Senin, 25 Mei 2020

Jangan Gunakan Agama untuk Politik

Oleh: Alex
Sabtu, 11 Mar 2017 22:42
BAGIKAN:
istimewa
Parpol (ilustrasi).
JAKARTA (EKSPOSnews): Gerakan Pemuda (GP) Ansor menilai tidak elok menggunakan agama demi kepentingan politik, terlebih dengan mengorbankan umat, seperti menolak menyalatkan jenazah karena beda pilihan politik.

"Kan ini sudah keterlaluan menggunakan agama," kata Ketua Umum Pengurus Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas usai membuka Bahtsul Masail Kiai Muda di Kantor PP GP Ansor di Jakarta, Sabtu 11 Maret 2017.

Padahal, lanjut dia, dalam Islam, menyalatkan jenazah seorang Muslim itu termasuk wajib meski bukan individual atau dalam istilah agama "fardhu kifayah".

"Kalau orang disuruh meninggalkan kewajiban ini dosa siapa? Kan tidak boleh begitu," kata putra almarhum KH Cholil Bisri (kakak kandung Mustofa Bisri atau Gus Mus) ini.

Dia berharap wacana tidak menyalatkan jenazah seorang Muslim karena beda pilihan politik tidak benar-benar dilakukan.

Kalaupun hal itu dilakukan, Yaqut memerintahkan kader Ansor untuk merawat jenazah yang ditolak atau ditelantarkan masyarakat setempat.

"Kalau ada warga Muslim yang meninggal dan tidak diurus jenazahnya karena perbedaan politik, saya perintahkan kepada sahabat-sahabat Ansor untuk merawat jenazah itu. Baik untuk menyalatkan, mengafani, menguburkan, bahkan menahlilkan selama 40 hari," ujar Yaqut.

Sementara itu, acara Bahtsul Masail Kiai Muda bertema "Kepemimpinan Non-Muslim dalam Pandangan Islam" yang digagas GP Ansor diikuti sekitar 100 kiai muda dari berbagai pesantren di Indonesia.

Narasumber yang hadir adalah Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Penasihat GP Ansor Dr KH As'ad Said Ali dengan perumus KH Abdul Ghofur Maimoen Zubair.

"Kepemimpinan yang kita anut itu pemimpin yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Kita tak pandang suku, ras, dan seterusnya, tapi bagaimana calon seorang pemimpin yang mampu memberikan kemaslahatan bagi umat," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 11 bulan lalu

    Rekonsiliasi Bukan Politik Dagang Sapi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan memastikan proses rekonsiliasi yang akan dilakukan pasca-Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, bukan merupakan politik "dagang sapi", yang hanya

  • 12 bulan lalu

    Politik Tanpa Mahar Ala NasDem

    JAKARTA (EKSPOSnews): Politik tanpa mahar yang digembar-gemborkan oleh Partai NasDem berhasil menempatkan partai besutan Surya Paloh itu berada di posisi kelima dalam Pileg 2019."Ada beberapa hal yang

  • tahun lalu

    Bendera NU Jangan Digunak untuk Kampanye Politik

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegaskan bendera NU tidak boleh digunakan untuk berkampanye dalam politik praktis."NU, benderanya tidak boleh u

  • tahun lalu

    Hoaks Merusak Tatanan Politik

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Pakar Ilmu Komunikasi dari Universitas Airlangga Surabaya Henry Subiakto mengatakan hoaks sudah menjadi bagian permainan politik, bahkan hoaks telah dipercaya bisa menjadi alat

  • tahun lalu

    Berpolitik untuk Amankan Bisnis Kroni

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pakar ekonomi Faisal Basri mengatakan dua pertiga dari kekayaan orang-orang terkaya di Indonesia diperoleh dari bisnis kroni yang dilakukan melalui kedekatan dengan kekuasaan pol

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99