Jumat, 28 Feb 2020

Membangun Penjara Khusus Para Teroris

Senin, 25 Jul 2016 14:47
BAGIKAN:
Terorisme (ilustrasi).
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan pemerintah saat ini sedang mencari lokasi untuk membangun sebuah kawasan penjara khusus untuk narapidana kasus terorisme, bandar besar narkoba, dan narapidana tindak pidana berat, seperti pembunuhan.

"Tempatnya harus luas. Mungkin di sana bisa ada satu lembaga pemasyarakatan atau tiga lapas untuk masing-masing jenis tindak kriminal," ujar Yasonna usai memimpin rapat koordinasi dan evaluasi di Gedung Kemenkumham, Jakarta, Senin 25 Juli 2016.

Ia menjelaskan bahwa penjara itu akan memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi daripada lapas-lapas di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Rencananya, pembangunan penjara tersebut akan dianggarkan pada tahun 2017.

"Kalau bisa memang tahun depan (2017). Yang pasti tempatnya harus luas karena di sana akan ada TNI, BNPT, dan BNN agar semua terintegrasi," kata Yasonna.

Adapun keinginan pembangunan penjara dengan tingkat keamanan supermaksimal itu, kata dia, awalnya berasal dari Presiden RI Joko Widodo dan disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan yang langsung berkoordinasi dengan Menkumham.

Pemerintah pun memandang keberadaan lapas seperti itu perlu untuk mengantisipasi kondisi kriminalitas pada masa depan.

"Kita harus berpikir untuk 20 tahun ke depan," tutur Yasonna.

Pemerintah berpandangan lapas-lapas di Pulau Nusakambangan yang memiliki tingkat keamanan sangat tinggi tidak bisa terus-menerus dijadikan satu-satunya tempat menampung semua narapidana yang membutuhkan tingkat pengawasan lebih ketat.

"Nusakambangan bisa dikembangkan untuk napi-napi umum," ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Sebagai langkah konkret, selanjutnya pemerintah melalui kementerian terkait, seperti Kementerian Hukum dan HAM akan melakukan koordinasi intensif dengan Badan Nasional Penganggulangan Terorisme dan Badan Narkotika Nasional terkait dengan hal itu.(ant)

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    2 Rumah di Bandarlampung Digeledah Densus 88

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Dua rumah di Kecamatan Enggal, Kota Bandarlampung, digeledah Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri dan Inafis Polresta Bandarlampung terkait dugaan terori

  • 4 bulan lalu

    Terduga Teroris Terbanyak dari Jawa Barat

    BANDUNG (EKSPOSnews): Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Syahrir mengaku prihatin dengan penangkapan 26 tersangka teroris oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri di sejumlah daerah dalam kurun waktu 10-15

  • 5 bulan lalu

    Korban Teroris Dapat Kompensasi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah mengabulkan kompensasi bagi tiga korban terorisme dengan terdakwa Suherman alias Herman alias Abu Zahra sebesar Rp413.986.258

  • 8 bulan lalu

    Densus 88 Tangkap Terduga Teroris

    PONOROGO (EKSPOSnews): Seorang terduga teroris berinisial BTK (42), warga asal Klaten, Jawa Tengah ditangkap tim Detasemen Khusus 88 saat perjalanan menuju Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Minggu 3

  • 8 bulan lalu

    Terduga Terorisne Dipindahkan ke Semarang

    SEMARANG (EKSPOSnews): Sebanyak 28 orang dewasa dan anak-anak yang diduga terkait dengan penanganan kasus tindak pidana terorisme, dipindahkan dari Kalimantan menuju Semarang, Jawa Tengah dengan mengg

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99