Rabu, 18 Sep 2019

Lahan Prabowo di Aceh Memang Luas

Oleh: marsot
Senin, 18 Feb 2019 19:58
BAGIKAN:
istimewa.
Prabowo Subianto.
JAKARTA (EKSPOSnews): Gubernur Aceh non-aktif Irwandi Yusuf mengakui bahwa calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memiliki lahan yang cukup luas di provinsi tersebut.

"Ada lahan 150 ribu hektare, sekarang mungkin yang aman 100 ribu hektare, gede loh, tapi itu sebelum saya jadi Gubernur Aceh," kata Irwandi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin 18 Februari 2019.

Irwandi menyampaikan hal itu sebelum sidang untuk perkara dugaan penerimaan suap Rp1,05 miliar dari Ahmadi selaku Bupati Kabupaten Bener Meriah kepada Irwandi Yusuf dan penerimaan gratifikasi berupa hadiah dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp8,717 miliar.

Pemberian suap Rp1,05 miliar itu terkait proyek-proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 di Kabupaten Bener Meriah.

Sebelumnya, dalam debat kandidat calon presiden (capres) pada Minggu (17/2), capres nomor urut 01 Joko Widodo mengatakan lawannya Prabowo Subianto memiliki lahan luas di Aceh Tengah dan Kalimatan Timur.

"Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan luas di Kaltim sebesar 220 ribu hektare dan di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin sampaikan, pembagian seperti ini tidak dilakukan di masa pemerintahan saya," kata Joko Widodo.

Prabowo dalam sesi debat selanjutnya pun mengakui hal tersebut.

"Tadi disinggung tanah yang saya kuasai ratusan ribu ha di beberapa tempat, itu benar, tapi itu adalah HGU (hak guna usaha), milik negara. Setiap saat negara bisa ambil kembali dan kalau untuk negara, saya rela mengembalikan itu semua. Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola," kata Prabowo.

Menurut Irwandi, Jokowi juga pernah bekerja di Bener Meriah.

"Pak Jokowi lebih tahu sebab Pak Jokowi kerja di sana juga dulu, di Bener Meriah. Pokoknya di sana tiga tahun dia dengan pak Prabowo di bidang pinus hutan industri, pinusnya dipakai untuk bahan 'paper' (kertas), ada pabrik kertas di sana. Jadi, memang terjadi penebangan tapi minim penanaman," ungkap Irwandi.

Namun menurut Irwandi, pabrik kertas tersebut punya masalah.

"Sudah bermasalah, pabriknya bermasalah, hutannya bermasalah, masa aku, masih ada penebangan-penebangan, tahun pertama dan kedua, tapi kuhentikan, kok banyak ditebang tapi yang lama-lama di tebang kok masih botak, tidak ditanam, mau diajukan perpanjangan izin, tidak aku teken," ungkap Irwandi.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Jembatan di Aceh Barat Ambruk

    MEULABOH (EKSPOSnews): Aktivitas ribuan masyarakat di di empat desa meliputi Desa Peulanteu LB, Ujong Simpang, Karang Hampa dan Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat hingga Sel

  • 2 bulan lalu

    Pemerintah Aceh Evaluasi Perusahaan Tambang

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Aceh terus melakukan evaluasi terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di provinsi paling barat Indonesia guna mencengah terjadinya pelanggaran hukum."Pemerintah

  • 2 bulan lalu

    Rumah Sakit di Aceh Turun Kelas

    MEULABOH (EKSPOSnews): Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan merekomendasikan penyesuaian kelas sebanyak 21 rumah sakit yang tersebar di sejumlah kab

  • 2 bulan lalu

    Kebakaran Hutan di Aceh Meluas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi paling barat Indonesia ini mencapai 60 hektare (ha) dalam sepekan terakhir."

  • 2 bulan lalu

    Melegalkan Poligami di Aceh

    MEULABOH (EKSPOSnews): Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian mengatakan pihaknya sangat setuju dan sependapat dengan rencana Pemerintah Aceh untuk mel

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99