Selasa, 26 Mei 2020
  • Home
  • Politik
  • Golkar Bilang Tak Ada Mahar Politik dalam Pilkada. Apa Benar?

Golkar Bilang Tak Ada Mahar Politik dalam Pilkada. Apa Benar?

Jumat, 16 Sep 2016 11:04
BAGIKAN:
ist
Partai Golkar.

PEKANBARU (EKSPOSnews): Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya menyatakan tidak ada mahar politik dalam menetapkan bakal calon yang diusung untuk Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2017 mendatang.

"Untuk proses pencalonan tidak ada sepeser pun yang harus dibayar calon kepada DPP atau dewan pimpinan daerah. Kami sudah menyatakan Golkar mengharamkan mahar pada Pilkada 2017," kata Koordinator Wilayah Sumatera II Dewan Pimpinan Pusat Golkar Darul Siska, di Pekanbaru.

Darul ketika menyerahkan surat keputusan dukungan kepada calon untuk Pilkada Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menegaskan tidak ada mahar politik tersebut.

Partai Golkar untuk Pilkada Pekanbaru menetapkan mengusung pasangan Ramli Walid dan Irvan Herman, sedangkan untuk Kampar mengusung Aziz Zaenal dan Catur Sugeng Sutanto.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pihaknya menyadari sukses Pilkada 2017 berkaitan dengan perhelatan serupa 2018 mendatang. Berlanjut pada Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 bagaikan anak tangga, katanya.

Karena itu, kata dia, Golkar serius mempersiapkan pilkada baik dari sisi rekrutmen, seleksi, dan proses penetapannya.

Menurutnya hal itu dilakukan dengan cermat mulai dari survei, dan sengaja membentangkan karpet merah untuk siapa saja yang akan dicalonkan.

"Hingga akhirnya dalam tahapan kami merasa calon sudah melalui proses karena sudah melakukan sosialisasi," ujar dia.

Ketua DPD Golkar Riau Arsyadjuliandi Rachman menyatakan bahwa keputusan menentukan dua calon di atas sudah dibahas berkali-kali dengan ketua umum.

Dia menegaskan bahwa hasil itu adalah yang terbaik bagi Golkar.

"Sekarang tak ada lagi pertanyaan, mengingat yang penting bagaimana memenangkan calon. Kalau selama ini ada kubu-kubu, sekarang harus rekonsiliasi lalu konsolidasi langsung sampai ke tingkat paling bawah," ujar Gubernur Riau.

Saat ditanyakan kenapa penentuan dua pasangan calon itu tidak mengusung kader sendiri, dia mengatakan semuanya bisa maju.

"Tapi kenyataannya tidak semua mau maju dan itu sudah ditawarkan," ujar dia. (ant)


  Berita Terkait
  • 10 bulan lalu

    Memperebutkan Pimpinan Partai Golkar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin menilai waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, menjadi salah satu faktor yang

  • 12 bulan lalu

    Golkar Ingin Jadi Ketua MPR

    JAKARTA (EKSPOSnews): Partai Golkar selaku pemenang kedua dalam Pemilu 2019 ingin menduduki kursi sebagai Ketua MPR."Dalam konteks kesantunan politik, telah jelas dalam UU MD3 bahwa pemenang pemilu ak

  • tahun lalu

    Golkar Bantah Perintahkan Serangan Fajar

    JAKARTA (EKSPOSnews): DPP Partai Golkar membantah memerintahkan Bowo Sidik Pangarso menyiapkan amplop untuk digunakan dalam "serangan fajar" atau politik uang Pemilu serentak 2019."Tidak ada kebijakan

  • tahun lalu

    Ketua DPD Golkar Wonosobo Diberhentikan

    SEMARANG (EKSPOSnews): Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo Triana Widodo secara resmi diberhentikan dari jabatannya karena mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2

  • tahun lalu

    Partai Golkar Pecat Erwin Aksa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Dewan Pakar Partai Golkar HR Agung Laksono mendukung langkah DPP Partai Golkar memberikan sanksi pemecatan Erwin Aksa dari kepengurusan karena mendukung pasangan Prabowo-Sa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99