Kamis, 17 Agu 2017

Ormas Radikal Sudah Menjadi Ancaman

Oleh: Agung
Rabu, 19 Jul 2017 05:30
BAGIKAN:
istimewa
Ormas.
JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan organisasi kemasyarakatan yang menganut ideologi radikal saat ini sudah menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia.

"Sudah ada kejadian bom Thamrin, Kampung Melayu, lalu bom yang meledak di Bandung. Itu ancaman sudah di depan mata, bukan seperti yang sering digemborkan soal PKI. Ancaman yang jelas di depan mata ya ormas radikal ini," ujar Yaqut di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa 18 Juli 2017.

Selain dapat langsung merugikan masyarakat, ia menilai kini ormas radikal tersebut juga kian membahayakan negara, karena timbulnya upaya-upaya mereka untuk mengganti ideologi Pancasila dengan pemikiran yang anti terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melihat ancaman tersebut, tindakan pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 tahun 2017, perubahan atas UU No 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), kemudian dianggap tepat oleh Yaqut.

"Ini sudah genting, kalau dibiarkan mereka bisa semakin besar. Pemerintah jaga negara, ya boleh membubarkan. Kami setuju dengan Perppu Ormas," kata dia.

Dukungan tersebut, menurut Yaqut, juga telah disampaikan pihaknya kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat melakukan menemuinya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa.

"Ansor melihat kelompok yang mengatasnamakan Islam dan ingin mengubah NKRI itu perlu ditindak. Sekarang ini kelompok-kelompok itu ancaman nyata," tuturnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    DPR Dilibatkan dalam Pembubaran Ormas Radikal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebutkan pemerintah akan melibatkan DPR dalam proses pembubaran organisasi masyarakat (Ormas) yang bertentangan

  • satu bulan lalu

    Pemerintah Punya Dasar Kuat Bubarkan Ormas Radikal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan pemerintah punya dasar yang kuat menerbitkan Peraturan pemerintah Pengganti Undang-Undang No 2 tahun 2017 tentang perubahan atas UU

  • 2 bulan lalu

    Mayoritas Rakyat Indonesia Setuju Ormas Radikal Dibubarkan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 90 persen orang Indonesia menolak dan setuju kelompok radikal dilarang di Indonesia. Itulah salah satu temuan Lembaga Survei Sajful Mujani Risearch and Consulting (SMRC)

  • 3 bulan lalu

    Bubarkan Ormas Radikal

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan organisasi radikal harus segera dibubarkan dan dikeluarkan dari Bumi Cenderawasih karena bisa menghancurkan kerukunan hidup umat beragama

  • 9 bulan lalu

    Bubarkan Ormas Radikal

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Peneliti Senior Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhadjir Darwin menyatakan dukungan terhadap usulan pembubaran organisasi kemasy

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak