Jumat, 21 Sep 2018
  • Home
  • Pojok
  • Waspadai Kejahatan Seksual Terhadap Anak

Waspadai Kejahatan Seksual Terhadap Anak

Oleh: Jallus
Kamis, 06 Sep 2018 04:17
BAGIKAN:
istimewa.
Kejahatan seksual anak.
KUALA KURUN (EKSPOSnews): Legislator di DPRD Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kejahatan seksual terhadap anak.

"Kita minta masyarakat, khususnya orang tua agar mewaspadai kejahatan seksual yang dapat menimpa anak-anaknya," kata Ketua DPRD Gunung Mas, Gumer di Kuala Kurun, Rabu 5 September 2018.

Politisi PDIP mengaku prihatin dengan kasus kejahatan seksual yang belum lama terjadi di daerah tersebut menimpa anak berusia 12 tahun hingga hamil tujuh bulan.

Parahnya lagi tindak pidana asusila yang menimpa siswi SMP itu dilakukan oleh orang dekat atau paman korban sendiri.

"Kita merasa sangat prihatin dan mengutuk perbuatan bejat pelaku," katanya.

Menurutnya, peristiwa tersebut hendaknya dapat jadi pembelajaran bagi masyarakat agar selalu waspada terhadap kejahatan yang dapat menimpa anak, terutama dari kalangan orang-orang dekat atau keluarga sendiri.

"Waspada itu penting untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan," katanya.

Gumer juga meminta kepada penegak hukum untuk memberikan hukuman maksimal terhadap pelaku asusila sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

"Hukuman berat juga harus diberikan sebagai efek jera agar tidak ada yang berani melakukan kejahatan asusila terhadap anak di bawah umur," katanya.

Sementara, Anggota DPRD Gunung Mas lainnya, Nomi Aprilia menambahkan, orang tua dan guru untuk selalu memantau perkembangan anak setiap saat.

"Kalau ada perubahan atau sikap yang tidak wajar dari anak, panggil dan ajak bicara. Apa yang membuatnya berubah," katanya.

Menurutnya, anak di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah memang rentan menjadi korban kejahatan, karena anak tersebut rata-rata tidak memiliki kekuatan untuk melawan maupun menolak. Maka dari itu penanaman sikap untuk menjaga diri harus dilakukan sedini mungkin terhadap anak.

"Guru bersama orang tua harus duduk bersama dan berdiskusi bagaimana caranya menjaga anak, tidak hanya di rumah tapi juga di lingkungan sekitar yang patut diwaspadai," katanya. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Perkawinan Anak Dibawah Umur Sangat Mengkawatirkan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Koordinator Kelompok Kerja Reformasi Kebijakan Publik Koalisi Perempuan Indonesia Indry Oktaviani mengatakan tren perkawinan anak di Indonesia semakin meningkat karena praktik pe

  • 2 minggu lalu

    Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Bengkulu Menonjol

    BENGKULU (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Bengkulu telah menangani sebanyak 86 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam kurun Januari hingga Agustus 2018."Ada tren penurunan jumlah kasus keker

  • 3 minggu lalu

    Polisi Tangkap 3 Pelaku Pencabulan Anak

    TANJUNG (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Tabalong, Kalimantan Selatan, menangkap tiga pelaku pencabulan anak di bawah umur masing-masing FS (20), MR(19) dan AP(16).Kapolres Tabalong AKBP Hardiono di Tan

  • 3 minggu lalu

    Mengarahkan Anak untuk Mengakses Internet

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengimbau masyarakat, orang tua dan pendidik untuk mengarahkan anak mengakses muatan internet yang baik dan produktif untuk membendu

  • 3 minggu lalu

    Anak-Anak di Jember Semakin Banyak yang Pendek

    JEMBER (EKSPOSnews): Sebanyak 30 persen bayi berusia di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Jember, Jawa Timur mengalami "stunting" berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dinas Kesehatan setempat

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99