Sabtu, 30 Mei 2020

Arcandra Menteri Lagi? Aneh Itu!

Senin, 05 Sep 2016 18:56
BAGIKAN:
ist
Arcandra Tahar.

JAKARTA (EKSPOSnews): Koordinator Konsorsium untuk Transparansi Informasi Publik (KUTIP) Hans Suta Widhya, berpendapat adanya wacana Arcandra Tahar akan diangkat lagi sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan merusak kredibilitas Presiden Joko Widodo.

"Saya menduga, gerakan ini adalah jebakan berbahaya bagi Presiden Jokowi. Beliau harus waspada dengan jebakan kedua ini. Kalau ini terjadi, Jokowi bisa habis kredibilitasnya," kata Hans, di Jakarta, Senin 5 September 2016.

Menurut Hans, Presiden Jokowi sudah kecolongan dengan jebakan pertama yang menimbulkan kegaduhan cukup panjang dan turunnya indeks kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Untung Presiden Jokowi merespon cepat soal ini, dengan mencopot menteri yang berkewarganegaraan ganda, sehingga kepercayaan publik pulih kembali," katanya.

Ia pun meminta agar Presiden Jokowi tidak kecolongan yang kedua kali karena dirinya melihat ada gerakan yang mewacanakan bahwa Arcandra bisa menjadi Menteri ESDM, asalkan beliau sudah memilih Indonesia kembali sebagai Tanah Airnya.

"Banyak orang-orang yang lebih hebat dari Arcandra kok. Banyak yang lebih paham ESDM, dan lebih paham finansial kok. Makanya saya kok curiga, jangan-jangan gerakan mewacanakan Arcandra masuk ke kabinet lagi hanya untuk merusak reputasi Jokowi," ucapnya.

Ia menyarankan agar Presiden Jokowi secara "independent" memilih sendiri Menteri ESDM yang jauh lebih kompeten dari Arcandra Tahar, jauh lebih nasionalis, lebih cinta Indonesia dan tidak menjadi beban politik bagi bangsa.

Hans mengaku heran dengan maraknya wacana pembelaan terhadap Arcandra dan juga prospek akan dipilih kembali sebagai Menteri ESDM dengan segala cara, sehingga menimbulkan pertanyaan, apakah melanggar UU itu merupakan hal yang besar atau tidak.

"Ini bukan persoalan Arcandra jenius atau tidak, berjasa besar atau tidak, dan lain sebagainya. Persoalan sebenarnya adalah apakah dalam pengangkatannya melanggar UU atau tidak. Atau apakah melanggar UU itu hal besar atau tidak, atau ada apa ini. Terserah publik yang menilai," tegasnya.

Hans mencurigai adanya kekuatan politik kepentingan yang dahsyat di balik wacana mengangkat kembali Arcandra. Sekali lagi Hans mengingatkan Presiden Jokowi, agar berhati-hati agar tidak terperosok ke dalam lubang yang sama.(ant)


  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Ketika Pemilik Warung yang Dijarah Massa Ketemu Presiden

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ismail (68), pemilik warung kopi dan mie rebus di Perempatan Sabang, Jakarta Pusat, yang menjadi korban penjarahan saat aksi ricuh 22 Mei, mengaku tak menyangka bisa bertemu Pres

  • tahun lalu

    Ribuan Hektare Lahan PTPN V Dikembalikan kepada Masyarakat

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktur Relawan Tim Kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Provinsi Riau Sahrin mengapresiasi keputusan Presiden mengembalikan lahan sawit seluas 2.800 hektare yang selama ini dikua

  • tahun lalu

    Presiden Joko Widodo Sebut Illegal Fishing Hampir Tidak Ada Lagi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menyebut sekarang ini sudah hampir tidak ada lagi praktik illegal fishing di laut Indonesia sehingga diharapkan produksi ikan nelayan dan industri perikanan

  • tahun lalu

    Joko Widodo Berdialog Interaktif dengan Pengusaha Industri Kreatif di Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo bersama istri Iriana Joko Widodo berdialog interaktif dengan sejumlah pengusaha industri kreatif di Kota Banda Aceh mengenai perkemban

  • tahun lalu

    Menantu Joko Widodo Berpotensi Jadi Politikus

    BOGOR (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menyebut menantunya Bobby Nasution memiliki potensi untuk terjun ke dunia politik karena feelingnya sudah mulai terasah."Yang saya lihat feeling politik sudah

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99