Jumat, 24 Nov 2017
  • Home
  • Pojok
  • Wanita Muda Dijadikan Pekerja Seks di Singapura

Wanita Muda Dijadikan Pekerja Seks di Singapura

Oleh: Marsot
Jumat, 31 Mar 2017 06:07
BAGIKAN:
istimewa
Pekerja seks (ilustrasi).
MEDAN (EKSPOSnews): Saksi korban perdagangan wanita asal Sumatera Utara mengakui dibawa ke Singapuran dan dipekerjakan sebagai penghibur di negara tetangga tersebut pada Oktober 2015.

Saksi korban berinisial MY dan rekan lainnya dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumut Sindu Utomo di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis 30 Maret 2017.

Saksi korban mengatakan, sebelumnya dijanjikan terdakwa berinisial WL akan dipekerjakan di sebuah restoran mewah di Singapura dengan gaji yang agak lumayan.

Namun, kenyataannya dijadikan sebagai pelayan terhadap lelaki dan menerima imbalan sejumlah uang.

"Saya, juga sempat mengalami sakit di Singapura, karena terlalu capek dan kurang istirahat," kata saksi korban MY, dalam keterangannya kepada Majelis Hakim PN Medan diketuai Jamaluddin.

Pada sidang perdagangan wanita itu, JPU tersebut menghadirkan lima saksi korban, antara lain berinisial MY, AN, HE, NR dan RIS.

Para saksi korban juga didampingi petugas dari Mabes Polri dan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK).

Dari kelima wanita muda itu, dua orang sempat dikirimkan ke Singapura, dan tiga lagi berada di penampungan di Jakarta karena dokumen paspor mereka belum selesai.

Sebelumnya, kelima wanita tersebut, diamankan petugas di lokasi penampungan di Jakarta, tempat sindikat perdagangan orang.

Terdakwa yang memperdagangkan lima wanita itu, dijerat melanggar pasal 2 ayat (1) ayat (2) jo Pasal 17 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, jo Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana.

Sementara itu, terjadi insiden di PN Medan, kamera milik Miduk, wartawan "Trans Tujuh" yang sedang mengambil foto lima saksi korban, dirampas oleh salah seorang mengaku petugas kepolisian.

Kemudian, gambar yang terdapat dalam kamera tersebut langsung dihapus.

Aparat keamanan merasa keberatan terhadap wartawan TV swasta yang mengambil gambar kelima saksi korban tersebut.

Sidang kasus perdagangan wanita yang dipimpin Hakim Ketua Jamaluddin melanjutkan Kamis depan (6/4) untuk mendengarkan keterangan saksi.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99