Sabtu, 23 Nov 2019

Berpolitik untuk Amankan Bisnis Kroni

Oleh: Jallus
Jumat, 22 Mar 2019 04:44
BAGIKAN:
istimewa.
Partai politik.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pakar ekonomi Faisal Basri mengatakan dua pertiga dari kekayaan orang-orang terkaya di Indonesia diperoleh dari bisnis kroni yang dilakukan melalui kedekatan dengan kekuasaan politik.

"Untuk menjamin dapat kekayaan dengan mudah harus langgeng di politik. Karena itu, banyak pebisnis yang berpolitik dan mendirikan partai politik," kata Faisal dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis 21 Maret 2019.

Selain berpolitik, para pebisnis itu juga berupaya menguasai media massa. Karena itu, banyak politisi yang berasal dari kalangan pebisnis juga memiliki media massa.

Menurut Faisal, berbahaya bagi Indonesia bila kekuatan politik, bisnis dan media massa dikuasai oleh satu pihak seperti yang dilakukan para pebisnis politisi itu.

"Kita akan ditelan oleh pembentukan opini yang dikendalikan oleh para pemilik modal," katanya.

Faisal mengatakan praktik kroni kapitalisme juga dilakukan pebisnis di negara-negara lain. Namun, di Indonesia, kroni kapitalisme semakin memburuk.

"Karena itu, kekuatan umat Islam harus tercermin di media massa," ujarnya.

Zakat dan wakaf yang dihimpun dari umat Islam juga bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi bagi seluruh bangsa dan negara Indonesia.

"Jantung perekonomian negara saat ini adalah keuangan perbankan dan pajak pemerintah. Namun, kekuatannya saat ini terus menurun," tuturnya.

Faisal mengatakan Aksi Cepat Tanggap (ACT), sebagai salah satu lembaga kemanusiaan bisa berperan dalam menghimpun dan memberikan pembelajaran tentang zakat dan wakaf yang lebih produktif.

ACT bekerja sama dengan Global Wakaf mengadakan diskusi bertajuk "Sharing with the Master" bertema "Meneropong Masa Depan Makro Ekonomi Nasional dan Peran Strategis Wakaf dalam Pengentasan Kemiskinan".

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Rekonsiliasi Bukan Politik Dagang Sapi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan memastikan proses rekonsiliasi yang akan dilakukan pasca-Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, bukan merupakan politik "dagang sapi", yang hanya

  • 6 bulan lalu

    Politik Tanpa Mahar Ala NasDem

    JAKARTA (EKSPOSnews): Politik tanpa mahar yang digembar-gemborkan oleh Partai NasDem berhasil menempatkan partai besutan Surya Paloh itu berada di posisi kelima dalam Pileg 2019."Ada beberapa hal yang

  • 7 bulan lalu

    Bendera NU Jangan Digunak untuk Kampanye Politik

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegaskan bendera NU tidak boleh digunakan untuk berkampanye dalam politik praktis."NU, benderanya tidak boleh u

  • 8 bulan lalu

    Hoaks Merusak Tatanan Politik

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Pakar Ilmu Komunikasi dari Universitas Airlangga Surabaya Henry Subiakto mengatakan hoaks sudah menjadi bagian permainan politik, bahkan hoaks telah dipercaya bisa menjadi alat

  • 9 bulan lalu

    Polisi Jangan Terpengaruh Tekanan Politik

    SURABAYA (EKSPOSnews): Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 Mahfud MD meminta polisi untuk tetap profesional dalam menangani kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan Wakil Sekretaris

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99