Minggu, 19 Mei 2019

Ada Gerakan Mau Gagalkan Pemilu

Oleh: marsot
Selasa, 19 Feb 2019 19:04
BAGIKAN:
istimewa.
Parpol.
PURWOKERTO (EKSPOSnews): Pakar hukum tata negara Mohammad Mahfud MD mengatakan saat ini ada sebuah gerakan yang berupaya menggagalkan pemilihan umum (pemilu).

"Sekarang ada teori yang berkembang dari mulut ke mulut, belum ramai, mumpung pemilu, ini ada sebuah gerakan, belum besar, tapi inginnya pemilu ini kacau sehingga nanti gagal, lalu pemerintah tidak ini, tidak itu, kosong," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa 19 Februari 2019.

Mahfud mengatakan hal itu saat Dialog Kebangsaan Seri IV dengan tema "Mengokohkan Kebangsaan: Menjaga Nalar Sehat dan Berbudi" yang digelar di halaman Stasiun Purwokerto.

Menurut dia, kondisi tersebut dianggap sebagai peluang untuk memperbaiki negara dan jika pikiran tersebut benar, akan berbahaya karena namanya teori "aduk-aduk ikan di baki".

Dalam hal ini, ikannya dikeluarkan semua, lalu diganti dengan yang bagus.

"Itu tidak boleh. Kita punya proses demokrasi dan itu (teori 'aduk-aduk ikan di baki', red.) berbahaya," tegas Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan itu.

Terkait dengan hal itu, Mahfud mengajak masyarakat untuk menjaga negara Indonesia dengan sebaik-baiknya karena telah dibangun dengan segala susah payah.

Menurut dia, 60 tahun diperintah oleh pemerintah yang tidak adil itu jauh lebih baik daripada negara kacau sehari saja.

"Begitu negara kacau satu malam, besoknya tidak ada lagi negara. Itulah yang banyak dipakai sebagai rujukan untuk menjaga negara," katanya.

Dialog Kebangsaan Seri IV tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Jelajah Kebangsaan yang diselenggarakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) bekerja sama dengan Gerakan Suluh Kebangsaan.

Kegiatan Jelajah Kebangsaan yang dilaksanakan pada tanggal 18-22 Februari 2019 itu mengambil rute dari Merak hingga Banyuwangi serta digelar di sembilan stasiun, mulai dari Stasiun Merak, Stasiun Gambir, Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Solobalapan, Stasiun Jombang, Stasiun Surabayagubeng, dan berakhir di Stasiun Banyuwangi.

Para tokoh nasional yang hadir dalam kegiatan tersebut menggunakan kereta api khusus untuk menempuh jarak 1.341 kilometer selama lima hari perjalanan. Selain Mahfud MD, Dialog Kebangsaan Seri IV yang digelar di halaman Stasiun Purwokerto juga menghadirkan putri pertama Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yakni Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid (Alissa Wahid), serta budayawan Ahmad Tohari dan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jebul Suroso.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 9 bulan lalu

    Gerakan GantiPresiden Ganggu Keamanan dan Ketertiban Umum

    KUPANG (EKSPOSnews): Pengamat hukum tata negara dari Universitas Nusa Cendana Kupang Johanes Tuba Helan berpendapat gerakan ganti presiden 2019 dapat berimplikasi terhadap keamanan dan ketertiban umum

  • 9 bulan lalu

    Polisi Harus Tegas, Kegiatan Ganti Presiden Gerakan Makar!

    JAKARTA (EKSPOSnews): Lembaga Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polri bersikap tegas dan profesional dalam menyikapi konflik pro dan kontra gerakan #2019GantiPresiden. "IPW menilai kasus yang terja

  • 10 bulan lalu

    Gerakan Non Tunai di Pelindo Tanjung Pinang

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 Cabang Tanjung Pinang menggelar Grand Launching  E-Pass Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau pada Minggu

  • 10 bulan lalu

    Gerakan Penegak Keadilan Dukung KPK Usut Korupsi di Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Gerakan Penegak Keadilan menyatakan dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf.Duku

  • 2 tahun lalu

    Nobar Film Gerakan 30 September

    Lapangan Makodam Sabtu, 23 September 2017 malam, tampak lain dari malam biasanya. Bagaimana tidak, animo dan antusiasme masyarakat mulai berdatangan dengan adanya pemutaran fim G30 S/PKI yang disajika

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99