Kamis, 16 Agu 2018

Manuver Titiek Soeharto Tinggalkan Golkar

Oleh: alex
Selasa, 12 Jun 2018 06:03
BAGIKAN:
istimewa.
Titiek Soeharto.
BANTUL (EKSPOSnews): Siti Hediyati Hariyadi atau yang disapa Titiek Soeharto dalam pidato politiknya di kompleks Museum M Soeharto Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, secara resmi memutuskan keluar dari Partai Golongan Karya.

"Saya anak biologis Presiden Soeharto, tidak bisa berdiam diri untuk tidak menyuarakan jeritan rakyat. Oleh karena itu saya memutuskan keluar dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya, " katanya di Kemusuk Sedayu Bantul, Senin 11 Juni 2018.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Konsolidasi Pemenangan dan Pernyataan Politik Partai Berkarya yang dihadiri oleh Hutomo Mandala Putra selaku Ketua Umum Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso selaku Sekjen Partai Berkarya dan berbagai pengurus pusat dan daerah Partai Berkarya.

"Sebagai konsekwensinya tentu saya juga harus melepaskan keanggotaan saya di DPR. Saya mohon pamit kepada teman-teman di DPR, terima kasih untuk persahabatan dan kebersamaan kita selama ini, baik di Komisi IV DPR, maupun saat di rapat Paripurna," kata Titiek Soeharto.

Titiek juga mengaku akan merindukan saat kebersamaan dengan teman-teman dan sahabat di Partai Golkar dan berdoa supaya bisa bertemu lagi tahun depan.

"Terima kasih kepada Partai Golkar yang telah mendidik saya menjadi salah satu politikus wanita yang diperhitungkan di Republik ini. Saat ini Golkar sudah memiliki begitu banyak politikus handal, Golkar tidak membutuhkan saya. Tapi saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya," katanya.

Titiek Soeharto mengatakan, bahwa keadaan Bangsa kita saat ini sungguh sangat memprihatinkan, karena pada saat ini kurang lebih tujuh juta tenaga kerja nganggur, dan butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarga mereka ditengah kondisi ekonomi yang mencekik.

"Alam dan tanah yang begitu subur yang Allah karuniakan kepada kita, seolah-olah tidak ada artinya, karena kita tidak dapat mengolahnya dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pangan, sehingga apa-apa masih impor," katanya.

Dia melanjutkan, kekayaan sumber daya alam yang melimpah yang dikaruniakan kepada kita tidak dapat dinikmati oleh rakyat, tidak dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang.

Kemudian, lanjut Titiek, penyelundupan narkoba yang berton-ton jumlahnya yang sudah pasti bisa menghancurkan bangsa ini sungguh sangat menyedihkan, dan pemerintah tidak sedikitpun berkomentar tentang hal itu.

"Saya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat, tapi saya tidak dapat melakukan hal itu, karena saya sebagai orang Golkar, partai pendukung pemerintah. Seharusnya Golkar sebagai partai besar harus bisa memberi masukan kepada Pemerintah, tidak hanya sekedar mengekor dan ABS (asal bapak senang)," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Ngogesa Sitepu Dicopot dari Ketua DPD GOlkar Sumut

    STABAT (EKSPOSnews): Walaupun dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar, Ngogesa Sitepu tetap berpihak kepada rakyat Sumatera Utara, untuk itu masyarakat tidak perlu ga

  • 7 bulan lalu

    Joko Widodo Semakin Mesra dengan Partai Golkar

    JAKARTA (eksposNEWS): Pengamat politik dari Indonesian Public Institute Karyono Wibowo menilai sinyal politik yang dapat dibaca seiring keputusan Presiden Jokowi menunjuk Idrus Marham masuk di Kabinet

  • 7 bulan lalu

    Golkar Minta pada Calon Kepala Daerah Menangkan Joko Widodo

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjelaskan kembali dukungan partainya kepada beberapa tokoh yang mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah."Partai Golkar tetap,

  • 8 bulan lalu

    Andi Walinono, Seorang Anggota Partai Golkar Tersangkut Mengedarkan Foto Telanjang

    BALIKPAPAN (EKSPOSnews): Ketua Partai Golongan Karya Balikpapan Rahmat Mas ud menegaskan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang dijalankan kepadanya anggotanya, Andi Walinono (AW), yang t

  • 8 bulan lalu

    Perombakan Pengurus Golkar Tergantung Ketua Umum

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kader Partai Golkar Ibnu Munzir mengatakan perombakan kepengurusan Partai Golkar setelah Munaslub sangat tergantung dari keinginan ketua umum terpilih dan kebutuhannya."Perombaka

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99