Selasa, 26 Mei 2020
  • Home
  • Politik
  • Indonesia Butuh Pemimpin Tak Otoriter dan Nepotisme

Indonesia Butuh Pemimpin Tak Otoriter dan Nepotisme

Oleh: marsot
Rabu, 03 Apr 2019 05:05
BAGIKAN:
istimewa.
Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI.
BATAM (EKSPOSnews): Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan Indonesia memerlukan Presiden yang tidak otoriter dan tidak nepotisme untuk menjaga kondisi negara, khususnya di bidang perekonomian supaya tetap stabil.

Hal itu disampaikan Wapres JK saat berdialog dengan para pengusaha dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ke-29 di Hotel Swiss Bell Batam, Selasa 2 April 2019.

"Saya tidak ingin mengatakan pilih nomor satu (atau) nomor dua, tapi apa yang kita inginkan sebagai pengusaha? Pertama ialah pengusaha (ingin) agar ekonomi stabil, ada stabilitas dalam ekonomi. Kedua, kita belajar dari negara yang gagal termasuk pada era Presiden Soeharto," kata Wapres.

Pada zaman orde baru, lanjut JK, pemerintah terlalu otoriter dalam menjalankan sistem pemerintahan. Selain itu, dominasi perekonomian dikuasai oleh pihak-pihak terdekat Presiden Soeharto saat itu.

Hal itu menyebabkan negara Indonesia mengalami kegagalan dan keterpurukan ekonomi akibat pemimpin yang otoriter dan nepotisme.

"Kenapa akhirnya Presiden Soeharto dianggap gagal? Karena otoriter, kalau otoriter itu tidak memberi kesempatan orang untuk berbeda pendapat. Kedua karena kecenderungan KKN, nepotisme, mendahulukan teman dan keluarga. Itu dua hal yang menyebabkan Pak Harto bermasalah," jelasnya.

Wapres menceritakan pengalamannya memimpin Indonesia dalam 4,5 tahun terakhir bersama Presiden Joko Widodo. Menurut JK, Jokowi tidak memiliki potensi untuk menjadi otoriter dan nepotisme.

"Saya ingin menilai Pak Jokowi karena 4,5 tahun bersama-sama, dia tidak ada kecendurungan untuk otoriter. Segala sesuatu dirapatkan. Soal FTZ (free trade zone) ini awalnya beliau berbeda pendapat, setelah dijelaskan akhirnya oke, beliau sepakat," katanya.

Sementara itu, JK menilai Jokowi juga tidak ada kecenderungan untuk nepotisme mengingat anak-anak dan menantunya tidak terlibat dalam bisnis yang berkaitan dengan milik pemerintah.

"Kita lihat anak tertua (Jokowi) dagang apa? Kan martabak. Kedua dagang apa? Pisang. Dua-duanya tidak ada hubungannya dengan pemerintah, sehingga tidak mungkin dia (Jokowi) perintah menteri untuk beli martabak satu juta loyang, atau rapat-rapat makannya martabak atau pisang goreng," ujarnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Pempimpin ISIS Abu Bakar al Baghdadi Tewas Bunuh Diri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Teroris paling dicari di dunia Abu Bakar al Baghdadi  tewas ditempat persembunyiaan di Idlib, Suriah setelah meledakkan diri dengan bom karen diserbu pasukan khusus Amerika

  • 7 bulan lalu

    Selamat Bekerja Para Menteri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik 34 menteri  Kabinet Indonesia Maju dan empat kepala lembaga di Istana Negara, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019.Para menteri yang dilan

  • 9 bulan lalu

    Penyelundupan Barang China Rugikan Indonesia Triliunan Rupiah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan penyelundupan jutaan produk ilegal asal China dan potensi kerugian negara akibat masuknya barang-barang ilegal ini diperkirakan mencapai Rp

  • 10 bulan lalu

    Pemimpin Nasional Lebih Banyak Lahir dari Penggusaha

    JAKARTA (EKSPOSnews): Rektor IPB University Arif Satria mengatakan saat ini semakin banyak pemimpin Indonesia lahir dari kalangan pebisnis atau pengusaha."Fenomena tersebut sebenarnya sudah terjadi se

  • 11 bulan lalu

    Jepang Buka Lowongan Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia

    MANADO (EKSPOSnews): Peluang kerja ke luar negeri terbuka lebar bagi calon-calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sulut yang ingin bekerja di negara Jepang."Hal ini menyusul ditandatanganinya Memor

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99