Home
  • Politik
  • Penolakan Hasil Kerja KPU Membuat Demokrasi Tak Sehat

Penolakan Hasil Kerja KPU Membuat Demokrasi Tak Sehat

Oleh: marsot
Kamis, 16 Mei 2019 06:01
BAGIKAN:
istimewa.
Demostrasi.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pengamat politik Universitas Al Azhar Jakarta Ujang Komaruddin menilai penolakan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 membuat sistem demokrasi Indonesia tidak sehat karena cenderung mengandung ancaman.

"Sikap itu kurang sehat karena sifatnya menggunakan ancaman, seharusnya laporkan ke Bawaslu," kata Ujang, di Jakarta, Rabu 15 Mei 2019.

Dia mengingatkan, dalam sistem demokrasi Indonesia, segala bentuk temuan dan keluhan terkait dugaan kecurangan Pemilu 2019, sudah ada mekanismenya untuk dilaporkan.

Karena itu, dia menilai lebih baik menggunakan institusi demokrasi seperti Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menyampaikan adanya dugaan kecurangan pemilu.

"Gunakan institusi demokrasi seperti Bawaslu dan MK sebagai bagian persaingan dalam kontestasi politik. Karena itu adalah mekanisme yang diatur dalam UU," ujarnya lagi.

Dia mengatakan kalau ditemukan adanya bukti-bukti kecurangan pemilu, silakan laporkan ke Bawaslu dan jika tidak terima dengan keputusan KPU dalam penetapan pemenang capres dan cawapres tanggal 22 Mei, silakan mengajukan ke MK.

Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu menilai, sikap kubu Prabowo-Sandi yang menolak Situng KPU dan rekapitulasi suara yang masih berlangsung, merupakan tidakan kurang tepat. "Karena KPU belum mengumumkan siapa pemenangnya dan prosesnya masih berjalan," katanya lagi.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso mengatakan pihaknya menolak hasil rekapitulasi suara yang sedang dilakukan KPU, karena diduga banyak kecurangan yang terjadi dalam proses pelaksanaan Pemilu 2019.

"Kami BPN Prabowo-Sandi bersama rakyat Indonesia yang sadar demokrasi, menolak hasil penghitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan," kata Djoko dalam acara "Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019", di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, Pilpres 2019 harus dilaksanakan secara langsung, umum, bebas dan rahasia (luber) yang harus dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip jujur dan adil.

Djoko mengatakan, dalam acara tersebut telah dipaparkan oleh para pakar dan ahli tentang dugaan kecurangan Pemilu 2019 yang bersifat Terstruktur, Sistematis, Masif, dan Brutal.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Kala Pesta Demokrasi Sangat Menakutkan dan Penuh Hoax

    MEULABOH (EKSPOSnews): Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Lukmanul Hakim menegaskan, pesta demokrasi itu seharusnya menggembirakan, tapi yang berkembang saat ini banyak informasi hoaks yang

  • 12 bulan lalu

    Anggota Tim Pembela Demokrasi Indonesia Laporan Prabowo dan Fadli Zon ke Bareskrim

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) melaporkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ke Bareskrim Polri, Rabu (3/1

  • tahun lalu

    Kerja KPU Sumut pada Pilkada Serentak Amburadul

    MEDAN (EKSPOSnews): Puluhan orang dari massa Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Demokrasi (Amara Pedas) melakukan aksi di kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara terkait banyaknya warga

  • 2 tahun lalu

    UU MD3 Lukai Hati Rakyat dan Ciderai Demokrasi

    PAMEKASAN (EKSPOSnews): Akademisi dari Universitas Madura (Unira) Pamekasan Imadoedin, M.Si menilai Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD yang telah disetujui pengesahaannya oleh DPR, mencidera

  • 2 tahun lalu

    Penolakan Fahri Hamzah Bisa Dipahami

    MANADO (EKSPOSnews): Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengatakan dirinya harus menerima Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah meski mendapat penolakan kelompok masyarakat karena alasan pejab

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99